Tribunners

Armuzna dan Kesiapan Jemaah 

Jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijah 1446 Hijriah atau bertepatan 4 Juni 2025 dimulai pagi hari secara bertahap.

Editor: suhendri
Istimewa/Dok. Abdul Rahman Nasir
Abdul Rahman Nasir - Ketua Rombongan 5 Kloter 6 PLM 

Oleh: Abdul Rahman Nasir - Ketua Rombongan 5 Kloter 6 PLM

PEMERINTAH Arab Saudi resmi menetapkan 1 Zulhijah seperti halnya yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, yakni pada tanggal 28 Mei 2025. Dengan demikian, puncak haji atau yang lebih dikenal Wukuf di Arafah akan berlangsung pada Kamis, 5 Juni 2025, setelah matahari tergelincir (waktu zuhur) sampai dengan subuh, 6 Juni 2025.

Selain Wukuf di Arafah, jemaah haji juga akan melakukan serangkaian ibadah haji yang merupakan bagian dari puncak haji. Armuzna yang merupakan singkatan dari Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan 3 tempat yang akan menjadi titik pelaksanaan puncak haji.

Jemaah haji Indonesia diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijah 1446 Hijriah atau bertepatan 4 Juni 2025 dimulai pagi hari secara bertahap. Masing-masing jemaah akan diberangkatkan sesuai syarikah (perusahaan Arab Saudi) yang menaungi jemaah. Dengan demikian, antara jemaah satu rombongan bisa saja berpisah saat di Armuzna jika syarikahnya berbeda. 

Dikutip pada laman Kemenag RI untuk pertama kalinya pengelolaan haji di Arab Saudi dikelola sebanyak 8 syarikah. Berdasarkan identifikasi penulis selaku Ketua Rombongan 5 Kelompok Terbang 6 Embarkasi Palembang (Kloter 6 PLM), jemaah haji yang tergabung dalam rombongan 5 di bawah pengelolaan satu syarikah, yakni Mashariq al-Dhahabiah Company. Namun, tidak menutup kemungkinan ada jemaah dari rombongan 5 yang terpisah dan bergabung dengan rombongan lain baik satu kloter maupun berbeda kloter. 

Sebagaimana terjadi saat keberangkatan jemaah haji dari Madinah ke Kota Makkah al-Mukarramah. Seorang anggota jemaah lansia dari rombongan 4 yang bergabung ke rombongan kami, rombongan 5, sempat terjadi masalah, sebab anggota jemaah lansia tersebut menolak terpisah dengan rombongannya. Sementara itu, manifes keberangkatan harus sesuai dengan kondisi yang sudah ditetapkan oleh syarikah. Dengan pendekatan emosional oleh salah satu anggota jemaah, akhirnya anggota jemaah lansia itu bersedia berpisah dengan rombongannya. 

Kemungkinan cerita yang sama akan terjadi saat pemberangkatan dan penempatan di Armuzna. Hal ini sebagaimana disampaikan Ketua Kloter 6 PLM saat rapat pemantapan Armuzna pada Rabu (28/5) di Albow Tower Makkah.

Rangkaian kegiatan puncak haji di Armuzna dimulai pada 9 Zulhijah (5 Juni 2025) saat matahari mulai tergelincir (masuk waktu zuhur) wukuf di Arafah. Kemudian setelah magrib, 9 Zulhijah, persiapan ke Muzdalifah yang akan diberangkatkan secara bertahap menggunakan bus yang sudah disiapkan. Di Muzdalifah melakukan mabit (bermalam) sampai tengah malam dan mengambil kerikil untuk persiapan melontar jumrah di Mina pada 10, 11, 12, dan 13 Zulhijah (Nafar Tsani).

Rangkaian puncak haji di Armuzna ini diprediksi padat jemaah. Sebab, jemaah seluruh dunia akan berkumpul di titik ini. Bagi jemaah Indonesia, khususnya Kloter 6 PLM, diinstruksikan selama di Armuzna untuk tetap aktif di WhatsApp grup. Sebab, instruksi akan disampaikan dari satu sumber, yakni ketua kloter. Jemaah dilarang melakukan rangkaian puncak haji secara sendiri-sendiri, harus dalam satu komando. Sekali lagi, ini karena kondisi jemaah yang padat.

Selain melaksanakan puncak haji, jemaah juga harus memperhatikan keselamatan masing-masing. Selama di Armuzna, jemaah hanya diperbolehkan membawa 1 tas yang berlabel ARMUZNA. Untuk konsumsi selama di Armuzna sudah disiapkan oleh PPIH sehingga jemaah tidak perlu membawa makanan masing-masing. 

Jemaah diimbau untuk meningkatkan kesabaran dan tetap menjaga kesehatan. Selama di Armuzna, berdasarkan data manasik haji beberapa waktu yang lalu, diperkirakan jemaah akan menempuh sekitar 99 kilometer termasuk pengangkutan dengan bus. Jarak ini diperkirakan perjalanan selama di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Termasuk jarak tempuh selama melakukan lontar jumrah di Mina (bolak-balik) pada 10 sampai 13 Zulhijah 1446 Hijriah. 

Setelah rangkaian puncak haji di Armuzna dilanjutkan dengan tawaf ifadoh dan sai sebagai rukun  haji ditutup dengan tahalul tsani. Dengan tahalul tsani tersebut, maka rangkaian puncak haji selesai. Setelah rangkaian haji selesai, sambil menunggu jadwal kepulangan dan tawaf wada (perpisahan) Kloter 6 PLM dipersilakan menjalankan sunah-sunah haji dan umrah dengan tetap menjaga kesehatan.

Semoga jemaah haji Indonesia dan dunia dapat melaksanakan rangkaian haji terutama puncak haji di Arafah dalam keadaan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dan daerah masing-masing membawa haji mabrur dan mabruroh. Amin. (*)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved