Berita Belitung

Forum Kedukunan Adat Ingin Konflik Gubernur dan Wakil Gubernur Babel Segera Diakhiri

Forum Kedukunan Adat se-Pulau Belitung sudah bertemu dengan Gubernur dan Wakil Gubernur, keduanya sudah bersedia untuk meminta maaf

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Hendra
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari 
Ketua Forum Kedukunan Adat se Pulau Belitong, Mukti Maharif, Selasa (19/8/2025). 

BANGKAPOS.COM, BELITUNG — Forum Kedukunan Adat se-Pulau Belitung menginginkan agar konflik antara Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani dan Wakil Gubernur Hellyana segera diakhiri.

Ketua Forum Kedukunan Adat, Mukti Maharif mengatakan konflik ini harus berakhir agar keduanya bisa besinergi demi kepentingan masyarakat dan menjalankan pemerintahan dengan baik.

Upaya untuk menyelesaikan konflik sudah pernah dilakukan, tapi hingga saat ini belum ada penyelesaian.

Mukti Maharif, mengungkapkan bahwa pihaknya juga telah bertemu secara terpisah dengan Gubernur maupun Wakil Gubernur untuk menyampaikan harapan rekonsiliasi.

“Kami ingin secepatnya konflik ini selesai, bukan mendahului siapapun. Dialog kami terbuka dari hati ke hati baik dengan Gubernur maupun Wagub agar persoalannya terang benderang,” ujar Mukti, Selasa (19/8/2025).

Ia menjelaskan, setelah mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak, forum menyimpulkan bahwa persoalan tersebut hanya merupakan kesalahpahaman dan dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik.

Forum juga menekankan pentingnya menjaga sistem komando dan mengikuti prosedur pemerintahan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pertemuan sebelumnya, Mukti menyebut wakil gubernur menyatakan kesediaan untuk meminta maaf, sementara gubernur menyampaikan kesiapan untuk memaafkan.

“Alhamdulillah Bu Wagub legowo ingin meminta maaf dan Pak Gubernur menyampaikan siap memaafkan,” terang Mukti.

Ia memastikan upaya yang dilakukan forum tidak bermaksud mencari sorotan publik, melainkan murni demi menjaga stabilitas pemerintahan.

“Mudah-mudahan setelah ini hilanglah, jangan sampai timbul lagi di media sosial, jangan lagi ada konflik di Provinsi Bangka Belitung,” tegasnya.

Sebelum menggelar pertemuan dengan kedua pimpinan, Forum Kedukunan juga telah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPRD Provinsi Babel.

Namun karena belum terlihat langkah konkret dari legislatif, Forum Kedukunan Adat dan Lembaga Adat Melayu Belitung akhirnya mengambil inisiatif.

Sebagai bagian dari upaya penyelesaian, Forum Kedukunan telah menggelar rapat koordinasi bersama Lembaga Adat Melayu Belitung pada Kamis (14/8/2025), serta melakukan pertemuan langsung dengan Wakil Gubernur pada Senin (18/8/2025).

Forum berharap komunikasi kedua pimpinan provinsi kembali terjalin baik, sehingga program pembangunan dapat berjalan optimal demi masa depan Bangka Belitung.

"Aku dari ketua forum kedukunan se Pulau Belitung dan Lembaga Adat Melayu Belitung, kami koordinasi terus agar jangan sampai ada ketersinggungan. Kami ingin agar memperbaiki kondisi ini demi masa depan. Harapan kami fokus berjalan dengan baik agar membangun Bangka Belitung, sehingga dengan kepemimpinan keduanya, (Babel) ini bisa meningkat kembali," tuturnya. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved