Minggu, 17 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Kota Pangkalpinang Masih Krisis Guru, Dindikbud Terpaksa Tambah Jam Mengajar Guru yang Ada

Kota Pangkalpinang masih dihadapkan krisis guru masih menjadi persoalan mendasar di dunia pendidikan lokal.

Tayang:
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: M Ismunadi
bangkapos.com/dokumentasi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang, Erwandy. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2025, Kota Pangkalpinang masih dihadapkan krisis guru masih menjadi persoalan mendasar di dunia pendidikan lokal.

Kekurangan tenaga pengajar memaksa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang untuk menempuh jalan darurat dengan menambah jam mengajar guru-guru yang tersedia.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Erwandy, menyatakan bahwa keterbatasan regulasi dan anggaran daerah menjadi hambatan utama dalam menambah jumlah guru.

"Pemerintah pusat telah menerbitkan aturan yang tertuang dalam UU Nomor 20 tidak membolehkan rekrutmen langsung, kita masih menunggu kebijakan dari pusat soal perekrutan maupun penambahan PPPK. Kami sudah mengusulkan, tapi kondisi keuangan daerah memang sangat terbatas," ujar Erwandy kepada awak media, Jumat (2/5/2025).

Dia menjelaskan bahwa kekosongan guru diisi sementara waktu dengan memaksimalkan guru yang sudah ada. Ia menyebut, para guru bersedia menambah jam mengajarnya sebagai bentuk dedikasi dan upaya untuk menambah pahala.

"Kami minta tolong kepada teman-teman guru untuk membantu menutupi kekurangan ini dengan menambah jam mengajar," jelasnya.

Kebutuhan paling mendesak saat ini, lanjut Erwandy, adalah guru Bahasa Indonesia dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di tingkat SMP, serta guru Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK) di tingkat SD.

"Yang benar-benar urgent itu guru Bahasa Indonesia 3 orang, TIK 3 orang, Agama Islam 5 orang, dan PJOK SD 5 orang. Ini berdasarkan laporan langsung dari sekolah-sekolah," katanya.

Kekurangan ini diperparah oleh banyaknya guru yang pensiun setiap tahun. Meski telah dibantu oleh guru honorer maupun tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), jumlah tersebut belum mampu menutup kebutuhan secara menyeluruh.

"Honorer dan PPPK belum bisa menutupi karena pensiun itu terus terjadi setiap tahun," ujarnya.

Berdasarkan data Dapodik per Desember 2024, total guru di Kota Pangkalpinang berjumlah 2.267 orang, didampingi oleh 1.004 tenaga kependidikan (tendik), untuk melayani 39.806 peserta didik dari seluruh jenjang pendidikan.

Rinciannya sebagai berikut:

  1. TK: 388 guru, 205 tendik, 4.574 peserta didik
  2. SD: 1.271 guru, 568 tendik, 24.763 peserta didik
  3. SMP: 550 guru, 231 tendik, 10.469 peserta didik

Dengan kondisi ini, Erwandy berharap agar formasi guru bisa lebih diprioritaskan dalam rekrutmen ASN ke depan, terutama bagi bidang studi yang benar-benar dibutuhkan oleh sekolah.

"Kami sangat berharap formasi guru menjadi prioritas. Pendidikan adalah fondasi masa depan, dan tanpa guru yang cukup, kualitas pendidikan akan terus terhambat," tutupnya. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

 

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved