Sabtu, 11 April 2026

Berita Pangkalpinang

Cegah Stunting, Pemkot Pangkalpinang Galang 1.000 Telur per Bulan

Saat ini tercatat ada 216 anak stunting di Kota Pangkalpinang dengan angka prevalensi 14,4 persen pada 2024

Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah 
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang meluncurkan program Kiping Sedulur (Kite Peduli Stunting dengan Sedekah Dua Telur) sebagai langkah konkret menekan angka stunting di daerah tersebut. 

Melalui gerakan ini, Pemkot menargetkan terkumpul 1.000 butir telur setiap bulan untuk diberikan kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang membutuhkan tambahan gizi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang, Agustu Afendi mengatakan program ini merupakan bagian dari Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting yang dicanangkan pemerintah pusat.

"Seperti pada kegiatan Jumat kemarin, hanya dalam satu hari kami berhasil mengumpulkan lebih dari 400 butir telur. Ini murni dari sumbangan sukarela masyarakat," ujar Agustu, kepada Bangkapos.com, Rabu (13/8/2025).

Menurutnya, berbeda dengan program tahun-tahun sebelumnya yang menetapkan target jumlah bantuan, Kiping Sedulur bersifat terbuka tanpa batasan minimal. 

"Siapapun yang tergerak hatinya dan ikhlas membantu penanganan stunting, kami fasilitasi. Intinya ini wadah sedekah untuk gizi masyarakat," tambahnya.

Telur yang terkumpul akan disalurkan melalui program Masyarakat Berbasis Gizi (MBG) dan dibagikan langsung kepada kelompok rentan gizi.

Harapannya, dukungan ini bisa membantu memenuhi kebutuhan protein hewani yang penting untuk tumbuh kembang anak.

Agustu mengungkapkan, saat ini tercatat ada 216 anak stunting di Kota Pangkalpinang dengan angka prevalensi 14,4 persen pada 2024. Meskipun angka tersebut tergolong tidak tinggi dibanding daerah lain, ia menegaskan penanganan harus tetap dilakukan secara serius.

"Pencegahan paling efektif dimulai sejak masa kehamilan. Asupan gizi ibu hamil harus dijaga agar janin lahir sehat. Kita ingin angka stunting terus turun bahkan nol kasus," tegasnya.

Ia berharap Kiping Sedulur dapat berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan, bukan hanya kegiatan seremonial. 

"Kalau semua pihak bergotong royong, saya yakin persoalan stunting di Pangkalpinang bisa diselesaikan," pungkasnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved