Berita Pangkalpinang

Molen-Zeki Pilih Bersama Keluarga, Ajak Masyarakat Tetap Harmoni Usai Pilkada

Molen mengajak seluruh masyarakat agar kembali hidup dalam harmoni, hilangkan permusuhan usai hajatan Pilkada....

Istimewa/ dok Tim Harmoni
Pasangan Molen dan Zeki Yamani, saat diwawancarai awak media, didampingi keluarga sebagai pendukung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Menjelang masa tenang Pilkada Ulang 2025 Kota Pangkalpinang, calon wali kota Maulan Aklil (Molen) memilih lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Masa tenang berlangsung sejak Minggu (24/8/2025) hingga hari pencoblosan, Rabu (27/8/2025).

Molen bersama calon wakil wali kota, Zeki Yamani, menyerahkan sepenuhnya hasil pemungutan suara kepada masyarakat Pangkalpinang. Ia meyakini warga dapat menilai perubahan nyata yang telah dilakukan dalam lima tahun terakhir.

Kehadiran Masjid Agung Kubah Timah, yang kini menjadi ikon harmoni kerukunan di Pangkalpinang menjadi peninggalan pembangunan di era Molen.

Pembangunan lain yang dinikmati masyarakat adalah Taman Dealova, Jerambah Gantung, Alun-alun Taman Merdeka, Titik Nol Kilometer, Puskesmas, dan sejumlah ikon kota lainnya.

Molen mengatakan, akan melanjutkan pembangunan yang juga fokus pada lapangan kerja dan investasi.

Meski begitu, Molen tetap mengajak seluruh masyarakat agar kembali hidup dalam harmoni, hilangkan permusuhan usai hajatan Pilkada.

"Sudah ada garis tangannya, sudah tertulis di Lauhul Mahfuz, siapa yang jadi nanti. Kita hanya mengikuti jalan takdir ini," kata Molen.

Sementara dukungan terhadap Molen dan Zeki Yamani dari kalangan anak muda juga terus mengalir.

Mereka yakin Molen mampu mengakomodir keinginan anak muda Pangkalpinang.

Molen-Zeki dikenal sebagai figur berpengalaman, dapat memahami kebutuhan generasi saat ini.

Febiola (21), warga Pangkalpinang mengatakan, Molen sosok pemimpin yang telah bertransformasi dan tumbuh bersama masyarakat, khususnya kalangan muda.

Pasangan Molen-Zeki adalah simbol dari harmoni, dedikasi, dan semangat kolaboratif.

"Ketenangannya saat dihujat bagi kami sangat luar biasa. Pak Molen tidak rapuh dan tidak baper, jadi kami senang sosok pemimpin seperti ini," ujarnya.

Perubahan sikap Molen menurut mereka semakin rendah hati setelah kekalahan dalam kontestasi sebelumnya. 

Hal ini mencerminkan sikap dewasa seorang pemimpin yang mau belajar dari pengalaman dan mendengar suara rakyatnya.

Di sisi lain, perkembangan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata juga menjadi indikator nyata keberhasilan kepemimpinan Molen. (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved