Minggu, 10 Mei 2026

Ada Opsi Rencana TPP PNS Babel Dipotong Imbas APBD Babel 2025 Defisit, Gini Rinciannya per Eselon

Ada Opsi Rencana TPP PNS Babel Dipotong Imbas APBD Babel 2025 Defisit, Gini Rinciannya per Eselon

Tayang:
Penulis: Dedy Qurniawan CC | Editor: Dedy Qurniawan
Tribunnews.com
TPP PNS BABEL TERANCAM - Ilustrasi pemotongan TPP PNS BABEL 

BANGKAPOS.COM- Tambahan penghasilan pegawai (TPP) PNS Pemprov Bangka Belitung terancam dipotong.

Pemotongan ini terjadi imbas APBD 2025 Babel yang mengalami defisit.

Selain pemotongan TPP, pemangkasan anggaran perjalanan dinas juga menjadi opsi untuk mensiasati cekaknya APBD.

Pj Sekda Bangka Belitung Fery Afrianto menjelaskan postur anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) 2025 mengalami sejumlah pergeseran hingga caturwulan I periode April 2025.

Potensi defisit pada APBD 2025 berjalan bisa mencapai Rp273 miliar.

"Defisit ini juga disumbang dari sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) dana alokasi umum (DAU) Pemerintah Pusat yang mengalami pemotongan sekitar Rp49 miliar, yang sebelumnya mendapat Rp163 miliar, kini hanya mendapat Rp114 miliar," ujar Ferry Afrianto.

Defisit terjadi karena berkurangnya dua sumber pendapatan yakni dari DAU dan adanya SILPA pada pada awal tahun Provinsi Bangka Belitung.

"Kita masih harus mengencengkan ikat pinggang dan TAPD memberikan beberapa alternatif, dalam menghadapi efisiensi tahap kedua demi menyeimbangkan pendapatan, dan belanja daerah, yang selanjutnya menyesuaikan dengan posisi pendapatan daerah untuk dibahas bersama DPRD," tuturnya.

Alternatif yang diajukan TAPD yaitu kembali melakukan pemangkasan anggaran pada perjalanan dina  di seluruh perangkat daerah sebesar 50 persen dari anggaran yang disediakan sekitar Rp70 miliar.

"Jika dirata-ratakan tiap perangkat daerah, hanya akan menerima Rp 1,1 miliar per tahun. Nominal tersebut masih akan dilakukan penyesuaian, dalam skala prioritas," katanya.

Alternatif lain yang dikemukakan dengan memotong tambahan penghasilan pengawai (TPP) ASN yang disesuaikan dengan tingkatan jabatan struktural.

Rencana penyesuaiannya berdasarkan eselon diantaranya adalah eselon 2 (40 persen), eselon 3 (35 persen), dan eselon 4 dan staf (30 persen).

"Dengan pemotongan TPP ini diproyeksikan akan memberikan efisiensi sekitar Rp85 miliar, efisiensi juga akan dilakukan pada sektor lainnya," ucapnya.

Namun, di tengah-tengah efisiensi tersebut, pihaknya memastikan akan memperhatikan pelayanan kepada masyarakat dengan melakukan penambahan anggaran pada beberapa fokus kegiatan, seperti mengakomodir pembiayaan BPJS Kesehatan bagi masyarakar sebesar Rp10 miliar, infrastruktur dan sanitasi, yaitu pemeliharaan berkala jalan sebesar Rp15 miliar.

"Fokus efisiensi yang sudah kita lakukan akan kita alokasikan untuk belanja yang prioritas sebagaimana arahan pemerintah pusat seperti bidang kesehatan, pendidikan, infrastruktur. Ada kegiatan yang harus ditahan, dikurangi, sehingga balance, seimbang antara pendapatan dan belanja kita," ungkapnya. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Caption: Pj Sekda Bangka Belitung, Ferry Afrianto. (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved