Selasa, 2 Juni 2026

Perang Israel dan Iran

Update Hari Ke-6 Perang Israel dan Iran: Khamenei Sebut Perang Dimulai, Trump Minta Menyerah

Israel mengklaim serangan udaranya menewaskan Ali Shadmani, panglima perang Iran yang baru saja diangkat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: fitriadi
ABC News
TRUMP ANCAM IRAN - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (kiri) dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Pada pertemuan G7, Trump menawarkan genjatan senjata antara Iran dan Israel. Bahkan Trumps mengancam Iran jika tidak segera melakukan kesepakatan dengan Israel. 

BANGKAPOS.COM - Perang Israel dan Iran hari ini, Rabu (18/6/2025) memasuki hari keenam.

Konflik bersenjata kedua negara musuh bebuyutan ini meletus setelah militer Israel melancarkan serangan udara dengan nama operasi Rising Lion atau Kebangkitan Singa, pada Jumat (13/6/2025) pekan lalu.

Jual beli serangan masih terjadi antar militer kedua negara di kawasan Timur Tengah itu.

Berikut update informasi penting seputar perang Israel dan Iran yang terjadi pada Selasa (17/6/2025.

1. Korban Tewas di Pihak Iran dan Israel

BBC melaporkan bahwa Kementerian Kesehatan Iran mengatakan sedikitnya 224 orang tewas dan lebih dari 1.200 orang terluka dalam serangan udara Israel sejak Jumat (13/6/2025).

Adapun Israel mengatakan sedikitnya 24 orang tewas akibat serangan Iran selama periode yang sama.

Perhitungan berbeda disampaikan Organisasi nirlaba Aktivis Hak Asasi Manusia di Iran (HRANA) yang melacak korban sejak serangan dimulai pada Jumat.

Menurut HRANA, sebanyak 224 warga sipil tewas, dengan 188 orang terluka.

Sebanyak 109 anggota militer tewas dan 123 orang terluka, kata organisasi itu.

HRANA juga mencatat sebanyak 119 orang tewas, dan 335 orang terluka, yang belum teridentifikasi.

Total korban di Iran, menurut HRANA, mencapai 452 orang tewas dan 646 orang terluka.

2. Israel Klaim Serangannya Tewaskan Ali Shadmani Orang Dekat Khamenei

Al Jazeera melaporkan, Israel mengklaim serangan udaranya di markas Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) di Kota Teheran pada Selasa (17/6/2025) dini hari telah menewaskan Ali Shadmani, panglima perang Iran yang baru saja diangkat.

Menurut pernyataan militer Israel, serangan ini dilancarkan setelah pasukan Israel menerima informasi intelijen tentang keberadaan Shadmani.

Shadmani tewas ketika Angkatan Udara Israel menyerang pusat komando militer di pusat Teheran.

Ia dipercaya memiliki pengaruh besar dalam operasi militer Iran yang menargetkan Israel.

Shadami baru empat hari diangkat oleh pemimpin revolusi Islam Iran, Ali Khamenei menjabat komandan markas Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) Khatam Al Anbiya.

Shadmani baru saja menjabat sebagai komandan markas IRGC Khatam Al Anbiya setelah pendahulunya, Gholamali Rashid, yang lebih dulu tewas dalam serangan Israel pada hari pertama, Jumat (13/6).

Sejumlah komandan militer senior, termasuk tokoh-tokoh penting seperti Komandan Garda Revolusi Hossein Salami, Kepala Kedirgantaraan Amir Ali Hajizadeh, serta Kepala Intelijen Mohammad Kazemi, dikabarkan tewas sejak Jumat (13/6/2025) lalu.

Mereka termasuk dalam kelompok penasihat elite yang terdiri dari 15 hingga 20 tokoh, mulai dari komandan Garda Revolusi, ulama, hingga politisi.

Kelompok ini, menurut para sumber, tidak memiliki struktur formal, tetapi rutin dikumpulkan oleh kantor Khamenei untuk membahas isu-isu strategis nasional.

“Para penasihat ini memiliki kesetiaan mutlak kepada Khamenei dan ideologi Republik Islam,” ungkap salah satu sumber, sebagaimana diberitakan Reuters pada Rabu (18/6/2025).

3. AS Mulai Kirim Pesawat ke Timur Tengah?

Akhir pekan ini, pengamat penerbangan melihat sekitar dua lusin tanker Angkatan Udara AS KC-135R dan KC-46A dikerahkan ke Eropa. 

Pesawat semacam itu diperlukan untuk mengisi bahan bakar pesawat tempur yang melakukan operasi garis depan.

Pengamat kemudian mengaitkan pergerakan pesawat itu dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Kemudian pada hari Senin, kapal induk USS Nimitz dialihkan dari Laut Cina Selatan ke Timur Tengah.

Pesawat itu akan bergabung dengan kelompok penyerang kapal induk USS Carl Vinson yang memasuki Laut Arab pada bulan April.

"Sesuai dengan tugas untuk melindungi pasukan AS di Timur Tengah, Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengarahkan Kelompok Serang Kapal Induk Nimitz ke wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk mempertahankan postur pertahanan kita dan menjaga personel Amerika. Di Komando Eropa AS (EUCOM) AOR, Angkatan Laut AS terus melakukan operasi di Mediterania Timur untuk mendukung tujuan keamanan nasional AS," kata seorang pejabat pertahanan kepada Newsweek.

Satu-satunya pesawat yang diandalkan bisa menghancurkan nuklir Iran di bawah bunker adalah pesawat pengebom siluman B-2 milik AS , yang mampu melancarkan serangan dari pangkalan yang berjarak 6.000 mil.

Pangkalan B-2 terdekat yang diketahui dengan Fordow adalah Fasilitas Angkatan Laut AS Diego Garcia.

Sementara itu, Pangkalan Angkatan Udara Whiteman di Missouri, yang menjadi markas armada pesawat pengebom B-2, mengumumkan pada hari Senin di media sosial bahwa mereka mengambil "tindakan pengamanan yang lebih ketat".

Di tempat lain di Timur Tengah, staf AS dan anggota keluarga telah diberi izin meninggalkan pos, termasuk di Bahrain, Irak, dan Kuwait, menjelang serangan pembuka Israel Kamis lalu.

Komando Pusat AS diperkirakan memiliki sekitar 40.000 personel di Timur Tengah.

4. Ancaman Trump Semakin Kuat

Tepat sebelum Israel menyerang Iran pada hari pertama Kamis (12/6/2025), Donald Trump telah mengisyaratkan kesediaannya untuk melanjutkan perundingan nuklir dengan Iran.

Bahkan setelah serangan awal Israel dimulai, Trump meminta Iran untuk menggandakan upaya untuk mencapai kesepakatan.

Namun pada hari Senin (16/6/2025), nada bicara Trump terkesan lebih mengancam.

Sesaat sebelum keluar secara tiba-tiba dari pertemuan G7 yang diadakan di Kanada, ia meminta penduduk Teheran untuk segera mengungsi.

Trump lalu bertemu dengan pejabat tinggi keamanan nasional AS di Ruang Situasi Gedung Putih AS.

Nada bicara Trump kian lantang pada Selasa (17/6/2025) kemarin.

Di platform Truth Social miliknya dia mengatakan "kami memiliki kendali penuh dan total atas langit di atas Iran."

Ini tampaknya menunjukkan bahwa AS sudah menjadi bagian dari konflik tersebut. 

Ia bahkan mengaku mengetahui lokasi pasti Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dengan menyebut otoritas tertinggi Iran sebagai "target yang mudah,".

Meskipun kata dia  "kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya tidak untuk saat ini."

"Namun, kami tidak ingin rudal ditembakkan ke warga sipil atau tentara Amerika," lanjut Trump.

 "Kesabaran kami sudah menipis. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!"

Dia kemudian menyerukan "Menyerah tanpa syarat!" dalam postingan lanjutan yang tampaknya ditujukan kepada Iran.

5. Iran Kecam Negara G7 yang Dianggap Dukung Israel

Pemerintah Iran menuduh negara-negara anggota G7 berpihak kepada Israel setelah kelompok tersebut menyerukan de-eskalasi dalam konflik bersenjata yang kini memasuki hari kelima.

“G7 harus meninggalkan retorika sepihak dan menangani sumber nyata dari eskalasi ini — yakni agresi Israel,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam pernyataannya, Selasa (17/6/2025).

Baqaei menegaskan bahwa Israel telah meluncurkan perang agresi tanpa provokasi terhadap Iran, yang jelas-jelas melanggar Piagam PBB.

“Ratusan orang tak bersalah telah terbunuh, fasilitas publik dan negara kami serta rumah-rumah warga dihancurkan secara brutal,” tambahnya.

“Iran sedang membela diri dari agresi kejam. Apakah Iran benar-benar punya pilihan lain?” tanyanya.

Pernyataan itu muncul sehari setelah pertemuan puncak G7 di Kanada, di mana para pemimpin negara anggota, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyerukan penurunan ketegangan. Namun, mereka juga menekankan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri.

Dalam pernyataan penutupnya, para pemimpin G7 menyatakan komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah.

“Kami menegaskan bahwa Israel memiliki hak untuk membela diri. Kami kembali menyampaikan dukungan terhadap keamanan Israel,” tulis pernyataan tersebut.

G7 juga menyebut Iran sebagai sumber utama ketidakstabilan dan terorisme di kawasan.

“Kami secara konsisten menyatakan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Kami menyerukan agar penyelesaian krisis Iran mengarah pada de-eskalasi yang lebih luas di Timur Tengah,” tambah pernyataan G7.

Pernyataan ini menuai kritik tajam dari Teheran, yang menilai bahwa komunitas internasional, termasuk negara-negara Barat, gagal mengakui bahwa serangan Israel merupakan pemicu utama konflik terbaru ini.

6. Iran Desak Warga Kota Besar Israel Mengungsi

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Jenderal Abdolrahim Mousavi, mengimbau penduduk kota-kota besar Israel, terutama Haifa dan Tel Aviv, untuk segera meninggalkan wilayah tersebut.

Imbauan ini disampaikan menyusul peringatan mengenai kemungkinan serangan "hukuman" dalam waktu dekat.

“Operasi hukuman akan segera dilakukan,” ujar Mousavi dalam pernyataan video yang disiarkan televisi pemerintah pada Selasa (17/6/2025), hari kelima sejak konfrontasi bersenjata terbaru pecah atau perang Israel-Iran dimulai, dikutip dari AFP pada Rabu (18/6/2025).

Mousavi menegaskan, serangan-serangan sebelumnya dari militer Iran hanya bersifat pencegahan. Namun, ia memperingatkan bahwa langkah selanjutnya bisa bersifat ofensif.

Ia juga menyarankan warga Israel untuk tidak menjadi korban ambisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang oleh Teheran dianggap sebagai penyebab utama eskalasi konflik saat ini.

7. Ali Khamenei Serukan "Perang Dimulai"

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan "perang dimulai" melalui serangkaian unggahan di media sosial X.

Dia juga menulis dalam unggahan berbeda bahwa Iran "tidak akan pernah berkompromi dengan Zionis".

"Kami tidak akan menunjukkan belas kasihan kepada Zionis," demikian bunyi terjemahan unggahan tersebut.

Unggahan Khamenei mengemuka setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut soal keberadaan dirinya.

8. Trump Sebut AS Tahu di Mana Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Bersembunyi

Presiden AS Donald Trump menyebut pihaknya tahu di mana Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei bersembunyi.

Pernyataan ini diungkapkan Trump di tengah ketegangan antara Iran dan Israel yang semakin meningkat.

Trump menulis: "Kami tahu persis di mana sosok yang disebut 'Pemimpin Tertinggi' itu bersembunyi."

"Ia adalah target yang mudah, tetapi aman di sana - Kami tidak akan menghabisinya (membunuhnya!), setidaknya untuk saat ini."

Trump kemudian menulis dalam unggahan berikutnya: "MENYERAH TANPA SYARAT!"

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa "semua orang harus segera mengungsi dari Teheran".

Meski begitu, Trump sempat disebut menolak rencana Israel untuk menghabisi Khamenei.

Pejabat AS menyebut, penolakan Trump itu bertujuan mencegah eskalasi konflik Iran-Israel membesar.

9. Trump Minta Iran Menyerah Tanpa Syarat

Presiden AS Donald Trump menuntut "Penyerahan tanpa syarat" dari Iran saat ia memicu pertanyaan tentang apakah Amerika Serikat akan bergabung dengan serangan Israel terhadap kepemimpinan dan fasilitas nuklir Teheran.

Trump sebelumnya mengatakan ingin akhir yang sesungguhnya dari konflik tersebut, bukan sekadar gencatan senjata.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, Trump sedang mengadakan pertemuan Dewan Keamanan Nasionalnya untuk membahas permusuhan tersebut.

Para pemimpin G7, termasuk Trump, telah mengeluarkan seruan pada Senin untuk "deeskalasi", tetapi seruan tersebut disertai dengan kritik terhadap Iran dan dukungan terhadap hak Israel untuk mempertahankan diri, yang memicu teguran dari Teheran.

10. Beijing Sebut Trump bagai "Menuang Minyak"

Beijing menuduh Trump "menuangkan minyak" pada konflik Israel dan Iran yang semakin memanas.

Sementara Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai "ancaman terbesar bagi keamanan kawasan".

(Bangkapos.com/Tribunnews.com/Kompas.com)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved