Jumat, 29 Mei 2026

Bangka Pos Hari Ini

Penjualan Hewan Kurban di Bangka Selatan Mulai Meningkat, Pedagang Pastikan Sapi Bebas PMK

Menjelang hari raya Iduladha tahun 2025, permintaan hewan kurban mengalami peningkatan. Peternak sapi lokal lokal menerima pesanan yang terus berdatan

Tayang:
Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Bangkapos.com/Cepi Marlianto
HEWAN KURBAN - Beberapa ekor sapi yang siap dijadikan hewan kurban di kandang milik Dodo di Kota Toboali, Minggu (1/6/2025). Menjelang Hari Raya Iduladha permintaan hewan kurban di kandang miliknya terus mengalami peningkatan. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sejumlah peternak lokal di Kota Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai meraup untung dari penjualan hewan kurban

Menjelang hari raya Iduladha tahun 2025, permintaan hewan kurban mengalami peningkatan. Peternak sapi lokal lokal menerima pesanan yang terus berdatangan.

Penjual hewan kurban, Widodo Haji Munari mengakui, memasuki hari raya Iduladha 1446 hijriah permintaan hewan kurban mengalami lonjakan signifikan sebesar 40 persen jika dibandingkan dengan tahun kemarin. 

Meningkatnya permintaan hewan kurban dirinya rasakan sudah hampir tiga pekan terakhir sebelum hari H.

"Alhamdulillah jika dibandingkan dengan tahun 2024 lalu daya beli masyarakat lebih banyak tahun ini," kata Widodo, Minggu (1/6).

Menurutnya, pada momentum Idulaha tahun 2024, dirinya hanya mampu menjual 14 ekor hewan kurban, sembilan ekor di antaranya merupakan sapi.

Sedangkan pada tahun 2025 ini sudah terjual sebanyak 16 ekor sapi dan diprediksi akan terus meningkat.

Kondisi ini diakuinya tak terlepas dari menggeliatnya perekonomian masyarakat. Seperti harga komoditas timah dan kelapa sawit yang mengalami kenaikan, imbasnya daya beli masyarakat bertambah.

Belum lagi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit lainnya yang telah berhasil dieliminasi lewat vaksinasi. 

Sapi-sapi yang dijual merupakan sapi yang telah memenuhi syarat sebagai hewan kurban. Kondisi ini membuat kepercayaan masyarakat untuk membeli hewan kurban terus bertambah setiap harinya. 

"Alhamdulillah sapi-sapi di kandang saya sudah rutin dilakukan pemeriksaan. Termasuk vaksinasi PMK," jelas Dodo, sapaan akrabnya.

Di kandang miliknya, terdapat dua jenis sapi yang dijual yakni sapi Madura dan sapi Bali dengan harga yang bervariasi sesuai bobot dan ukuran. 

Namun rata-rata harganya dibanderol paling murah Rp19 juta dan paling mahal Rp28 juta. Dari dua jenis sapi, yang paling banyak diminati masyarakat yaitu sapi Madura. 

Dikarenakan kualitas daging lebih bagus dan tampilan fisik terlihat lebih gagah. Sedangkan jenis sapi Bali memiliki karakteristik lebih pendek dan gemuk. 

Selain itu, permintaan hewan kurban kambing sejauh masih dalam kategori standar. Berdasarkan pengalamannya permintaan kambing baru akan melonjak signifikan pada H-5 atau H-4 Iduladha. 

"Untuk harga jual kambing kami jual sesuai dengan berat, ukuran dan jenis kambing mulai dari Rp3 juta hingga Rp5 juta," ujarnya.

Ia bersyukur tidak ada hewan yang terkena penyakit. Perawatan hewan di kandangnya juga cukup mudah. Ia berharap tahun ini bisa melampaui angka penjualan tahun lalu. (u1)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved