Kamis, 9 April 2026

Jasad Terbakar di Mobil

Ibunda Diki Mardika Merasa Kehilangan setelah Mendapatkan Hasil Tes DNA dari Polisi

Perasaan kehilangan dan masih tidak percaya setelah mendapatkan kabar salah satu anaknya meninggal dunia dalam kendaraan beberapa waktu lalu

Penulis: Adi Saputra | Editor: Ardhina Trisila Sakti
Bangkapos.com/Adi Saputra
KEBAKARAN MOBIL -- Kanit Pidum Polresta Pangkalpinang, Ipda Riki Aprizon ketika mengecek langsung kondisi kendaraan Xenia yang hangus terbakar di Jalan Baru Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (25/6/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Raut wajah sembab dan suara sendu tampak dari Marina, warga Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.

Perasaan kehilangan dan masih tidak percaya ia rasakan, setelah mendapatkan kabar salah satu anaknya meninggal dunia dalam kendaraan beberapa waktu lalu.

Duduk di kursi plastik ruang dapurnya, Marina mengaku sampai saat ini masih tidak mengetahui keberadaan anaknya meskipun telah dilakukan tes DNA oleh pihak kepolisian terhadap jenazah laki-laki yang hangus dalam kendaraan Daihatsu xenia BN 1967 RC di Jalan Baru Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah pada Rabu (25/6/2025) lalu.

KEBAKARAN MOBIL -- Kanit Pidum Polresta Pangkalpinang, Ipda Riki Aprizon ketika mengecek langsung kondisi kendaraan Xenia yang hangus terbakar di Jalan Baru Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (25/6/2025).
KEBAKARAN MOBIL -- Kanit Pidum Polresta Pangkalpinang, Ipda Riki Aprizon ketika mengecek langsung kondisi kendaraan Xenia yang hangus terbakar di Jalan Baru Desa Beluluk, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, Rabu (25/6/2025). (Bangkapos.com/Adi Saputra)

"Sampai saat ini saya masih tidak tahu anak saya (Diki) dimana, terakhir kami sempat jalan bersama dia dan istrinya. Setelah itu, saya tidak tahu lagi kabar dia di mana dan istri memberitahu ke sini (rumah) mobil mereka hangus terbakar," ungkap Marina kepada Bangkapos.com, Senin (21/7/2025).

Setelah kejadian itu, istri Diki sering datang ke rumah dan memberitahu perkembangan soal keberadaan Diki. Bahkan, polisi telah melakukan pemeriksaan berulang kali terhadap dia (istri).

Termasuk melakukan pengambilan sampel untuk dilakukan tes DNA, terutama untuk mengetahui identitas mayat laki-laki yang berada dalam mobil, karena mobil yang terbakar tersebut milik Diki dan istrinya.

"Sering ke sini dia (istri), cuma kita masih menunggu perkembangannya, kemarin sudah diambil tes DNA dan dari hasilnya mengatakan itu (mayat) Diki. Tapi kami masih menunggu informasi dari pihak Kepolisian," ujarnya.

Diakui Marina, ia merasa kehilangan sampai saat ini, apalagi salah satu anaknya hilang dan belum diketahui keberadaannya. Walaupun, hasil tes DNA menyebutkan mayat laki-laki itu adalah Diki Mardika.

"Saya sebagai orang tua merasa kehilangan sekali, meskipun dia sudah menikah tapi namanya anak kalau tidak ada kabar, saya merasa kehilangan dan berharap dia segera ditemukan," ucap Marina.

"Diki anak kedua dari tiga saudara, kakaknya perempuan tinggal sama saya disini dan adiknya sudah berkeluarga serta bekerja," ungkapnya.

Lebih lanjut Marina menyebut, setelah menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Diki bekerja sebagai satpam hingga membuka usaha sendiri bersama sang istrinya di Kota Pangkalpinang.

"Iya dia kelahiran tahun 1995 dan tidak mau kuliah setelah tamat SMA, berbeda dengan kakak dan adiknya yang mau kuliah sampai selesai. Dia (Diki) langsung kerja sebagai satpam. Lalu tiga tahun terakhir ini dia buka usaha konter bersama istrinya dan mereka berdua sudah menikah selama tujuh tahun," kata Marina.

Menurut Marina, apabila nanti semua proses telah dilakukan dan pihak keluarga telah menerima jenazah. Rencanya jenazah Diki Mardika akan dibawa Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang untuk dimakamkan.

"Belum tahu kapan mau dimakamkan, kami masih menunggu informasi dari pihak kepolisian kapan jenazah akan diserahkan ke kami dan nanti akan kami bawa ke sini untuk dimakamkan karena sekarang jenazah masih di rumah sakit Bhayangkara," jelasnya.

"Saya masih berharap dia pulang dengan selamat dan saya sangat kehilangan sekali. Dia dulu sebelum kejadian sering ke sini dan terakhir kami jalan bersama. Setelah itu dia tidak ada kabar lagi sampai sekarang," ungkap Marina dengan nada senduh. 

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved