Berita Pangkalpinang
Program Orang Tua Asuh Berhasil, Prevalensi Stunting di Pangkalpinang Terendah Kedua di Babel
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil yang signifikan.
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang dalam menekan angka stunting menunjukkan hasil yang signifikan.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini tercatat berada di angka 14,4 persen, menjadikannya kota dengan angka stunting terendah kedua se-Babel, setelah Kabupaten Belitung Timur yang mencatat angka 13,4 persen.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi.
Ia menyebut capaian ini merupakan hasil kerja kolaboratif lintas sektor yang selama ini terus digencarkan secara sistematis dan berkelanjutan.
"Angka 14,4 persen ini termasuk cukup rendah. Kita menjadi kota dengan prevalensi stunting nomor dua terendah di Bangka Belitung. Ini adalah bukti nyata bahwa program intervensi yang kami jalankan bersama seluruh elemen pemerintah dan masyarakat berjalan efektif," ujar Agustu kepada Bangkapos.com, Jumat (18/7/2025).
Salah satu program unggulan yang dinilai berkontribusi besar dalam penurunan stunting adalah program Orang Tua Asuh bagi Anak Stunting, yang telah melibatkan seluruh pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Pemkot Pangkalpinang.
Melalui program ini, para pejabat menjadi pendamping bagi keluarga yang memiliki anak stunting, memberikan bantuan langsung berupa makanan bergizi, khususnya telur.
"Kami membuka peluang seluas-luasnya bagi siapa pun untuk menjadi orang tua asuh. Tugas mereka tak sekadar memberi bantuan, tapi juga ikut memantau tumbuh kembang anak serta mendukung pemenuhan gizi seimbang sejak dari masa kehamilan," terang Agustu.
Ia menambahkan, intervensi tak hanya menyasar anak-anak yang sudah terindikasi stunting, tetapi juga difokuskan pada pencegahan sejak dini, termasuk pemberian makanan bergizi kepada ibu hamil dan ibu menyusui.
Kolaborasi lintas sektor juga menjadi kunci. Selain dari unsur pemerintah, berbagai pihak eksternal seperti instansi vertikal, lembaga swasta, hingga komunitas lokal turut terlibat aktif dalam menyalurkan bantuan pangan bergizi.
"Ini bukan pekerjaan satu-dua pihak. Kita semua terlibat. Bahkan saat ini distribusi bantuan telur masih terus berjalan hingga ke pelosok kelurahan. Kami pastikan, pendampingan ini bersifat konsisten, bukan sekadar kegiatan seremonial," pungkasnya.
Pemerintah Kota Pangkalpinang menargetkan angka stunting bisa terus ditekan di bawah standar nasional 14 persen sesuai arahan Presiden RI. Upaya ini sejalan dengan target nasional menuju Indonesia Emas 2045 yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai pilar utama pembangunan.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Lapas Narkotika Pangkalpinang Bantah Isu Pemindahan Warga Binaan ke Nusakambangan, Itu hoaks |
|
|---|
| Gubernur Babel Hidayat Arsani Sebut Koperasi Desa Jadi Penggerak Ekonomi Berbasis Potensi Lokal |
|
|---|
| Basarnas Siaga Khusus Amankan Kegiatan Triathlon 2026 di Pantai Tanjung Pesona |
|
|---|
| Kasus Thalasemia di Bangka Belitung Mencapai 149 Orang, Mayoritas Dialami Anak |
|
|---|
| Program Kelurahan Binaan, Lapas Pangkalpinang Produktifkan Kebun Adat Tuatunu Indah dengan Kompos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Kepala-DP3AKB-Pangkalpinang-Agustu-Afendi.jpg)