Kalender 2025

Kalender 2025: Hari Asyura 10 Muharram Jatuh Pada Tanggal Berapa?

Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 Kemenag RI menetapkan tanggal Hari Asyura 10 Muharram jatuh pada Hari Minggu 6 Juli 2025.

Editor: fitriadi
Tribunnews
HARI ASYURA - Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 Kemenag RI menetapkan tanggal Hari Asyura 10 Muharram jatuh pada Hari Minggu 6 Juli 2025. 

BANGKAPOS.COM - Pada bulan Muharram ada hari bersejarah bagi umat Islam.

Hari itu dikenal dengan nama Hari Asyura.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI VI Daring), kata asyura berasal dari bahasa Arab 'āsyurā' (عَاشُوْرَاءُ) yang berarti "hari kesepuluh dari bulan Muharam".

Artinya, Hari Asyura dalam kalender Hijriyah atau penanggalan Islam jatuh pada tanggal 10 Muharram.

Berdasarkan kalender Hijriah yang diterbitkkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Muharram 1447 H jatuh pada tanggal 27 Juni 2025.

Jadwal Tahun Baru Hijriah ini tercantum dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2025.

Dengan begitu, tanggal 10 Muharram bertepatan pada Hari Minggu 6 Juli 2025.

Hal ini sama dengan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2025 yang diterbitkan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI.

Sementara itu, Hari Tasua tanggal 9 Muharam 1447 H diperingati sehari sebelumnya, yakni Sabtu, 5 Juli 2025.

Sejarah dan Keistimewaan Hari Asyura

Tanggal 10 Muharram memiliki keistimewaan tersendiri bagi umat Islam. 

Hari Asyura menjadi terkenal karena bagi kalangan Sunni dan Syi'ah merupakan hari berkabungnya atas kesyahidan Husain bin Ali, cucu dari Nabi Islam Muhammad pada Pertempuran Karbala tahun 61 H.

Pada hari ini, umat Islam dianjurkan untuk melakukan amalan-amalan sunnah seperti berpuasa Asyura dan memanjatkan doa.

Selain itu, hari Asyura juga memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Hal ini tak lepas dari sejarah hari Asyura di masa lalu.

Dikutip dari laman NU Online, Syekh Abdurrahman bin Ahmad bin Rajab al-Hambali dalam kitabnya Lathaif al-Maarif hal 102, mengisahkan bahwa Dalham bin Shalih berkata:

“Aku berkata kepada Ikrimah: “Asyura? Ada apa dengan hari itu?” Maka beliau menjawab:

“Pada masa jahiliah, kaum Quraiys bertanya bagaimana cara bertaubatnya ketika berbuat kesalahan (dosa) yang mereka anggap besar?” Kemudian dijawab:

“Dengan berpuasa Asyura, yaitu hari kesepuluh dari bulan Muharram.”

Keistimewaan hari Asyura juga dikarenakan pada hari ini, Allah SWT menerima taubatnya Nabi Adam AS.

Bukan hanya itu, di hari Asyura juga Allah SWT selamatkan Nabi Musa AS dan kaumnya serta menenggelamkan Firaun beserta bala tentaranya.

Allah SWT juga memberi wahyu kepada Nabi Musa AS di hari Asyura.

Kemudian setelah agama Islam datang. Hari tanggal 10 bulan Muharram atau Asyura dimuliakan oleh Rasulullah SAW.

Karena itu, Rasulullah SAW mewajibkan para sahabat untuk berpuasa di hari Asyura bahkan sebelum adanya perintah puasa bulan Ramadhan.

Sebagaimana dalam sebuah hadits bahwa Rasulullah SAW menjelaskan:

“Sesungguhnya shalat yang terbaik setelah shalat fardhu adalah shalat tengah malam dan sebaik-baiknya puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kamu menyebutnya bulan Muharram." (HR. Nasa i, No: 1614).

Puasa Asyura

Puncak peringatan di bulan ini jatuh pada tanggal 10 Muharram, yang disebut hari Ashura.

Umat Muslim Sunni biasanya menjalankan puasa sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa dari Firaun, sementara umat Syiah memperingatinya sebagai hari berkabung mengenang syahidnya Imam Husain dalam tragedi Karbala.

Di dalam hadits Aisyah RA yang terdapat di Sahih Bukhari dan Muslim menunjukan bahwa puasa Asyura telah dilaksanakan oleh Rasulullah Saw sebelum hijrah ke Madinah. Hadits tersebut berbunyi:

عن عائشة ، رضي الله عنها ، أن قريشا كانت تصوم يوم عاشوراء في الجاهلية ثم أمر رسول الله صلى الله عليه وسلم بصيامه حتى فرض رمضان وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : من شاء فليصمه ، ومن شاء أفطر

Dari Aisyah RA, sesungguhnya orang-orang Quraisy dulu pada masa jahiliyah berpuasa pada hari Asyura. Rasulullah Saw pun memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu hingga turunnya perintah wajib puasa Ramadhan.

Rasulullah (setelah wajibnya puasa Ramadhan) berkata barang siapa menghendaki maka ia boleh berpuasa Asyura sedangkan yang tidak mau puasa maka tidak mengapa (HR. Bukhari dan Muslim).

Hadits dari Aisyah ini menunjukkan bahwa Nabi Saw memerintahkan puasa Asyura saat masih menetap di Mekah atau sebelum bertemu orang-orang Yahudi di Madinah.

Ibnu Hajar al-Asqalani di dalam kitab Fath al-Bari menjelaskan bahwa ketika di Mekah, Nabi Saw memang melaksanakan puasa Asyura bersama dengan orang-orang suku Quraisy.

5 Doa Pilihan untuk Hari Asyura 10 Muharram

Di hari tersebut terjadi sejumlah peristiwa istimewa para Nabi. Karenanya, dianjurkan pula untuk berdoa dan bertaubat di hari Asyura itu.

Asyura merupakan waktu yang baik untuk berdoa kepada Allah swt dengan memohon rahmat, ampunan, dan berkah-Nya, serta merenungkan dosa-dosa dan bertaubat, berkomitmen untuk tidak mengulangi kesalahan masa lalu.

Ustadz Zainuddin Lubis menghimpun lima doa yang bisa dibaca pada hari Asyura.

Doa-doa ini dikutip dan diijazahkan para ulama melalui kitab-kitab karyanya.

Hal ini sebagaimana termaktub dalam artikel NU Online berjudul Ini 5 Doa Asyra 10 Muharram Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya yang dikutip pada Rabu (2/7/2025).

1. Doa Asyura Syekh Abdul Hamid

Doa Asyura pertama ini termaktub dalam kitab Kanzun Najah wa Surur karya dari Syaikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus.

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَزِنَةَ الْعَرْشِ, لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّاَ إِلَيْهِ, سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَآمَّاتِ كُلِّهَا, نَسْأَلُكَ السَّلَامَةَ كُلَّهَا بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلّاَ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَهُوَ حَسْبُنَا وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, نِعمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا خَيْرِ خَلْقِهِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Bismillahirrahmanirrahīm, Washallallāh ala sayyidinā Muhammadin wa 'ala sayyidina Muhammad wa 'ala ālihi wa shahbihi wa sallam. Subhānallahi milal mīzāni wa munthal ilmi wa mablaghar ridhā wa zinatal arsy, lā maljaa wa lā manja minallāhi illā ilaihi, subhānallāhi adadas syaf'i wal watri wa adada kalimātillāhit tāmmāti kullihā, nasalukas salāmata kullihā birahmatika yā arhamar rāhimīn, wa lā hawla wa lā quwwata illa billāhil aliyyil adzīm. Wa huwa hasbunā wa ni'mal wakīl ni'mal mawlā wa ni'man nashīr. Wa shallallāh alā nabiyyinā khairi khalqihi sayyidinā muhammadin wa 'ala ālihi wa shahbihi wa sallam

Artinya; “Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Dan Allah bershalawat serta salam atas gusti kami Muhammad dan atas keluarganya serta sahabatnya. Maha suci Allah sepenuh mizan dan puncak ilmu serta tempat sampainya ridho dan beratnya arsy. Tidak ada tempat perlindungan dan tidak ada tempat keselamatan kecuali kepada-Nya. Maha suci Allah sejumlah bilangan genap dan ganjil serta sejumlah bilangan kalimat Allah yang sempurna semuanya. Kami memohon keselamatan semuanya dengan rahmat-Mu wahai Zat yang Maha penyayang dari yang penyayang. Dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi dan Agung. Kecukupan bagi kami Allah sebagai tempat diri bagi kami, sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong kami. Dan Allah bershalawat serta salam atas Nabi kami sebaik-baiknya ciptaan yaitu gusti kami Muhammad dan kepada keluarga serta sahabatnya."

2. Doa Asyura di Kanzun Najah was Surur

Doa Asyura kedua ini juga terdapat dalam kitab Kanzun Najah Was Surur. Diterangkan bahwa bacaan ini bisa diamalkan mulai dari tanggal 1 hingga 10 Muharram.

اللهم إِنَّكَ قَدِيْمٌ وَهٰذَا الْعَامُ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ، وَسَنَةٌ جَدِيْدَةٌ قَدْ أَقْبَلَتْ، نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهَا وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا، وَنَسْتَكْفِيْكَ فَوَاتَهَا وَشُغْلَهَا، فَارْزُقْنَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، اللهم إِنَّكَ سَلَطْتَ عَلَيْنَا عَدُوًّا بَصِيْرًا بِعُيُوْبِنَا، وَمُطَّلِعًا عَلَى عَوْرَاتِنَا، مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْنَا وَمِنْ خَلْفِنَا، وَعَنْ أَيْمَانِنَا وَعَنْ شَمَائِلِنَا، يَرَانَا هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا نَرَاهُمْ، اللهم آيِسْهُ مِنَّا كَمَا آيَسْتَهُ مِنْ رَحْمَتِكَ، وَقَنِّطْهُ مِنَّا كَمَا قَنَّطْتَهُ مِنْ عَفْوِكَ، وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُ كَمَا حُلْتَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ مَغْفِرَتِكَ، إِنَّكَ قَادِرٌ عَلَى ذٰلِكَ، وَأَنْتَ الْفَعَّالُ لِمَا تُرِيْدُ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ 

Allahumma innaka qadīmun wa hādha al-'āmu jadīdun qad aqbal, wa sanatun jadīdatun qad aqbalat, nas'aluka min khayrihā wa na'ūdzu bika min sharrihā, wa nastaqfīka fawātahā wa shughlahā, farzuqnā al-'ishmata mina ash-shaytānir rajīm. Allahumma innaka salattaa 'alayna 'aduwwan basīran bi'uyūbinā wa muttali'an 'alā 'awrātinā, min bayni aidīnā wa min khalfinā, wa 'an aymāninā wa 'an syamā-ilinā, yarānā huwa wa qabīluhu min haythu lā narāhum. Allahumma ays-hu minnā kamā aystahu min rahmatik, wa qannithu minnā kamaa qannatahu min 'afwik, wa bā'id baynanā wa baynah kamā hultah baynah wa bayna maghfiratik. Innaka qādirun 'alaa dhālik, wa anta al-fa'alu limaa turīdu, wa sallallahu ta'ala 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā ālihi wa sahbihi wa sallam

Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Qadim, dan ini adalah tahun baru, tahun baru telah menjelang, kami memohon segala kebaikan-kebaikan tahun ini, dan kami mohon perlindungan dari segala keburukan-keburukan tahun ini. Kami mencukupkan diri dengan Engkau atas kehilangan atau kesibukan tahun ini, maka berilah kami rizki penjagaan dari setan yang terkutuk. Ya Allah, Engkau menguasakan untuk kami setan sebagai musuh bagi kami. Mereka dapat melihat aib kami, dan menyaksikan aurat kami dari depan, belakang, kanan dan kiri, mereka dan golongannya dapat melihat kami sementara kami tidak dapat melihat mereka. Ya Allah, putus asakan mereka atas kami sebagaimana Engkau putus asakan mereka dari rahmat-Mu. Ya Allah, cegahlah mereka dari kami sebagaimana Engkau mencegah mereka dari pengampunan-Mu. Jauhkan mereka dari kami sebagaimana Engkau menghalang-halangi mereka dari pengampunan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Dzat yang berkuasa untuk itu, Engkau Maha berbuat atas segala yang Engkau kehendaki. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya, dan semoga Dia memberi keselamatan."

3. Doa Asyura KH Muhammad Sholikhin

Doa ketiga ini bersumber dari buku Misteri Bulan Suro karya KH Muhammad Sholikhin.

اَللَّٰهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّونِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةِ مُوسَى وَهَارُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِيبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا رَحْمٰنَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ إِقْضِ حَاجَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَأَطِلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَأَحْيِنَا حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيمَانِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين ، 

Allahumma Yā mufarrija kulli karbin, wa yā mukhrija dzinnūn yauma 'Asyūrāa, wa yā jāmi'a syamli ya'qūba yauma 'āsyūrā a, wa yā ghāfira dzanbi dāwūda yauma 'āsyūra, wa yā kāsyifa dhurra ayyuba yauma 'āsyūra, wa yā sāmi'a da'wati mūsa wa hārūna yauma 'āsyūrāa, wa yā khāliqa rūkhi sayyidinā muhammadin shallallaahu 'alaihi wasallama habibīka wa musthafaka yauma 'āsyūrāa, wa yā rakhmanaddunyā wal ākhirah, lāilāha illa anta iqdhi hājātina fiddunya wal ākhirah, wa athil a'marāna fī thā'atika wamahabbatika waridhāka, yā arhamarrahimīn, wa akhyina khayātan thayyibatan, watawaffana 'alal islāmi wal īmāni yā arhamarraakhīmin. wa shallallahu 'alā sayyidina muhammadin wa 'ala alīhi wa shahbibi wa sallam, wal hamdu lillāhi rabbil 'ālamīn. 

Artinya: "Ya Allah, Yang melepaskan setiap kesulitan, wahai Yang mengeluarkan Dzun Nun (Nabi Yunus) pada hari Asyura, wahai Yang mengumpulkan keluarga Nabi Ya’qub pada hari Asyura, wahai Yang mengampuni Nabi Dawud pada hari Asyura, wahai Yang melepaskan kesulitan Nabi Ayyub pada hari Asyura, wahai Yang mendengar doa Nabi Musa dan Nabi Harun pada hari Asyura, wahai Yang menjadikan roh penghulu kita, Nabi Muhammad SAW , kekasih dan pilihan-Mu pada hari Asyura, wahai Tuhan dunia dan akhirat, Tiada Tuhan selain Engkau, Tunaikanlah hajat-hajat kami di dunia dan akhirat, dan panjangkanlah umur kami dalam ketaatan kepada-Mu, mahabbah (kepada)-Mu dan keridhaan-Mu, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Dan hidupkanlah kami dengan kehidupan yang baik, dan matikanlah kami dalam agama Islam dan iman, wahai Yang Pengasih di antara yang mengasihi. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam atas penghulu kita, Nabi Muhammad dan ke atas keluarga dan sahabat beliau, dan segala pujian bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam."

4. Doa Asyura Syekh Sulaiman

Doa keempat berikut ini terdapat dalam Hasyiyah Al-Jamal ‘Ala Syarhil Minhaj, Juz II, halaman 348 karya dari Syekh Sulaiman al-Jamal;

سُبْحَانَ اللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. وَالْحَمْدُ ِللّٰهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ.  اَللهُ أَكْبَرُ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ مِلْءَ الْمِيْزَانِ وَمُنْتَهَى الْعِلْمِ وَمَبْلَغَ الرِّضَا وَعَدَدَ النِّعَمِ وَزِنَةَ الْعَرْشِ. لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنَ اللهِ إِلَّا إِلَيْهِ. سُبْحَانَ اللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. اَللهُ أَكْبَرُ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. لَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ عَدَدَ الشَّفْعِ وَالْوَتْرِ وَعَدَدَ كَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ. حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ اْلوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ.  وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا

Subḫânallâhi mil-al mîzani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ‘arsyi. Wal ḫamdu lillâhi mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ’arsyi. Lâ ilâha illallâhu mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ’arsyi. Allâhu Akbaru mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridha wa adadan ni‘ami wa zinatal ’arsyi. Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhi mil-al mîzâni wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa ‘adadan ni‘ami wa zinatal ’arsyi.  Walḫamdu lillâhi mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ’arsyi. Lâ malja-a wa lâ manjâ minallâhi illâ ilaih. Subḫanallâhi ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti. Alḫamdulillâhi ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti. Lâ ilâha illallâh ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti. Allâhu akbar ‘adadasy syaf‘i wal watri wa ‘adada kalimâtillâhit tâmmâti. Lailahaillallâhu mil-al mizani wa muntahal ‘ilmi wa mablaghar ridlâ wa adadan ni’ami wa zinatal ’arsyi. Lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhi ‘adadasy syaf’i wal watri wa ‘adada kalimatillâhit tâmmâti. Hasbunallâhu wa ni’mal wakîl ni’mal maulâ wa ni’man nashîr. Wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muḫammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḫbihi wa sallama tasliman katsiran. 

Artinya: "Mahasuci Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Segala puji bagi Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Tiada Tuhan selain Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Allah Mahabesar sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, sejumlah nikmat-nikmat, dan sebesar timbangan 'arsy. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sepenuh timbangan, sesempurna ilmu, sepenuh keridhaan, jumlah nikmat-nikmat dan timbangan 'arsy. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari Allah, kecuali hanya kepada-Nya. Mahasuci Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Segala puji bagi Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Allah Mahabesar sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Tiada daya dan upaya kecuali dengan kekuatan Allah sebanyak bilangan genap dan ganjil, dan sebanyak kalimat Allah yang sempurna. Allah yang mencukupi kami, sebaik-baik Pelindung, sebaik-baik kekasih, dan sebaik-baik Penolong. Semoga rahmat dan salam Allah tetap tercurahkan kepada junjungan kami Nabi Muhammad, kepada keluarga dan sahabat beliau dengan keselamatan yang berlimpah."

5. Doa Asyura Lainnya

Berikut pilihan doa Asyura kelima.

اللهم يَا مُحْسِنُ قَدْ جَاءَكَ الْمُسِيْءُ، وَقَدْ أَمَرْتَ يَا مُحسِنُ بِالتَّجَاوُزِ عَنِ الْمُسِيْءِ، فَأَنْتَ الْمُحْسِنُ وَأَنَا الْمُسِيْءُ، فَتَجَاوَزْ عَنْ قَبِيْحِ مَا عِنْدِيْ بِجَمِيْلِ مَا عِنْدَكَ، فَأَنْتَ بِالْبِرِّ مَعْرُوْفٌ، وَبِاْلإِحْسَانِ مَوْصُوْفٌ، أَنِلْنِيْ مَعْرُوْفَكَ وَأَغْنِنِيْ بِهِ عَنْ مَعْرُوْفِ مَنْ سِوَاكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Allahumma ya muhsinu qad ja'aka al-musī'u, waqad amarta ya muhsinu bit-tajāwuzi 'ani al-musī', fa antal muhsinu wa ana al-musī', fatajāwaz 'an qabihi ma 'indi bi-jamīli ma 'indaka, fa-anta bil-birri ma'rūfun, wa bil-ihsāni mawsūfun, anilnī ma'rūfaka wa aghnini bihī 'an ma'rūfi man siwāka, yaa arhamar rāhimīn, wa sallallāhu ta'aalaa 'alā sayyidinā Muhammadin wa 'alā aalihī wa sahbihii wa sallam taslīman katsīran ilī yawmid dīn."

Artinya: "Ya Allah, wahai Dzat yang baik, telah datang kepada-Mu orang yang jahat dan Engkau telah menyuruh untuk memaafkan orang yang jahat. Engkau Maha Baik dan aku orang jahat, maka ampunilah kejahatanku dengan keindahan diri-Mu. Engkau dikenal dengan selalu berbuat baik, dan disifati dengan ihsan. Berilah aku kebaikan-Mu dan cukupkan aku dengannya dari kebaikan selain diri-Mu, wahai Dzat yang paling pengasih di antara para pengasih. Semoga Allah senantiasa memberikan rahmat pada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga serta sahabatnya, juga memberikan keselamatan hingga hari pembalasan."

 

Sumber: bangkapos.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved