Minggu, 10 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Sinergi dengan Pemprov Babel, KMMD Diharapkan jadi Motor Penggerak Pelestarian Mangrove

Dokumen aksi KKMD ini merupakan hasil dari sinergitas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai

Tayang:
Penulis: iklan bangkapos | Editor: Hendra
Diskominfo Babel
Acara peluncuran dokumen aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Babel, buah sinergitas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (PPDAS) Baturusa Cerucuk, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), di Swiss-Belhotel, Pangkalpinang, Jumat ( 25/7/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -  Melestarikan mangrove sangat penting untuk melindungi pesisir pantai di Bangka Belitung dari ancaman abrasi.

Hal ini disampaikan oleh Ahli bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Eko Kurniawan mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani saat meresmikan kegiatan peluncuran dokumen aksi Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Babel, di Swiss-Belhotel, Pangkalpinang, Jumat ( 25/7/2025).

Dokumen aksi KKMD ini merupakan hasil dari sinergitas antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (PPDAS) Baturusa Cerucuk, dan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), 

"Saat ini ekosistem mangrove dihadapkan berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan, pencemaran, hingga eksploitasi berkelanjutan, seperti kegiatan pertambangan ilegal yang berdampak kerusakan lingkungan, yang mengancam keberlangsungan hidup dan kesejahteraan masyarakat pesisir," ujar Eko.

Dengan adanya mangrove akan menjaga keanekaragaman hayati yang dikenal menjadi kekayaan alam yang dimiliki Babel. Selain itu, mangrove merupakan sumber kehidupan bagi laut, sekaligus penopang ekonomi masyarakat pesisir, serta mengandung potensi ekowisata.

"Dengan dicanangkannya rencana kerja aksi KKMD, kita memiliki panduan yang jelas dan terarah untuk melaksanakan program konservasi mangrove. Rencana aksi ini harus diimplementasikan dengan sinergi dan komitmen kita bersama, melibatkan mitra seluruh pemangku kepentingan," ujar Eko.

Untuk itu, dikatakan Eko, Gubernur Hidayat Arsani berharap penuh kepada KKMD untuk dapat menjadi motor penggerak dalam pelestarian mangrove.

Pasalnya, saat ini kerusakan mangrove di Babel  seluas 66.711 hektare, 673 hektar mangrove dengan klasifikasi kerapatan jarang, 1.244 hektare klasifikasi sedang. Sedangkan 64.793 hektare dengan klasifikasi lebat.

Sementara itu, Elly Rebuin, Ketua Tim Teknis KKMD Babel menuturkan, program ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti aksi penyelamatan mangrove, peningkatan rehabilitasi, dan penyusunan rencana pengelolaan mangrove
untuk menyelamatkan dan melestarikan ekosistem mangrove di Babel.

"Rencana ini penting, karena terdapat ancaman akibat degradasi mangrove akibat pertambangan timah. Alih fungsi lahan telah mengurangi kemampuan alam kita, pelindung pesisir, dan menyerap karbon," tutur Elly. (*/E1)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved