Sabtu, 18 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

7.406 Keluarga di Pangkalpinang akan Terima Bansos Beras 20 Kilogram per KPM Mulai 22 Juli

Bantuan beras ini merupakan bagian dari program bantuan sosial (bansos) yang digulirkan Kementerian Sosial bekerja sama dengan Bapanas

Penulis: Hendra CC | Editor: Hendra
Dok. Bangkapos.com
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sebanyak 7.406 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Pangkalpinang bakal menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram per KPM. 

Bantuan beras ini merupakan bagian dari program bantuan sosial (bansos) yang digulirkan Kementerian Sosial bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Perum Bulog, dan sejumlah instansi terkait lainnya.

Penyaluran di Pangkalpinang direncanakan dimulai pada 22 Juli 2025.

“Penyaluran bansos ini rencananya mulai 22 Juli. Setiap KPM akan menerima total 20 kilogram beras karena kita langsung salurkan untuk bulan Juni dan Juli sekaligus,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, Rabu (16/7).

Yiyi menyebutkan, jumlah penerima tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Adapun data penerima manfaat ditetapkan langsung oleh pemerintah pusat melalui basis data terpadu yang tidak dapat diubah oleh pemerintah daerah.

Namun demikian, pihaknya tetap membuka peluang pergantian penerima jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan. “Kalau ada yang tidak bersedia menerima atau ternyata tidak lagi layak menerima, maka bisa diganti. Ada prosedur berita acara penggantian yang harus ditandatangani,” ujar Yiyi.

Pendistribusian bansos beras tersebut akan dilakukan di masing-masing kelurahan. Keluarga penerima manfaat (KPM) yang telah menerima undangan wajib membawa KTP dan kartu keluarga (KK) sebagai syarat pengambilan bansos beras.

Lebih lanjut, Yiyi memastikan kualitas beras yang akan diterima KPM berada di atas standar. Kepastian itu diperoleh setelah pemerintah daerah melalui Dinas Pangan dan Pertanian melakukan pemeriksaan mutu beras sebelum distribusi dilakukan.

“Walaupun ini beras medium, kualitasnya sangat bagus. Tingkat patahannya bahkan di bawah 25 persen, kemasannya juga rapi dan layak distribusi,” ujar Yiyi.

Melansir Kompas.com, pemerintah melalui Perum Bulog memastikan penyaluran bantuan beras sebanyak 20 kilogram kepada 18,27 juta KPM di seluruh Indonesia segera dilakukan bulan Juli ini.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari penebalan bantuan sosial (bansos) tahun 2025 untuk mengendalikan inflasi pangan dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah.

Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, M. Suyamto, menyatakan bahwa penyaluran dilakukan berdasarkan penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) tertanggal 4 Juli 2025.

“Kami telah menerima penugasan dan siap bergerak. Bantuan akan dikirim secara one shoot untuk bulan Juni dan Juli, masing-masing 10 kg per bulan. Jadi total 20 kg per keluarga,” ujar Suyamto, dikutip dari Antara.

Selain bantuan beras, pemerintah juga menyalurkan bantuan sosial penebalan senilai Rp400.000 kepada keluarga penerima manfaat yang terdaftar di DTSEN Kemensos. Bantuan uang tunai ini merupakan alokasi Rp200.000 per bulan yang disalurkan sekaligus untuk dua bulan, yaitu Juni dan Juli 2025. Bantuan tersebut termasuk dalam Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Bulog menegaskan bahwa seluruh proses distribusi bantuan didesain efisien, akuntabel, dan transparan, dengan pemantauan berbasis teknologi informasi. Kualitas beras yang diberikan juga telah dijaga melalui pengawasan ketat di gudang-gudang CBP seluruh Indonesia.

“Kami pastikan beras berkualitas dan distribusi tepat jumlah, lokasi, dan waktu. Ini bagian dari dukungan terhadap program perlindungan sosial pemerintah,” kata Suyamto. (T2/kompas)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved