Berita Pangkalpinang
DKPUS Babel Gelar Lokakarya untuk Perkuat Wawasan Penulis Menghadapi Perkembangan Digital
Plt Kepala DKPUS Babel mengatakan literasi digital menjadi kebutuhan penting agar masyarakat bisa menghadapi perkembangan teknologi informasi
Penulis: Teddy Malaka | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA — Tantangan dunia digital semakin kompleks. Setelah ancaman hoaks, kini hadir kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang perlu disikapi dengan bijak.
Hal ini menjadi perhatian utama dalam Lokakarya Literasi Digital yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kamis (15/5/2025).
Bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan Umum Daerah, kegiatan ini menghadirkan para praktisi media digital untuk berbagi ilmu kepada para pegiat literasi, mahasiswa, guru, dan masyarakat umum di Bangka Belitung yang dibiayai melalui Dana DAK Non Fisik 2025.
“Saat ini tantangan di dunia digital semakin canggih. Setelah hoaks, kini ada namanya artificial intelligence atau AI,” ujar Doni Golput, Pelaksana Tugas Kepala DKPUS Babel.
Menurut Doni, literasi digital menjadi kebutuhan penting agar masyarakat bisa menghadapi perkembangan teknologi informasi secara tepat.
Ia berharap para peserta dapat menyerap ilmu dari para pemateri dan menerapkannya demi kemajuan dunia literasi di daerah.
“Saya harap ilmu yang disampaikan para pemateri bisa berguna untuk kemajuan pegiat literasi,” tambahnya.
Beberapa narasumber yang hadir antara lain jurnalis senior Harian Kompas, Kris Mada, Content Manager Pos Belitung Teddy Malaka, dan perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Faturrachman, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Lokakarya Literasi Digital, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan literasi digital di kalangan pengelola perpustakaan dan pegiat literasi.
“Ini salah satu kegiatan yang memang untuk meningkatkan literasi digital, karena di dalam perpustakaan itu sekarang para pengelolanya harus mempunyai peningkatan literasi dalam bentuk digital,” jelas Faturrachman.
Ia menambahkan bahwa DKPUS Babel telah mengembangkan layanan literasi digital melalui aplikasi I-Pusda Babel, serupa dengan platform *I-Pusnas* milik Perpustakaan Nasional.
“Seperti kami yang punya perpustakaan di gedung layanan perpustakaan, kami punya juga literasi digital kami dalam bentuk I-Pusda Babel, kalau di Perpurnas yakni I-Pusnas,” katanya.
Tak hanya memberikan pemahaman teknis, lokakarya ini juga bertujuan membangun kesadaran agar peserta bisa menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab.
“Ini untuk peningkatan kepada para pegiat literasi untuk mengetahui cara dan seluk-beluk dalam menggunakan literasi digital itu sendiri,” tuturnya.
Lebih jauh, Faturrachman menekankan bahwa literasi digital adalah bagian penting dalam menyongsong era digitalisasi nasional, khususnya dalam menyambut visi Indonesia Emas 2045.
“Harapan kita para pegiat literasi lebih melek dengan dunia digital, karena kita menyongsong Indonesia Emas 2045, kita targetnya adalah kita lebih ke arah digitalisasi untuk perpustakaan itu sendiri,” pungkasnya.(tea)
| Lapas Kelas IIA Pangkalpinang Perkuat Sinergi Bangun Komunikasi dengan Insan Pers |
|
|---|
| Polsek Belinyu Tertibkan Tambang Ilegal Rambah Fasilitas Umum di Gunung Muda Belinyu |
|
|---|
| Unmuh Babel Gelar PKM di Malaysia Bawa Budaya Bangka Belitung ke Kancah Internasional |
|
|---|
| Ketua KONI Pusat Soroti Minimnya Anggaran Porprov Bangka Belitung 2026 |
|
|---|
| Anggaran Sangat Minim, Pelaksanaan Porprov Bangka Belitung 2026 Terancam Tak Maksimal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Literasi-Digital-di-DKPU-Babel.jpg)