Rabu, 6 Mei 2026

Buntut KA Argo Bromo Anggrek Anjlok, PT KAI Minta Maaf, 54 Perjalanan Kereta Api Dibatalkan

Jalur kereta api yang menjadi lokasi KA Argo Bromo Anggrek mengalami gerbong anjlok sekarang sudah bisa dilalui pada Sabtu (2/8/2025).

Tayang:
Penulis: Rusaidah | Editor: Rusaidah
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
KERETA ANJLOK - Kereta Api Agro Bromo Anggrek yang anjlok di Stasiun Pagaden Baru Subang, Jumat (1/8/2025). Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. (Tribun Jabar/Ahya Nurdin) 

BANGKAPOS.COM  - Jalur kereta api yang menjadi lokasi KA Argo Bromo Anggrek mengalami gerbong anjlok sekarang sudah bisa dilalui pada Sabtu (2/8/2025).

Sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek (KA 1) relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir anjlok di emplasemen Stasiun Pegaden Baru, Subang, Jawa Barat pada Jumat (1/8/2025) pukul 15.47 WIB.

Proses evakuasi anjloknya KA Argo Bromo Anggrek berhasil dilakukan pada Jumat (1/8/2025) mulai pukul pukul 23.50 WIB dan selesai pukul 07.07 WIB.

Baca juga: Kronologi KA Argo Bromo Anggrek Anjlok di Subang, Sejumlah Rel Terlepas, 17 Perjalanan Kereta Lumpuh

Jalur Sudah Aman Dilalui

Proses perbaikan jalur rel yang terdampak telah selesai dilakukan oleh 200 anggota Tim teknis KAI, sehingga kembali aman untuk digunakan.

Setelah evakuasi kereta selesai, upaya perbaikan prasarana terus dilakukan tanpa henti untuk memastikan kelancaran perjalanan kereta api selanjutnya.

“Perjalanan kereta pertama yang melintas di jalur tersebut adalah KA Argo Lawu (KA 14) dengan relasi Gambir-Solo Balapan, yang berhasil berangkat pada pukul 10.57 WIB dengan kecepatan terbatas 10 km/jam,” kata VP Public Relations PT KAI, Anne Purba melalui keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Sabtu (2/8/2025).

54 Perjalanan KA Dibatalkan

Sebagai dampak dari anjloknya KA Argo Bromo Anggrek ini, sejumlah perjalanan kereta api mengalami pembatalan. Pada Jumat (1/8/2025), sebanyak 24 perjalanan KA dibatalkan.

Baca juga: Siapa Yulianus Paonganan? Dapat Amnesti dari Prabowo Selain Hasto, Kasus Langgar ITE Hina Jokowi

Sementara pada Sabtu (2/8/2025), jumlah pembatalan perjalanan meningkat menjadi 54 perjalanan KA.

Anne memperkirakan bahwa dua perjalanan kereta api masih akan dibatalkan pada Minggu (3/8/2025).

Selain itu, KAI juga mengalihkan rute 42 perjalanan kereta api dengan pola operasi memutar.

Rute awalnya adalah jalur Cirebon-Pegaden Baru-Cikampek PP, kemudian menjadi Tegal/Cirebon-Purwokerto-Kroya-Banjar-Bandung-Cikampek.

“KAI terus berkomitmen untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan perjalanan kereta api di seluruh Indonesia,” tutur Anne.

“Seluruh upaya perbaikan dan pemulihan layanan akan terus dilaksanakan dengan mengutamakan keselamatan dan kelancaran operasional,” sambungnya.

KAI Minta Maaf 

Anne menyampaikan, pihaknya memohon maaf atas pembatalan dan keterlambatan perjalanan kereta api yang dialami oleh pelanggan akibat insiden tersebut.

Bagi pelanggan yang terdampak dan ingin melakukan refund tiket maupun ubah jadwal perjalanan, KAI mengimbau untuk segera mendatangi loket pembatalan di stasiun keberangkatan.

Proses pembatalan tiket diberikan perpanjangan batas waktu 7x24 jam dari jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket. Untuk informasi lebih lanjut terkait status perjalanan atau pembatalan, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI 121 melalui telepon di nomor 021-121 atau melalui WhatsApp di nomor 0811-1211-1121.

5 Gerbong Anjlok

Kereta Api Agro Bromo Anggrek tujuan Pasar Turi (Surabaya)–Gambir (Jakarta) di jalur Km 124, tepatnya di sekitar Stasiun Pagaden anjlok di Stasiun Pagaden Baru Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Jumat (1/7/2025) sekitar pukul 15.47 WIB.

Sebanyak 281 orang berada di rangkaian Kereta Api Agro Bromo Anggrek tersebut.

Kapolsek Pagaden, AKP Ikin Sodikin, mengungkapkan, semua penumpang dan kru selamat.

"Data manivest penumpang KA Argo Bromo Anggrek jurusan Surabaya-Jakarta terdiri penumpang eksekutif  sebanyak 245 orang, penumpang compartment suite 14 orang, dan kru kereta 22 orang. Jadi Total penumpang 281 orang," kata Ikin, Jumat.

Para penumpang itu telah dievakuasi menggunakan enam bus ke Jakarta, sesuai tujuan akhir.

"Dijemput dari Stasiun Pagaden Baru," ucap Ikin.

Evakuasi kereta belum bisa dilakukan. Rel kereta yang berserakan masih dalam tahap perbaikan.

"Masih upaya perbaikan rel yang tadi pada lepas akibat anjloknya lima gerbong KA Agro Bromo Anggrek," ucapnya.

Manager Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin, mengatakan, insiden ini membuat kedua jalur rel sementara tidak dapat dilalui.

"KAI saat ini sedang berusaha melakukan upaya evakuasi kepada para penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang menggalami musibah tersebut," ucapnya.

Dia mengatakan, pihaknya memahami ketidaknyamanan yang ditimbulkan akibat insiden ini dan berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan demi kenyamanan para penumpang.

"Atas nama KAI, kami memohon maaf atas insiden yang terjadi,” ujar Muhibbuddin.

Selanjutnya KAI melakukan upaya evakuasi terhadap penumpang dan menyiapkan bus agar penumpang dapat melanjutkan ke tempat tujuan.

Selain itu juga akan dilalukan evakuasi rangkaian kereta api dan perbaikan jalur rel yang mengalami kerusakan.

Bagi perjalanan kereta lain yang akan melintas di wilayah tersebut, KAI melakukan upaya rekayasa pola operasi berupa jalan memutar dan oper stapen.

Untuk informasi lebih lanjut pelanggan dapat menghubungi layanan KAI 121 di contact center KAI 121 melalui telepon di nomor 021-121, atau melalui WhatsApp di nomor 0811-1211-1121. (*)

Menhub Dudy Langsung Evakuasi

Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung proses evakuasi 5 gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang anjlok di sekitaran Stasiun Pagaden Baru Desa Kamarung Kecamatan Pagaden Kabupaten Subang, Jawa Barat. Sabtu(2/8/2025) dini hari.

Proses evakuasi 5 gerbong tersebut di mulai menjelang dini hari sekitar pukul 23.30 WIB Jum'at (1/8/2025). 

Dalam proses evakuasi tersebut pihak KAI Daop 3 Cirebon menerjunkan 1 kereta Penolong.

Hingga pukul 04.00 WIB proses evakuasi masih berlangsung. Tiga gerbong berhasil di evakuasi, sementara 2 gerbong terakhir masih dalam proses.

Dalam peninjauannya, Menhub RI Dudy Purwagandhi meninjau langsung ke 5 gerbong KA Argo Bromo Anggrek yang anjlok, bahkan Dudy terlihat sambil jongkok melihat kondisi rangkaian roda disetiap gerbong.

Pihak KAI Daop 3 Cirebon terus melakukan evakuasi semaksimal mungkin agar jalur bisa kembali normal dilalui kereta dari kedua arah.

Diperkirakan proses evakuasi rangkaian gerbong kereta yang anjlok tersebut akan memakan waktu hingga Sabtu pagi atau siang.

Di sela peninjauannya tersebut, Menhub RI Dudy Purwagandhi belum mau memberikan keterangan apapun kepada awak media.

Menhub terlihat serius memantau proses evakuasi guna memastikan proses evakuasi berjalan lancar dan maksimal.

Seperti diberitakan sebelumnya, KA Argo Bromo Anggrek yang datang dari arah Cirebon mengalami anjlok sekitar 300 meter sebelum stasiun Pagaden Baru.

Kereta tersebut membawa 13 rangkaian gerbong, 5 gerbong diantaranya anjlok.

Selain itu kereta tersebut  mengangkut 259 penumpang dan 22 kru. Semua penumpang kereta selamat dan tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain menyebabkan 5 gerbong anjlok dan dan sejumlah rel terlepas, insiden Anjloknya KA Argo Bromo Anggrek juga membuat lumpuh jalur di kedua arah, hingga menyebabkan 17 rute perjalanan Kereta api terpaksa dialihkan ke jalur Selatan.

Satu Penumpang Alami Luka Ringan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus melakukan penanganan terhadap insiden anjloknya rangkaian KA Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir yang terjadi di emplasemen Stasiun Pegaden Baru, Kabupaten Subang, Jumat (1/8/2025) pukul 15.47 WIB.

Diketahui, sebanyak lima gerbong mengalami anjlok dalam insiden tersebut.

Terdiri dari satu kereta pembangkit, dua kereta kompartemen dan dua kereta eksekutif.

Sementara tujuh kereta lainnya tidak mengalami anjlok dan telah dievakuasi.

Manajer Humas KAI Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin menjelaskan, bahwa tim KAI langsung bergerak cepat untuk mengevakuasi para penumpang dan mengalihkan perjalanan menggunakan bus menuju tujuan akhir masing-masing.

"Atas nama KAI, kami memohon maaf atas insiden yang terjadi."

"Saat ini kami tengah melakukan upaya evakuasi penumpang dan menyediakan bus agar mereka tetap bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan," ujar Muhibbuddin melalui keterangan resminya yang diterima Tribun, Jumat (1/8/2025) malam.

Dari total 259 penumpang, terdapat satu penumpang yang mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. 

Kini, penumpang tersebut dinyatakan telah kembali pulang.

Insiden ini juga berdampak pada perjalanan 17 kereta api lainnya yang melintas di jalur utara Jakarta–Cirebon.

Di antaranya KA Brantas, Kertajaya, Brawijaya, Argo Sindoro, Bima, Sembrani, Tawangjaya, Bangunkarta dan beberapa KA lainnya.

Sebagai bentuk adaptasi, KAI melakukan rekayasa pola operasi untuk empat perjalanan kereta api, yakni KA Ciremai, Tawang Jaya Premium, Brawijaya dan Argo Anjasmoro, dengan rute memutar melalui Purwokerto–Bandung–Cikampek.

"Kami berkomitmen untuk meminimalisir dampak terhadap pelanggan dan memastikan perjalanan kereta api lainnya tetap terlayani."

"Selain itu, KAI akan memberikan kompensasi sesuai aturan service recovery yang berlaku untuk memastikan kenyamanan pelanggan," ucapnya. 

Insiden ini sontak mengundang perhatian publik.

Video amatir yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa gerbong keluar dari rel.

Meski begitu, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Untuk saat ini, jalur hulu dan hilir di sekitar lokasi kejadian belum dapat dilalui, karena tim teknis KAI masih melakukan proses normalisasi rel dan perbaikan infrastruktur.

KAI juga mengimbau masyarakat dan pelanggan yang membutuhkan informasi lebih lanjut agar menghubungi Contact Center 121, baik melalui telepon (021-121) maupun WhatsApp di 0811-1211-1121.

"Keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama kami dan kami akan terus berupaya meningkatkan layanan agar kejadian serupa tidak terulang kembali," jelas dia.

(Kompas.com/ Aditya Priyatna Darmawan, Resa Eka Ayu, Bangkapos.com)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved