Kamis, 21 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

21 SD Negeri di Pangkalpinang Overload Saat Penutupan SPMB, Sistem Tak Bisa Akomodir Lebih

Adapun sekolah yang mengalami overload antara lain: SD Negeri 1, SD 3, SD 5, SD 6, SD 10, SD 15, SD 19, SD 20, SD 21, SD 23, SD 24, SD 33, SD 35, ...

Tayang:
bangkapos.com/ Andini Dwi Hasanah
SPMB SDN PANGKALPINANG -- Tanggkapan layar proses penerimaan di laman web SPMB Kota Pangkalpinang. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Pangkalpinang resmi ditutup pada Minggu, 8 Juni 2025 pukul 00.00 WIB. Namun, penutupan ini menyisakan persoalan klasik yakni lonjakan jumlah pendaftar di sejumlah sekolah favorit yang melebihi daya tampung.

Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Pangkalpinang mencatat, sebanyak 21 SD Negeri mengalami kelebihan daya tampung atau overload. Sekolah-sekolah ini menjadi favorit masyarakat karena dinilai unggul dari sisi kualitas pengajaran maupun lokasi strategis.

Adapun sekolah yang mengalami overload antara lain: SD Negeri 1, SD 3, SD 5, SD 6, SD 10, SD 15, SD 19, SD 20, SD 21, SD 23, SD 24, SD 33, SD 35, SD 40, SD 48, SD 50, SD 52, SD 55, SD 60, SD 61, dan SD 62. Dari total 66 SD Negeri di Pangkalpinang, hanya dua sekolah tercatat menerima pendaftar sesuai kuota, sementara 43 sekolah lainnya justru kekurangan murid.

Kepala Dindikbud Kota Pangkalpinang, Erwandy, menegaskan bahwa sistem penerimaan telah dikunci otomatis saat kuota sekolah penuh. Artinya, tidak ada lagi ruang untuk menambahkan murid di sekolah-sekolah tersebut.

"Untuk sekolah yang kelebihan kuota tidak bisa diakomodir lagi. Sistem sudah otomatis mengunci begitu mencapai batas daya tampung," tegas Erwandy kepada Bangkapos.com, Senin (9/6/2025).

Lebih lanjut, Erwandy menjelaskan bahwa solusi yang disiapkan adalah memfasilitasi pendaftar ke sekolah-sekolah yang belum penuh. Namun, opsi ini tidak disertai pilihan ulang ke sekolah yang sudah overload.

"Kami akan tawarkan ke sekolah yang masih kosong. Tapi tidak bisa memilih ke sekolah yang penuh. Kami harap masyarakat memahami ini," ujarnya.

Secara keseluruhan, SPMB SD tahun ini mencatatkan jumlah pendaftar sebanyak 2.733 anak, atau setara 87 persen dari total kuota penerimaan yakni 3.158 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.543 mendaftar melalui jalur domisili, 92 dari jalur afirmasi, dan 98 melalui jalur mutasi.

Erwandy menyampaikan terima kasih atas partisipasi warga serta permohonan maaf jika masih terdapat kekurangan selama proses pendaftaran.

"Kami mohon maaf jika dalam pelaksanaan SPMB ini ada kendala teknis atau hal-hal yang belum memenuhi harapan. Kita kini memasuki tahap verifikasi dan validasi data yang akan berlangsung mulai 9 sampai 14 Juni," ucapnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawasi proses verifikasi agar berlangsung secara jujur, objektif, dan transparan.

Fenomena overload di sekolah-sekolah favorit bukan hal baru. Namun dalam sistem yang kini terintegrasi dan berskala nasional, persoalan itu tidak lagi bisa disiasati dengan ‘jalur belakang’. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved