Advetorial
PLN ULTG Belitung Edukasi Masyarakat Agar Tak Bermain Layang-Layang di Sekitar SUTT
Sosialisasi tersebut dilakukan PT PLN (Persero) untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan keselamatan masyarakat.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - PT PLN (Persero) melalui Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Belitung melakukan sosialisasi ke masyarakat agar tak bermain layang-layang di sekitar jaringan transmisi listrik.
Kegiatan ini dilaksanakan di Komplek Perumahan Pelangi, Tanjungpandan, Belitung, dengan melibatkan warga setempat serta pengelola lingkungan perumahan.
Sosialisasi tersebut dilakukan PT PLN (Persero) untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan dan keselamatan masyarakat.
Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai risiko yang ditimbulkan oleh aktivitas bermain layang-layang di dekat jaringan listrik tegangan tinggi.
Selain berpotensi mengganggu kontinuitas pasokan listrik, benang layang-layang—terutama yang berbahan kawat atau basah—dapat menjadi penghantar listrik yang membahayakan keselamatan jiwa.
Manajer PLN ULTG Belitung, Teddy Mardona menyampaikan bermain layang-layang merupakan salah satu kesenangan dan hobi yang banyak digemari anak-anak.
Namun, aktivitas ini bisa menjadi sangat berbahaya apabila dilakukan di dekat jaringan listrik tegangan tinggi.
“Kami mengimbau agar masyarakat, khususnya anak-anak, tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik. Aktivitas ini sangat berisiko karena dapat menimbulkan gangguan pada sistem transmisi serta membahayakan keselamatan,” tegas Manajer ULTG Belitung dalam sambutannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah preventif PLN dalam menekan potensi gangguan kelistrikan akibat layang-layang tersangkut di konduktor saluran udara tegangan tinggi (SUTT/SUTET), yang dalam beberapa kasus dapat menyebabkan pemadaman listrik meluas.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari pengelola Komplek Pelangi, Bapak Rusdi, yang turut hadir dalam acara tersebut.
“Kami sangat mendukung upaya PLN dalam mengedukasi masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas kami, dan kami akan terus mengingatkan agar bermain layang-layang dilakukan di lokasi yang aman dan jauh dari jaringan listrik,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, selain penyampaian materi secara langsung, tim ULTG Belitung juga membagikan media edukasi seperti poster dan leaflet bergambar yang menjelaskan jarak aman terhadap jaringan listrik serta ilustrasi bahaya yang mungkin terjadi.
PLN berharap, melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat semakin meningkat mengenai pentingnya menjaga keselamatan saat beraktivitas di sekitar infrastruktur kelistrikan. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan listrik yang andal, aman, dan berkelanjutan. (*/E8)
| Wali Kota Berharap Keberadaan Alumni FKIP Unsri Babel Perkuat Kualitas Pendidikan di Pangkalpinang |
|
|---|
| BPJS Ketenagakerjaan Lindungi Seluruh Atlet Triathlon Kabupaten Bangka 2026 |
|
|---|
| HIPMI Babel Siap Gelar FORBISDA 2026, Satukan Energi Pengusaha Muda untuk Masa Depan Bangka Belitung |
|
|---|
| PT Timah Perkuat Budaya K3 dan HSE di Lingkungan Perusahaan untuk Operasional Berkelanjutan |
|
|---|
| 60 Peserta Ikuti Program Kelas Beasiswa PT Timah di SMAN 1 Pemali Tahun Ajaran 2026/2027 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Sosialisasi-PLN-tak-main-layang-layang.jpg)