Sholat Jumat di Rumah, Begini Hukum dan Tata Caranya
Sholat Jumat adalah sholat yang wajib dilakukan oleh laki-laki Muslim pada hari Jumat, menggantikan sholat Zuhur
Penulis: Agis Priyani | Editor: fitriadi
BANGKAPOS.COM - Sholat Jumat adalah sholat yang wajib dilakukan oleh laki-laki Muslim pada waktu zuhur di hari Jumat.
Hukum shalat Jumat adalah fardhu 'ain (wajib) bagi setiap laki-laki muslim yang telah baligh dan berakal, serta tidak memiliki uzur syar'i.
Sholat Jumat dikerjakan secara berjamaah setelah khotib menyampaikan khutbah jumat.
Lantas bolehkah sholat jumat di rumah?
Tidak ada istilah yang menyebut sholat jumat di rumah.
Dalam hukum Islam, ada istitah sholat zuhur pengganti sholat jumat.
Sholat zuhur pengganti sholat jumat bisa dikerjakan di rumah, asal memenuhi syarat secara syar'i.
Dalam 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' karya Rina Ulfatul Hasanah dijelaskan bahwa salah satu syarat sah dan wajib sholat Jumat adalah dengan mendirikannya di tempat yang berpenduduk banyak.
Baik itu di kota maupun desa. Tidak hanya itu saja, penduduk sekitar juga harus menetap di sekitar lokasi yang dijadikan tempat sholat Jumat.
Kemudian syarat sah dan wajib sholat Jumat juga harus dilakukan secara berjemaah. Rasulullah SAW tidak pernah melakukan sholat Jumat secara sendiri atau munfarid.
Adapun jumlah jemaah yang perlu dipenuhi selama sholat Jumat adalah setidaknya minimal 40 orang laki-laki yang telah baligh.
Meskipun begitu, terdapat pandangan lain yang meyakini jemaah sholat Jumat harus lebih dari 40 orang.
Pengerjaan sholat Jumat dilakukan dalam dua rakaat dan didahului dengan khutbah.
Syarat sah dan wajib sholat Jumat juga dijelaskan dalam 'Buku Pintar Muslim dan Muslimah' karya Rina Ulfatul Hasanah, bahwa jumlah jemaah yang mengerjakannya paling sedikit 40 orang dan didahulukan dengan khutbah.
Pelaksanaan sholat Jumat juga dikerjakan pada waktu zuhur.
Lebih lanjut, di dalam laman Nahdlatul Ulama turut dijelaskan mengenai ketentuan mengerjakan sholat Jumat.
Dikatakan bahwa sholat Jumat dapat dilakukan di tempat luas, asalkan imam dan makmum tidak ada jarak melebihi 140 meter.
Kemudian sholat Jumat juga dapat dilakukan di masjid atau gedung yang terpisahkan oleh dua lantai berbeda. Misalnya saja imam di lantai satu dan makmum di lantai dua.
Merujuk dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa kaum muslim hendaknya mengerjakan sholat Jumat secara berjemaah apabila tidak memiliki uzur atau halangan tertentu.
Hal ini lebih utama dilakukan di masjid atau tempat-tempat yang sesuai dengan ketentuan dalam syariat Islam.
Sebaliknya, saat seseorang memiliki uzur atau halangan dapat mengerjakan sholat zuhur sebagai gantinya.
Tata Cara Sholat Zuhur Pengganti Sholat Jumat di Rumah
Berikut tata cara sholat dzuhur untuk mengganti sholat jumat.
1. Niat shalat duhur
Sebelum takbiratul ikhram, silahkan berdiri tegak menghadap kiblat sambil mengukuhkan niat shalat di dalam hati untuk melaksanakan ibadah shalat karena Allah SWT.
Adapun niat shalat duhur bacaan latin dan artinya adalah sebagai berikut:
Bacaan niat shalat duhur saat mengerjakannya sendiri.
اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى
"ushalli fardhazh-zhuhri arba'a raka'aatin mustaqbilal-qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa."
Terjemahannya: Aku berniat shalat fardu duhur 4 raka'at menghadap kiblat karena Allah Ta'ala
Niat shalat duhur sendiri memiliki perbedaan saat dikerjakan jika dalam posisi sebagai imam atau saat sebagai makmum.
Bacaan niat shalat duhur saat menjadi makmum atau berjamaah.
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
"ushalli fardhazh-zhuhri arba'a raka'aatim mustaqbilal-qiblati adaa'an ma'muman lillaahi ta'aalaa."
Terjemahannya: aku sengaja shalat fardhu duhur 4 raka'at menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah.
Adapun hukum membaca doa iftitah dalam shalat adalah sunnah.
Bacaan niat shalat duhur saat menjadi imam.
اُصَلِّى فَرْضَ الظُّهْرِاَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً اِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
"ushalli fardhazh-zhuhri arba'a raka'aatim mustaqbilal-qiblati adaa'an imaman lillaahi ta'aalaa."
Terjemahannya: aku menyengaja shalat fardhu duhur 4 raka'at menghadap kiblat sebagai imam karena Allah.
2. Gerakan dan bacaan shalat duhur
- Takbiratul ikhram
Takbiratul ikhram merupakah rukun shalat.
Oleh sebab itu, tidak akan sah shalat seseorang jika dengan sengaja meninggalkan salah satu rukun shalat.
Adapun yang dimaksud dengan takbiratul ikhram adalah membaca atau mengucapkan takbir (Allahu akbar), bukan mengangkat kedua tangan.
Sementara mengangkat tangan ketika takbiratul ihram hukumnya sunnah, tidak wajib.
Setelah selesai takbiratul ikhram (mengucapkan "Allahu akbar") kemudian meletakkan telapak tangan kanan di atas pungguh telapak tangan kiri, keduanya tepat di atas dada atau ulu hati.
- Membaca doa iftitah
Doa Iftitah adalah doa yang dibaca ketika shalat, antara takbiratul ihram raka'at pertama dan ta’awudz sebelum membaca surat Al Fatihah.
Berikut adalah lafadz bacaan doa iftitah.
(Allahu akbar kabiira wal-hamdu lillaahi kasiira wa subhaanallaahibukrataw wa ashiilaa. innii wajjahtu wajhiya lil-ladzii fatharas-samaawaati wal ardha haniifam muslilaw wamaa ana minal-musyrikiin. innaa shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil-aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin).
Terjemahannya: Allah Maha Besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji hanya kepunyaan Allah, pujian yang banyak, dan Maha Suci Allah di waktu pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan Bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin.
Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu baginya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan nya, dan aku golongan dari orang Muslimin.
- Membaca Surat Fatihah
Setelah selesai membaca doa iftitah, kemudian dilanjutkan dengan membaca Fatihah.
Membaca surat Al-Fatihah merupakan Rukun shalat pada setiap raka'at, baik itu shalat fardhu maupun shalat sunnah. Jadi, ini wajib dibaca.
Adapun lafadz bacaannya adalah sebagai berikut :
(Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahi rabbil alamin. arrahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin, iyyaka nabudu waiyyaaka nastaiin. Ihdinashirratal mustaqim, shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi alaihim waladhaalin. Aamiin)
Terjemahannya: Dengan menyebut nama Allah yang naha pemurah lagi maha penyayang, segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, yang menguasai di hari, pembalasan, hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan, tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
3. Membaca surat atau ayat-ayat tertentu dari Alqran
Setelah selesai membaca Surat Al-Fatihan dan Amin, kemudian membaca ayat atau surat Alquran.
Dalam panduan shalat duhur di sini, dicontohkan membaca Surah An-Nas berikut bacaannya.
Qul a'uudzu birabbin naas. malikinnaas. ilaahinnaas. min syarri lwaswaasi ikhannaas. alladzii yuwaswisu fii shuduurinnaas. mina ljinnati wannaas.
4. Ruku' disertai tuma'ninah
Menurut kesepakatan ulama, ruku merupakan salah satu rukun shalat .
- Sebelum ruku terlebih dahulu diawali dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga seperti ketika takbiratul ihram dengan mengucapkan takbir (Allahu akbar).
- Ketika ruku, posisi pungguh dan kepala sejajah membentuk garis lurus, kedua telapak tangan berada tepat di lutut. Kedua lengan diusahakan selurus mungkin.
Seraya membaca bacaan ketika ruku' seperti berikut ini:
(Subhana rabbial adhimi wabihamdi)
* Keterangan: dibaca 3 kali
- Setelah selesai ruku', kemudian I'tidal, yaitu bangkit dari ruku' sembari mengangkat kedua tangan sejajar telinga, seraya membaca :
(Samiallahulimanhamida)
- Kemudian kedua tangan diluruskan kebawah sambil berdiri tegak, seraya membaca :
(Rabbana laka hamdu milussamawati wamilluardi wamilumasyikta miingsaiing bakdu)
- Kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan takbir (Allahu akbar) tanpa mengangkat kedua tangan lalu melakukan sujud
5. Sujud disertai dengan tuma'ninah
Menurut ijma', sujud dalam setiap raka'at sebanyak dua kali termasuk rukun shalat. Dalilnya yaitu Firman Allah SWT dalam Qur'an Surat Al-Hajj: 77 yang terjemahannya: "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah dan bersujudlah..."
Adapun tata cara sujud adalah sebagai berikut:
- Meletakkan kedua lutut dan jari jemari kedua kaki diatas sajadah (tempat sujud).
- Disusul dengan meletakkan kedua telapak tangan diatas sajadah, diteruskan dengan merapatkan dahi dan hidung di atas sajadah.
- Kemudian posisi kedua telapak tangan sejajar dengan pundak dan meregangkan kedua telapak tangan dari lambung dan siku terangkat ke atas, tidak menempel ke lantai, kemudian membaca bacaan ketika sujud.
Berikut bacaannya:
(Subhanna rabbial akla wabihamdi)
* Keterangan: dibaca 3 kali
- Kemudian bangun dari sujud dengan mengucapkan takbir (ALLAAHU AKBAR), untuk kemudian melakukan duduk di antara dua sujud.
6. Duduk di antara dua sujud disertai dengan tuma'ninah
Adapun cara duduk diantara dua sujud adalah sebagai berikut:
- Duduk diatas telapak kaki kiri, sedangkan kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
- Kedua telapak tangan diletakkan di atas kedua lutut, kemudian membaca doa berikut ini :
(Rabbi firli warhamni wajburni warfakni wahdini waafini wafuani)
- Kemudian mengucapkan "Allahu akbar" untuk kemudian melakukan kembali sujud yang kedua kalinya pada raka'at pertama
7. Sujud Kedua
Untuk sujud kedua cara dan bacaannya sama seperti halnya sujud pertama, yaitu:
Berikut bacaannya:
(Subhanna rabbial akla wabihamdi)
* Keterangan: dibaca 3 kali
Kemudian bangun dari sujud untuk berdiri tegak seraya mengucapkan "Allahu akbar" lalu bersedekap, kemudian dilanjutkan ke raka'at kedua / raka'at akhir shalat duhur
Perhatian: bacaannya sama saja dengan apa yang ditulis di atas, Anda bisa mengganti bacaan doa pendek setelah Al Fatihah dengan doa pendek lainnya.
8. Duduk tasyahud (tahiyyat) akhir
Duduk dan membaca tasyahud akhir merupakan salah satu rukun shalat.
Apabila ditinggalkan baik secara sengaja maupun tidak sengaja maka shalatnya batal.
Adapun cara duduk tahiyyah akhir adalah sebagai berikut:
- Duduk diatas telapak kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
- Jari telunjuk kanan diacungkan ketika membaca kalimat (il-lallaahi), sementara jari-jari yang lain menggenggam.
- Telapak tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri
Adapun untuk bacaan tasyahhud atau tahiyyat akhir secara lengkap adalah sebagai berikut :
At'tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thayyibaatulillaah. As-salaamu'alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wabarakaatuh, assalaamu'alaina wa'alaa ibaadillaahisaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar rasulullaah. Allaahumma shalli'alaa sayyidinaa muhammad. Wa'alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa shallaita alaa sayyidina ibraahiim wa alaa aali sayyidina ibroohiim. Wabaarik'alaa sayyidina muhammad wa alaa aali sayyidina muhammad. Kamaa baarakta alaa sayyidina ibraahim wa alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil'aalamiina innaka hamiidum majiid.
- Duduk diatas telapak kaki kiri, sedang kaki kanan bertumpu dengan ujung jari-jari yang dilipat ke bawah
- Jari telunjuk kanan diacungkan ketika membaca kalimat (il-lallaahi), sementara jari-jari yang lain menggenggam.
- Telapak tangan kiri diletakkan di atas lutut kiri
9. Mengucapkan salam
Tata cara salam:
- Mengucap salam seraya telunjuk jari kanan di tarik kembali dan menoleh ke arah kanan hingga pipi kanan kelihatan seluruhnya dari belakang.
- Diteruskan dengan mengucapkan salam kembali seraya menoleh ke arah kiri hingga pipi kiri kelihatan dari belakang.
Mengucapkan salam merupakan salah satu rukun shalat.
(Bangkapos.com/Tribun Sumsel/Tribun Kaltim)
| Niat Sholat Hajat, Tata Cara, Zikir dan Doanya Agar Cepat Terkabul |
|
|---|
| Antrean Solar Sejak Subuh, Penjualan Dexlite di SPBU Selindung Turun 50 Persen |
|
|---|
| Harga BBM Nonsubsidi Naik, Pembelian Pertamina Dex di Bangka Selatan Anjlok |
|
|---|
| Drone Thermal dan Alat Anti Buaya Diterjunkan, Pencarian Korban di Sungai Nyireh Berlanjut |
|
|---|
| Penggerebekan Dini Hari, Polisi Ringkus Dua Pengedar Sabu di Bangka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ilustrasi-Sholat-Jumat.jpg)