Sabtu, 9 Mei 2026

Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW Agar Hutang Sebesar Gunung Bisa Lunas

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan doa-doa yang dapat membantu umat Islam keluar dari kesulitan, termasuk saat menghadapi lilitan utang

Tayang:
Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
Istimewa/Tribun Medan
DOA PELUNAS UTANG--Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW Agar Hutang Sebesar Gunung Bisa Lunas 

BANGKAPOS.COM--Berdoa adalah salah satu bentuk komunikasi hamba dengan Sang Khalik.

Dalam doa, manusia bisa mengutarakan isi hati, menyampaikan rasa syukur, sekaligus mengingat betapa agung kuasa Allah SWT.

Rasulullah SAW sendiri mengajarkan doa-doa yang dapat membantu umat Islam keluar dari kesulitan, termasuk saat menghadapi lilitan utang yang berat.

Bahkan, beliau menegaskan bahwa meski hutang sebesar Gunung Uhud, doa yang diamalkan dengan istiqomah akan mendatangkan pertolongan Allah SWT.

Hutang adalah Kewajiban yang Harus Dibayar

Islam menegaskan bahwa hutang merupakan kewajiban yang harus ditunaikan. Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa disaat ruhnya berpisah dengan jasadnya ia terbebas dari tiga hal maka ia akan masuk surga, yaitu; sombong, mencuri ghanimah sebelum dibagi, dan hutang." (HR. Ibnu Majah No. 2412, Shahih).

Jika seorang muslim wafat sementara masih memiliki hutang, maka ahli warisnya wajib melunasi utang tersebut.

Karena itu, Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa-doa khusus agar Allah SWT melapangkan rezeki untuk melunasi hutang.

Doa yang Diajarkan Rasulullah SAW kepada Muaz bin Jabal

Suatu hari, sahabat Nabi, Muaz bin Jabal, mengadukan bahwa dirinya terlilit hutang besar hingga ditahan oleh kaum Yahudi.

Nabi Muhammad SAW kemudian bersabda:

"Aku ajarkan kepadamu dua ayat. Jika engkau mau mengamalkannya, Allah akan meluaskan rezekimu untuk melunasi semua hutangmu, walaupun hutangmu sebesar gunung banyaknya."

Doa Pertama (QS. Ali Imran: 26)

Tulisan Arab:

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Latin:

Quli allāhumma mālika al-mulki tu’tī al-mulka man tasyā’u wa tanzi‘u al-mulka mimman tasyā’u, wa tu‘izzu man tasyā’u wa tudzillu man tasyā’u biyadikal khair, innaka ‘alā kulli syai’in qadīr.

Artinya:

“Katakanlah: Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kerajaan dari siapa yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa Kedua (QS. Ali Imran: 27)

Tulisan Arab:

تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

Latin:

Tūliju al-layla fī an-nahār, wa tūliju an-nahāra fī al-layl, wa tukhriju al-hayya mina al-mayyit, wa tukhriju al-mayyita mina al-hayy, wa tarzuqu man tasyā’u bighairi hisāb.

Artinya:

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa batas.”

Doa Lain untuk Terbebas dari Utang

Selain dua doa di atas, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa khusus agar terbebas dari lilitan utang:

Tulisan Arab:

اَللّٰهُمَّ اكْفِنِيْ بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِيْ بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Latin:

Allāhumma ikfinī bi-halālika ‘an harāmika, wa aghninī bifaḍlika ‘amman siwāk.

Artinya:

“Ya Allah, cukupkanlah aku dengan rezeki halal-Mu dari yang haram, dan kayakanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu.”

 Doa Sebelum Tidur agar Terlepas dari Utang dan Kefakiran

Tulisan Arab:

اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَاْلإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ. اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ اْلآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Latin:

Allāhumma rabbas-samāwātis-sab‘, wa rabbal-‘arsyil-‘aẓīm, rabbana wa rabba kulli syai’, fāliqal-ḥabbi wan-nawā, wa munzilat-tawrāti wal-injīli wal-furqān, a‘ūdzu bika min syarri kulli syai’in anta ākhidzbinaṣiyatih. Allāhumma antal-awwalu fa laisa qablaka syai’, wa antal-ākhiru fa laisa ba‘daka syai’, wa antal-ẓāhiru fa laisa fauqaka syai’, wa antal-bāṭinu fa laisa dūnaka syai’. Iqḍi ‘annad-daina wa aghninā minal-faqr.

Artinya:

“Ya Allah, Rabb langit yang tujuh dan Rabb ‘Arsy yang agung, Rabb kami dan Rabb segala sesuatu, yang menumbuhkan biji dan inti, yang menurunkan Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu yang Engkau kendalikan. Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Awal, tiada sesuatu sebelum-Mu. Engkaulah Yang Maha Akhir, tiada sesuatu setelah-Mu. Engkaulah Yang Maha Zahir, tiada sesuatu di atas-Mu. Engkaulah Yang Maha Batin, tiada sesuatu selain-Mu. Lunasilah hutang-hutang kami, dan cukupkanlah kami dari kefakiran.”

Doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW ini bukan berarti mendatangkan uang langsung dari langit.

Namun, doa adalah ikhtiar batin agar Allah SWT melapangkan jalan rezeki.

Dengan doa, usaha, dan tawakal, insyaAllah hutang sebesar gunung pun bisa dilunasi dengan pertolongan Allah.

(Bangkapos.com)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved