Decoupage dan Kuliner Jadi Senjata UMKM Hadapi Persaingan
UMKM tak hanya menopang perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah.
Penulis: Sela Agustika | Editor: M Ismunadi
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah dan persaingan bisnis yang semakin ketat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif agar tetap bertahan dan berkembang.
UMKM tak hanya menopang perekonomian masyarakat, tetapi juga menjadi ujung tombak pertumbuhan ekonomi daerah.
Salah satu pelaku UMKM yang terus bertahan dan berinovasi adalah 3 Shesca Decoupage Art milik Tri Sisca Febriyan atau yang akrab disapa Yie-Yie.
Usaha kerajinan berbasis seni decoupage ini telah bertahan puluhan tahun di Kota Pangkalpinang.
“Dalam situasi ekonomi seperti sekarang, daya beli masyarakat memang menurun. Tapi kondisi ini justru mendorong saya untuk mengembangkan produk dengan sentuhan kearifan lokal agar tetap menjadi ciri khas dan unggulan,” ujar Yie-Yie kepada Bangkapos.com, Selasa (15/7/2025).
Ia mulai mengolah barang-barang bekas seperti botol kaca menjadi produk unggulan dengan sentuhan seni decoupage.
Selain produksi, Yie-Yie juga aktif menggelar pelatihan agar masyarakat mengenal teknik ini dan membangun komunitas kreatif di Pangkalpinang.
“Saya juga menjalin kerja sama dengan pemerintah untuk pengadaan barang. Harapannya, produk kami bisa dikenal lebih luas dan masuk ke pasar institusi, tidak hanya penjualan personal,” ujarnya.
Yie-Yie menyebut tantangan utama UMKM saat ini adalah pemasaran. Meski produksi berjalan lancar, banyak pelaku usaha kesulitan menjangkau pasar lebih luas.
“Karena itu penting menjalin kerja sama dengan instansi, termasuk melibatkan UMKM dalam setiap event pemerintah atau BUMN, misalnya untuk penyediaan suvenir atau konsumsi. Ini bisa membuka peluang,” katanya.
UMKM Kuliner Juga Bertahan Lewat Inovasi
Senada dengan Sisca, pelaku UMKM kuliner Dapor Ibook, Eliza Saputri, juga merasakan pasang surut usaha. Ia memilih bertahan dengan menjaga kualitas dan terus menghadirkan menu baru, serta aktif promosi di media sosial dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.
“Namanya usaha pasti ada naik turun, apalagi ekonomi sekarang. Tapi kuncinya konsisten jaga cita rasa agar konsumen tidak kecewa, dan rajin promosi,” jelas Eliza.
UMKM seperti milik Yie-Yie dan Eliza menjadi bukti bahwa inovasi dan kearifan lokal bisa menjadi strategi untuk bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi. (Bangkapos.com/Sela Agustika)
| PT Timah Tbk Beri Pelatihan bagi 142 Mitra Binaan, Perkuat Ekonomi Lokal Lewat Pemberdayaan UMKM |
|
|---|
| PT TIMAH Tbk Salurkan Rp7 Miliar Dana PUMK untuk 117 UMKM Sepanjang 2025 |
|
|---|
| Reses di Desa Cupat, Anggota DPRD Babel Elvi Diana Terima Banyak Aspirasi Masyarakat |
|
|---|
| Kolaborasi PT Timah Tbk dan UMKM, Puluhan Guru di Pangkalpinang Dibekali Keterampilan Kreatif |
|
|---|
| Diskopdag Pangkalpinang Catat 2.041 Sertifikat Halal UMKM, Dorong Pelaku Usaha Terus Naik Kelas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250715_Pameran-UMKM.jpg)