Marak Kasus PMI Terjerat Judol-Scam, Gubernur Hidayat: Pekerja Migran Asal Babel Harus Dilindungi
Pekerja migran asal Negeri Serumpun Sebalai harus mendapatkan perlindungan sesuai aturan hukum yang berlaku.. ..
Penulis: iklan bangkapos | Editor: Asmadi Pandapotan Siregar
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Maraknya kasus pekerja migran Indonesia (PMI), khususnya asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), yang menjadi korban penipuan agen tenaga kerja ilegal dan dipekerjakan di sektor judi online (judol) serta penipuan daring (scam) menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyatakan keprihatinannya terhadap nasib para PMI asal Negeri Serumpun Sebalai yang dijanjikan pekerjaan layak di luar negeri namun justru diseret dalam aktivitas ilegal di perusahaan yang menjalankan praktik judi online (judol) dan penipuan daring (scam).
Pekerja migran asal Negeri Serumpun Sebalai harus mendapatkan perlindungan sesuai aturan hukum yang berlaku.
"Pekerja migran asal Babel harus dilindungi. Jangan sampai korbannya terus bertambah," tegas Hidayat, saat menyambut Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri (Bidkoor Pollugri) Kemenko Polkam RI, Mohammad Kurniadi Koba, di VIP Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, Rabu (9/7/2025).
Menanggapi hal tersebut, Deputi II Bidkoor Pollugri Kemenko Polkam, Mohammad Kurniadi Koba, menyampaikan bahwa kunjungannya ke Babel, salah satunya untuk membahas perlindungan dan penanganan bagi pekerja migran yang dipekerjakan di sektor judol dan scam di luar negeri.
"Salah satu agenda kami datang ke Kepulauan Babel ini adalah untuk menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) perlindungan dan penanganan pekerja migran asal Babel yang dipekerjakan di sektor judol dan scam di luar negeri," jelas Koba.
Koba menyebutkan, pemerintah terus berupaya memberikan perlindungan melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran. Namun, lanjut Koba, status ilegal para pekerja tersebut kerap kali menjadi kendala utama.
"Ada banyak faktor yang menyebabkan status mereka menjadi ilegal, salah satunya karena terjebak agen tenaga kerja tidak resmi. Mirisnya, ada banyak pekerja migran yang mengaku disekap, disiksa dan tidak menerima gaji sebagaimana dijanjikan," ungkapnya.
Koba berharap, Rakor yang digelar nanti mampu menghasilkan langkah-langkah konkret untuk memperkuat perlindungan terhadap pekerja migran asal Babel.
"Kita semua berharap, kasus-kasus seperti ini tidak terus berulang. Kita akan cari solusi terbaik agar para pekerja migran Indonesia, khususnya asal Babel benar-benar terlindungi," tandasnya. (*/E1)
| Nganggung dan Genealogi Budaya Politik Melayu: Ruang Refleksi 26 Tahun Otonomi Daerah di Babel |
|
|---|
| Akdemisi Sebut Vonis Hellyana Berpotensi Ganggu Stabilitas Politik Pemprov Babel |
|
|---|
| DPRD Babel Minta Transfer Royalti Timah dari Pusat Dipercepat |
|
|---|
| Dosen UBB Sebut Tren Kurban Sapi Premium Kini Dipengaruhi Gaya Hidup dan Citra Sosial |
|
|---|
| Video : Wakil Gubernur Bangka Belitung Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara, Keluarga Histeris |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250709-TERIMA-KUNJUNGAN-Gubernur-Babel-saat-terima-kunjungan-Deputi.jpg)