Senin, 18 Mei 2026

Diserang Isu dan Fitnah, Ambu Anne Tegas : Saya Tak Diundang dan Keluarga Harmonis

Di tengah sorotan publik terhadap pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina, nama Ambu Anne jadi sorotan dilanda isu dan fitnah

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Tangkapan layar Instagram @anneratna82
ANNE RATNA MUSTIKA - Eks Bupati Purwakarta Anne Ratna MustikaAnne Ratna Mustika mantan istri Dedi Mulyadi sekaligus eks Bupati Purwakarta periode 2018-2023 

BANGKAPOS.COM --Di tengah sorotan publik terhadap pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina yang digelar megah di Pendopo Garut, nama Anne Ratna Mustika atau Ambu Anne kembali mencuat.

Bukan karena hadir, tetapi karena tidak hadir dan ketidakhadiran itu justru memicu gelombang spekulasi serta fitnah yang ramai beredar di media sosial.

Mantan Bupati Purwakarta ini akhirnya angkat bicara lewat unggahan di Instagram pribadinya.

Ia membantah keras tudingan yang menyebut dirinya dan putranya, Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip, sengaja tak menghadiri pernikahan anak sambungnya, Maula Akbar.

“Kami Tidak Diundang”

Melalui unggahan yang tegas, Ambu Anne menyebut bahwa dirinya maupun Yudistira sama sekali tidak menerima undangan atau pemberitahuan apa pun terkait pernikahan Maula Akbar.

“FITNAH! STOP menyebarkan fitnah. De Tira tidak datang karena kami tidak menerima undangan atau pemberitahuan,” tulis Ambu Anne dalam postingan yang dibagikannya, menyertai tangkapan layar narasi yang menyudutkannya.

Ia juga menegaskan bahwa segala tuduhan tentang unsur kesengajaan atau “melupakan” Yudistira adalah kabar tidak berdasar.

Isu Rumah Tangga Diserang, Ambu Anne Unggah Bukti Keharmonisan

Tak berhenti di situ, Ambu Anne juga menanggapi isu lain yang menyebut rumah tangga barunya dengan Iskandar suami yang ia nikahi pada Desember 2023 sedang berada di ujung tanduk.

“Seperti info tentang perceraian dengan suami saya, itu adalah fitnah. Alhamdulillah, rumah tangga saya baik-baik saja,” tegasnya.

Sebagai bentuk penegasan, perempuan yang juga mantan Ketua TP PKK Purwakarta itu mengunggah foto mesra bersama Iskandar, memperlihatkan keharmonisan kehidupan barunya di tengah sorotan publik yang tajam.

Perjalanan hidup Ambu Anne memang tidak bisa dilepaskan dari dunia politik, organisasi perempuan, dan dinamika rumah tangga yang menjadi konsumsi publik.

Lulusan SMAN 1 Cikalong Kulon ini dikenal luas sebagai Bupati perempuan pertama di Kabupaten Purwakarta dan pernah menyandang gelar Mojang Purwakarta 2001.

Karier organisasinya juga cukup panjang, mulai dari memimpin Dekranasda, PKK, hingga Pramuka tingkat kabupaten.

Ia merupakan figur yang cukup disegani di kalangan perempuan politisi Partai Golkar.

Setelah bercerai dari Dedi Mulyadi yang kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat pada 2023, Anne memilih melanjutkan hidup dengan menikah kembali dan menjauh dari hiruk-pikuk politik.

Tetap Tenang di Tengah Badai

Sorotan terhadap pernikahan anak mantan suaminya seakan menyeret kembali Ambu Anne ke pusaran isu pribadi.

Namun dengan sikap yang tenang, ia menjawab semua tudingan secara terbuka dan tegas, menunjukkan ketegaran sebagai sosok perempuan yang tidak mudah digoyahkan isu.

Di tengah gelombang opini publik, Ambu Anne tampak tetap melangkah pasti.

Tidak hanya membela diri, ia juga memberi pesan penting bahwa seorang perempuan berhak hidup tenang dan dihormati, bahkan setelah lembaran baru hidupnya dimulai.

Pesta Elit, Luka Rakyat: Tragedi Kemanusiaan di Balik Pernikahan Anak Gubernur Jabar

NIKAHAN MAULA AKBAR -- (kiri) Dedi Mulyadi / (kanan) Maula Akbar dan Putri Karlina | Maula Akbar menggunakana set negara untuk pesta pernikahannya. Dedi Mulyadi minta ganti biaya opersaional
NIKAHAN MAULA AKBAR -- (kiri) Dedi Mulyadi / (kanan) Maula Akbar dan Putri Karlina | Maula Akbar menggunakana set negara untuk pesta pernikahannya. Dedi Mulyadi minta ganti biaya opersaional (Kolase Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel | TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari)

Di balik megahnya pernikahan putra Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina, duka mendalam menyelimuti warga.

Tiga nyawa melayang dan puluhan lainnya luka-luka dalam insiden tragis di acara "makan gratis" yang digelar sebagai bagian dari perayaan pada Jumat (18/7/2025) lalu.

Acara yang seharusnya menjadi simbol kebahagiaan berubah menjadi arena kepanikan.

Warga berdesakan di pintu gerbang Pendopo Garut, berebut makanan gratis yang dibagikan panitia.

Dalam kerumunan itu, seorang bocah 8 tahun, seorang ibu lanjut usia, dan seorang anggota polisi kehilangan nyawa.

Rakyat Berjatuhan, Elit Diam

Tragedi ini menyentil nurani publik: di tengah hingar-bingar pesta pernikahan keluarga elite anak seorang gubernur dan anak Kapolda malah rakyat kecil yang menanggung korban.

Sementara prosesi resepsi berjalan lancar di dalam gedung, ribuan warga memadati area luar, berharap bisa ikut menikmati euforia pesta melalui pembagian makanan gratis.

Namun, minimnya pengaturan teknis, tidak memadainya pengamanan, dan kurangnya sistem antrean menyebabkan kekacauan tak terhindarkan.

Alih-alih penyampaian belasungkawa dari keluarga besar, yang lebih ramai justru kabar soal ketidakhadiran mantan istri Dedi Mulyadi, Ambu Anne, yang menjadi sorotan tersendiri di media sosial.

Investigasi Berjalan Lambat, Publik Bertanya
Polda Jawa Barat telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menyatakan akan melakukan pengumpulan data lanjutan.

Namun hingga kini, belum ada satu pun pihak yang diperiksa sebagai saksi.

"Masih dalam penyelidikan awal," ujar Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, Sabtu (19/7/2025).

Sikap lamban ini memunculkan pertanyaan apakah tragedi ini akan berujung pada pertanggungjawaban serius, atau kembali menguap sebagai insiden biasa dalam pesta para pejabat?

PERNIKAHAN ANAK KDM -- (kiri) Putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar menikahi Wakil Bupati Garut, Putri Karlina pada Rabu (16/7/2025) / (kanan) Suasana antre di salah satu gerbang area lokasi nikahan anak Dedi Mulyadi, Maula Akbar dan Putri Karlina, Jumat (18/7/2025) || Tragedi di Pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina, 3 Orang Tewas, Dedi Mulyadi Minta Maaf
PERNIKAHAN ANAK KDM -- (kiri) Putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Maula Akbar menikahi Wakil Bupati Garut, Putri Karlina pada Rabu (16/7/2025) / (kanan) Suasana antre di salah satu gerbang area lokasi nikahan anak Dedi Mulyadi, Maula Akbar dan Putri Karlina, Jumat (18/7/2025) || Tragedi di Pernikahan Maula Akbar dan Putri Karlina, 3 Orang Tewas, Dedi Mulyadi Minta Maaf (Kolase Instagram @putri.karlina14 | Dok TribunJabar.id)

Fenomena pembagian konsumsi gratis dalam pesta pejabat bukan hal baru. 

Namun dalam konteks ini, publik menyoroti kurangnya empati dan kesiapan dari penyelenggara acara yang berasal dari jajaran elite politik dan keamanan.

"Kalau tahu ribuan orang akan datang, mengapa tidak diatur sistem antrean? Mengapa tidak ada pembatasan, petugas pengarah, atau distribusi yang aman?" kata Lela, warga Garut yang berada di lokasi saat kejadian.

Beberapa pihak juga menyoroti adanya unsur simbolik yang kuat dalam pembagian makanan gratis seolah menunjukkan “kerendahan hati” tuan rumah, namun minim tanggung jawab dalam praktik pelaksanaannya.

Insiden ini bukan semata tragedi logistik. Ia menjadi cermin bagaimana pesta kebesaran elite bisa melukai rakyat ketika kepekaan sosial terabaikan.

Dalam pesta yang menelan biaya besar dan penuh kemewahan, tiga keluarga justru harus meratap kehilangan anggota tercinta.

(Bagkapos.com/Tribun Medan/Tribun Timur)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved