Rabu, 20 Mei 2026

Dari Tiga K ke Tiga K Baru, Pemprov Babel dan UGM Revolusi UMKM Pertanian

Pemprov Babel resmi menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Teknologi Pertanian UGM dalam upaya memperkuat daya saing UMKM.

Tayang:
Penulis: Sela Agustika | Editor: M Ismunadi
Dokumentasi Muslim El Hakim K
Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) saat menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM), Selasa (12/8/2025). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada (FTP UGM) dalam upaya memperkuat daya saing Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) sektor pengolahan pertanian.

Penandatanganan perjanjian kerja sama dilakukan di Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Selasa (12/8/2025).

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel, Muslim El Hakim K, bersama Dekan FTP UGM, Prof. Dr. Ir. Eni Harmayani, M.Sc., menandatangani dokumen tersebut, disaksikan oleh unsur penta helix: akademisi (UGM), pelaku usaha (Ketua Kadin Pangkalpinang), pemerintah daerah, komunitas UMKM Babel, serta perwakilan legislatif (Sekretaris Komisi II DPRD Babel).

Muslim El Hakim menjelaskan, kemitraan ini akan berlangsung selama tiga tahun dengan fokus pendampingan komprehensif. Cakupan program meliputi promosi produk, penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas produksi, kajian proses bisnis, hingga monitoring dan evaluasi berkala.

“Melalui sinergi ini, UMKM Babel akan mendapatkan akses teknologi tepat guna hasil riset FTP UGM, pelatihan SDM, penguatan ekosistem inovasi, dan perluasan jaringan pemasaran. Kami ingin pelaku UMKM siap bersaing, tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga global,” ujar Muslim.

Ia menambahkan, kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperluas portofolio produk unggulan daerah.

“Selama ini UMKM Babel identik dengan tiga K: kerupuk, keripik, dan kemplang. Ke depan, kami dorong tiga K baru: kakao, kelapa, dan kopi sebagai andalan ekspor,” ujarnya.

Pj Sekretaris Daerah Babel mengungkapkan, Babel memiliki sekitar 170 ribu hektar lahan kritis pasca tambang yang berpotensi diolah kembali secara produktif.

“Dengan transfer pengetahuan dan teknologi dari FTP UGM, lahan ini bisa dimanfaatkan untuk pertanian berkelanjutan yang menopang ekonomi masyarakat,” jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi katalisator kebangkitan ekonomi lokal berbasis potensi pertanian, memperkuat kemandirian, dan meningkatkan ketahanan ekonomi daerah di tengah tantangan global. (Bangkapos.com/Sela Agustika)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved