Tribunners
Investasi Pendidikan
Sebagai aset yang paling berharga, pendidikan tidak pernah sia-sia dan memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar
Oleh: Syamsul Bahri - Kepala MTs Al-Hidayah Toboali
MENDENGAR kata investasi, sebagian kita pasti berorientasi kepada bisnis yang akan mendatangkan keuntungan, karena investasi biasanya selalu terkait dengan keuangan yang diharapkan membawa kebahagiaan di masa mendatang. Rayuan-rayuan yang ada kata investasinya membuat sebagian orang kadang terbuai dan terlena. Akibatnya, ada sebagian yang tanpa pikir panjang lagi untuk berinvestasi dengan mengorbankan segala yang dimiliki.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), investasi diartikan sebagai penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan maupun proyek dengan tujuan memperoleh keuntungan. Sementara itu, menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi adalah penanaman modal yang biasanya dilakukan dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva tetap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain dengan tujuan memperoleh keuntungan. Investasi juga bisa diartikan sebagai komitmen atas sejumlah dana yang dilakukan pada saat ini dengan tujuan untuk memperoleh sejumlah keuntungan di masa yang akan datang.
Melihat pengertian investasi di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan akhir investasi adalah mendapatkan keuntungan. Selanjutnya dalam e-journal.uajy.ac.id disebutkan macam investasi yang dipilih orang pada zaman modern ini, di antaranya adalah aset-aset real atau aset yang berwujud, seperti emas, tanah, ataupun bangunan. Investasi dapat juga dilakukan pada aset-aset finansial atau aset yang berbentuk sekuritas, seperti saham, obligasi, reksa dana, dan deposito.
Namun, ternyata investasi itu tidak hanya terbatas pada materi saja. Investasi juga bisa dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa menggunakan materi dan benda-benda real saja. Salah satunya dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Investasi dalam pendidikan bisa lebih menjanjikan dan bisa lebih mendapatkan keuntungan yang luar biasa. Investasi dalam pendidikan bisa dilaksanakan dengan menggunakan materi dan juga nonmateri.
Jika menggunakan materi, maka bisa direalisasikan dengan membantu lembaga-lembaga pendidikan yang sudah rusak ruang belajarnya, keadaan keuangannya yang memprihatinkan atau bantuan-bantuan lain untuk siswanya. Jika investasi nonmateri, maka bisa dilakukan dengan pemberian ilmu kepada siswa yang belajar di pendidikan formal maupun orang yang belajar di lembaga nonformal (seperti pendidikan non formal, pengajian, dan sejenisnya).
Dalam artikel yang dimuat Ditmawa Upi dijelaskan investasi pendidikan merupakan investasi paling berharga yang dapat dilakukan oleh individu. Berbeda dengan investasi lain yang bisa mengalami penyusutan nilai, investasi dalam pendidikan menawarkan manfaat jangka panjang yang abadi. Melalui pendidikan, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreativitas yang penting dalam kehidupan.
Investasi pendidikan juga bertujuan membuka peluang untuk mobilitas sosial dan ekonomi. Dengan pendidikan yang baik, seseorang memiliki kesempatan lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, berpenghasilan lebih tinggi, dan mencapai kestabilan finansial. Pendidikan juga berperan penting dalam membentuk karakter dan etika, yang menjadi fondasi kuat untuk kesuksesan di berbagai aspek kehidupan.
Terkait pengertian dan tujuan investasi pendidikan di atas, tampaknya ucapan guru-guru kita dahulu sangat berbanding lurus. Ucapan tersebut adalah jika kita memberikan atau mengajarkan ilmu kepada seseorang, maka ilmu kita akan terus bertambah.
Semisal kita mengajarkan surah Al-Fatihah kepada seseorang, maka tidak hanya pahala yang kita dapat, tetapi akan membuat kita lebih fasih lagi melafalkan surah Al-Fatihah dan akan terus mendapatkan ganjaran pahala jika orang yang kita ajari terus mengamalkannya. Ini artinya surah Al-Fatihah yang kita ajarkan merupakan investasi kita di masa mendatang dan tentunya kita akan mendapatkan keuntungan dari pengajaran kita itu.
Bahkan menurut Ali bin Abi Thalib, pikiran yang cerdas dan terpelajar adalah aset yang tak ternilai harganya. Dengan memiliki pengetahuan yang luas dan kemampuan berpikir yang tajam, kita dapat mencapai kesuksesan dan kebahagiaan dalam hidup. Ali bin Abi Thalib juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai warisan yang berharga.
Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu kesempatan dan mencapai potensi penuh kita. Dengan pendidikan yang baik, kita dapat memperoleh keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk sukses dalam karier dan kehidupan pribadi. Pendidikan juga membantu kita mengembangkan pemikiran kritis dan analitis sehingga kita dapat membuat keputusan yang bijaksana dan bertanggung jawab. (Kompasiana.com).
Menurut Aldora Intania Wulansari, investasi dalam bidang pendidikan merupakan kunci penting dalam membuka pintu menuju masa depan yang lebih cerah, baik untuk individu maupun masyarakat secara keseluruhan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya investasi dalam pendidikan, serta mengenali manfaat yang dapat diperoleh dan strategi untuk mengoptimalkannya, individu dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menjamin kesuksesan pribadi mereka dan memberikan kontribusi yang positif kepada masyarakat. Sebagai aset yang paling berharga, pendidikan tidak pernah sia-sia dan memiliki dampak jangka panjang yang sangat besar. (*)
| Totalitas Berliterasi: Luruskan Niat, Kuatkan Komitmen |
|
|---|
| Sistem Pemilihan dan Tantangan Mendasar Partai Politik Indonesia |
|
|---|
| Masa Depan Koperasi Desa Merah Putih dan Harapan Baru Ekonomi Desa |
|
|---|
| Merayakan Hari Jadi Daerah dengan Puisi |
|
|---|
| Tahun Baru, Luka Lama: Amerika, Venezuela, dan Kekerasan yang Dinormalkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250313_Syamsul-Bahri.jpg)