Tribunners
Mengambil Hikmah dari Kurban dan Haji
Kedua ibadah ini mengandung nilai keteguhan dan keimanan dan menjadi bukti pengorbanan yang didasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Oleh: Syamsul Bahri - Kepala MTs Al-Hidayah Toboali
DALAM agama Islam, setiap perayaan hari-hari besar selalu ada peristiwa yang melatarbelakanginya. Salah satu hari besar yang tentu ada latar belakangnya yaitu Iduladha. Iduladha adalah salah satu hari raya dalam agama Islam yang di dalamnya menyimpan berbagai peristiwa monumental dari peradaban kehidupan di bumi. Peristiwa tersebut selanjutnya diabadikan dalam sebuah ritual ibadah.
Setidaknya ada dua ibadah yang sangat identik dengan hari raya Iduladha, yaitu ibadah kurban dan haji. Kedua ibadah ini mengandung nilai keteguhan dan keimanan dan menjadi bukti pengorbanan yang didasari dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Ibadah kurban dan haji adalah ibadah yang berawal dari sejarah Nabi Ibrahim dan anaknya Nabi Ismail. Ibadah kurban berawal ketika Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk mengorbankan putranya, Ismail, dengan cara disembelih. Berbekal keimanan yang tinggi, Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah yang disampaikan Allah melalui sebuah mimpi. Namun, sebelum Nabi Ibrahim menyembelih Ismail, malaikat membawa seekor sembelihan dari surga sebagai gantinya.
Dari sejarah inilah umat Islam diperintahkan untuk menyembelih hewan kurban yang pada hakikatnya merupakan sebuah ibadah untuk mengingatkan kita semua untuk kembali kepada tujuan hidup, yaitu beribadah kepada Allah. Seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an Surat Adz-Dzariyat: 56. “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”
Hikmah dari ujian Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya adalah keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah Swt. Keikhlasan menjadi salah satu kunci untuk memperoleh rida Allah dengan menjalankan apa yang menjadi perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Jika kita melaksanakan ibadah tanpa didasari oleh keikhlasan, maka niscaya yang kita lakukan akan menjadi sebuah kesia-siaan belaka.
Dikarenakan ibadah kurban adalah untuk Allah Swt, maka sudah seharusnya kita memberikan hewan kurban yang terbaik yang kita punya. Prinsip ini akan menjadi bagian dari ketaatan kita kepada Allah. Hikmah lain dari ibadah kurban dapat dilihat dari makna kata kurban itu sendiri. Kurban dalam bahasa Indonesia berarti dekat. Oleh karena itu, kurban dapat diartikan mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya melalui wasilah hewan ternak yang dikurbankan atau disembelih.
Ibadah selanjutnya yang identik dengan hari raya Iduladha dan adalah ibadah haji ke tanah suci Makkah. Ibadah haji juga berawal dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Rangkaian kegiatan haji berawal dari kehidupan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail dalam bertahan hidup dan melawan godaan setan. Dan selanjutnya ibadah haji dijadikan kewajiban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam Al-Qur’an surat Ali Imran: 97 “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah.”
Mampu melaksanakan rukun Islam yang kelima ini memiliki artian siap untuk mengorbankan harta yang dimiliki sebagai wujud syukur atas nikmat harta dan kesehatan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Kesiapan kita mengorbankan harta untuk menjadi tamu Allah di Baitullah sekaligus mengajarkan kepada kita untuk menjauhi sifat kikir dan cinta terhadap kekayaan materi. Pengorbanan kita dalam berhaji juga mengajarkan kepada kita untuk tidak membangga-banggakan kekayaan ataupun kelebihan yang kita miliki karena pada dasarnya semua itu adalah karunia dan anugerah dari Allah.
Ibadah haji juga mengajarkan kepada kita untuk saling membantu dan saling bekerja sama dengan orang lain. Dengan perjalanan ibadah haji ditempuh dengan berduyun-duyun dan dalam perjalanan yang penuh dengan tantangan kesulitan dan pengorbanan, maka harus diikuti dengan semangat juang tinggi tanpa putus asa disertai dengan kedisiplinan dan kesabaran untuk mencapai sebuah tujuan.
Akhlaqul karimah kepada sesama manusia juga harus dikedepankan diiringi dengan kesadaran bahwa niat ke Baitullah adalah untuk beribadah, bukan untuk yang lain. Dengan niat yang benar, ibadah haji harus dapat membangkitkan semangat dan kesadaran diri untuk saling mengingatkan dalam kebenaran, menasihati dalam kesabaran dan menebarkan kasih sayang kepada seluruh ciptaan Allah Swt.
Ibadah haji adalah ibadah yang sudah ditentukan waktunya dengan artian harus meninggalkan aktivitas duniawi untuk fokus beribadah bagi kepentingan ukhrawi. Dalam ibadah haji, jemaah melakukan rangkaian ibadah sebagai upaya membersihkan diri dari dosa seraya mengharapkan ampunan, rahmat, dan rida Allah Swt. Mereka juga melatih kesabaran dengan kedisiplinan rangkaian ibadah sekaligus melupakan urusan dunia yang sering membuat hati manusia lalai mengingat Allah Swt.
Dengan hanya mengenakan kain ihram berwarna putih, jemaah diingatkan dengan kain kafan ciri khas dari kematian yang pasti akan datang kepada setiap yang bernyawa. Dalam ibadah haji, jemaah juga melakukan ibadah lainnya seperti tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali dan melakukan lari kecil dari bukit Shofa ke bukit Marwah yang dinamakan dengan sa'i. Dalam ibadah ini para jemaah berdoa untuk senantiasa mendapatkan pertolongan Allah Swt dan perlindungan dari dosa yang timbul dari hawa nafsu dan godaan setan.
Ibadah tawaf dan sa'i memiliki makna yang mendalam agar kita senantiasa berusaha tanpa henti dan berhijrah melalui bentuk aktivitas berlari untuk meraih kemuliaan dengan berserah diri kepada Allah. Dengan senantiasa membersihkan hati dari sifat yang tercela, kita harus menanamkan tekad untuk mencapai puncak kesucian.
Dengan mengetahui hikmah kurban dan haji, sudah merupakan kewajiban bagi kita selaku umat Islam untuk meyakini bahwa Allah memiliki tujuan dalam memberikan setiap perintah kepada manusia. Allah pasti akan memberikan yang terbaik kepada kita jika kita juga berbuat baik dan mematuhi perintah-Nya. Keyakinan dan keikhlasan untuk mematuhi perintah-Nya akan membawa kebaikan kepada kita. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250313_Syamsul-Bahri.jpg)