Deretan Bisnis Dwi Hartono Tersangka Pembunuhan Kacab Bank Ilham Pradipta, Punya Bimbel Guruku.com
Dwi Hartono merupakan pendiri PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI).
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: M Zulkodri
BANGKAPOS.COM -- Inilah deretan bisnis Dwi Hartono, tersangka kasus pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN, Ilham Pradipta (37).
Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha dan motivator, ia diketahui menekuni sedugang bisnis.
Dwi Hartono merupakan pendiri PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI).
Baca juga: Dwi Hartono Diduga Bangkrut, Buat Pinjaman Fiktif tapi Ditolak Ilham Pradipta, Berujung Pembunuhan
PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) lebih dikenal sebagai platform Guruku.com.
Kedua perusahaan tersebut berkantor di kediaman pribadi Dwi Hartono yang berlokasi di Jalan San Fransisco, Blok Q1, Nomor 9, Kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Kota Bogor, Jawa Barat.
Guruku.com merupakan platform yang bergerak di bidang pendidikan non formal.
Aplikasinya memberikan layanan pendidikan bagi pelajar, tenaga pendidik, serta pelaku UMKM yang ingin belajar bisnis.
Sementara, PT Hartono Mandiri Makmur berfokus pada bidang software developments and applications.
Baca juga: Hotman Paris Akui Pernah Bermitra dengan Dwi Hartono, Bantah Punya Hubungan Pribadi: Saya Ga Kenal
Dwi Hartono juga dikenal sebagai motivator seperti yang terlihat dari laman akun YouTube miliknya yang memiliki total 169 ribu subscriber.
Rekam Jejak Dwi Hartono
Dwi Hartono dijuluki crazy rich Rimbo Bujang, Jambi.
Sebelum dikenal sebagai crazy rich, Dwi Hartono pernah berkisah tentang jatuh bangun perjuangannya dalam menjalani bisnis.
Pada tahun 2021, Dwi Hartono sempat menceritakan jejak karirnya yang jatuh bangun.
"Sembilan tahun yang lalu saya tak punya apa-apa. Tidak punya rumah, mobil bahkan usaha," kata Dwi Hartono Minggu (10/10/2021) lalu dikutip dari Tribun Jambi.
Dwi mengaku bahwa mengawali usaha dia mencoba peruntungan dengan membuka rental PS2 di Semarang.
Tak berhasil di sana, dia mencoba membuka usaha kuliner seperti membuka warteg hingga warung lesehan ayam penyet.
Namun usahanya bangkrut, orang tuanya pun lepas tangan.
Tapi bagi Dwi Hartono, modal itu penting tapi harus dibarengi dengan niat yang kuat.
"Kebanyakan orang menganggap tanpa modal tidak bisa jalan, salah itu mas, modal itu nomor sekian niatnya yang paling penting" ujarnya.
Kemudian Dwi Hartono mengatakan pernah menggarap proyek reklamasi dengan keuntungan Rp2000.
Meski keuntungan tersebut hanya dua ribu rupiah, itu dikalikan sekian banyak kubik.
"1 juta kubik kali 2, Rp 2 Miliar" kata Dwi Hartono.
Kemudian dari situ, Dwi mengaku dia baru bisa membayar utang-utangnya saat itu.
Dwi Hartono kini tumbuh menjadi pengusaha sukses.
Kesuksesannya tersebut terlihat dari kemampuannya untuk menghadirkan artis papan atas dalam setiap acara.
Pada satu kesempatan, ia pernah mengundang Via Valen untuk memeriahkan acara khitanan anaknya, serta Wika Salim dalam reuni SMP 13 Rimbo Bujang.
Ia juga pernah menghadirkan Ustad Zaky Mirza guna mengisi tausiah untuk masyarakat setempat.
Selain dikenal sebagai pribadi flamboyan dengan gaya hidup mewah—mulai dari mobil mewah, pakaian branded, hingga disebut pernah menggunakan helikopter untuk bepergian—Dwi Hartono juga memiliki citra dermawan.
Ia sering mengadakan program pembagian bingkisan untuk warga sekitar.
Sosok Dwi Hartono juga dikenal memiliki kedekatan dengan sejumlah pejabat.
Di akun Instagram @klanhartono, ia kerap mengunggah aktivitas harian yang menampilkan dirinya sebagai pria sukses, dermawan, serta dekat dengan sejumlah tokoh nasional.
Di platform tersebut, terlihat unggahan-unggahan Hartono bersama pejabat publik dan tokoh penting, seperti:
Sandiaga Uno, dalam acara buka puasa bersama pada Maret 2025.
Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Kabinet Prabowo-Gibran.
Mayjen TNI H. Iwan Setiawan dan Mayjen Herwin Suparjo, petinggi TNI yang sempat berinteraksi langsung dengan Hartono dalam forum-forum resmi.
Pernah jadi Tersangka Kasus Ijazah Palsu, Kini jadi Tersangka Pembunuhan
Dwi Hartono ternyata pernah menjadi tersangka kasus pemalsuan ijazah.
Dwi Hartono pernah memalsukan ijazah dan nilai untuk memasukkan lima mahasiswa di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.
Dilansir dari artikel yang tayang di Kompas.com pada 20 Juni 2012, DH ditetapkan merupakan mahasiswa FK Unissula angkatan 2004.
Ia melakukan manipulasi nilai mata pelajaran IPA lima mahasiswa agar bisa masuk ke FK serta menjadi joki saat ujian masuk.
DH mengaku melancarkan aksinya sejak 2006.
Ia melakukan kecurangan itu melalui sebuah lembaga bimbingan belajar dengan tarif masuk Rp 50 juta hingga hampir Rp 1 miliar.
Dalam keterangannya Ferry mengaku hanya sebagai perantara dari tim marketing bimbel dengan imbalan Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per orang.
Kini Dwi Hartono kembali berurusan dengan hukum setelah diduga menjadi otak dari kasus pembunuhan Kepala Cabang Bank BUMN, Ilham Pradipta.
Ia menyewa 7 orang untuk melakukan penculikan serta pembunuhan terhadap Ilham di Jakarta Pusat.
Beredar kabar bahwa Dwi Hartono membunuh Ilham lantaran pengajuan kredit fiktifnya ditolak.
"Benar (aktor intelektual)," kata Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim dikutip TribunnewsBogor.com dari Kompas.com.
Informasi yang beredar, Dwi Hartono diduga sakit hati lantaran upayanya melakukan pinjaman atau kredit fiktif sebesar Rp 13 miliar diketahui oleh Ilham Pradipta.
Ilham Pradipta pun mencoret klausul peminjaman tersebut.
Dwi Hartono kemudian menyusun rencana untuk menghabisi nyawa mantan penyiar radio itu.
Dwi Hartono ditangkap tim gabungan Polda Metro Jaya bersama dua tersangka lain, YJ dan AA, di Solo, Jawa Tengah, pada Sabtu (23/8/2025) sekitar pukul 20.15 WIB.
Penangkapan berlangsung tanpa perlawanan. Sehari setelahnya, polisi juga mengamankan pelaku lain berinisial C di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Sebelumnya, empat orang berinisial AT, RS, RAH, dan RW telah ditangkap di Jakarta dan Labuan Bajo.
Jasad Ilham Pradipta ditemukan sehari setelah penculikan, Kamis (21/8/2025), di area persawahan Bekasi.
Korban dalam kondisi kaki dan mata dililit lakban, diduga menjadi korban eksekusi setelah diculik dari area parkir sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
(Bangkapos.com/TribunSumsel.com/Tribunnews.com)
Dwi Hartono Pengusaha Sukses di Mata Warga Jambi, Ngaku Beli Helikopter, Simak Wawancara Ekslusifnya |
![]() |
---|
Ilham Pradipta Ternyata Guru Bela Diri, Ketua Kenpo saat di Kampus, Istri : Ayah Kenapa Ga Dilawan |
![]() |
---|
Tak Disangka Ini Sosok Pengintai Kacab Bank Sebelum Diculik dan Dibunuh, Polisi: Peran Krusial |
![]() |
---|
Susno Duadji Soroti Kasus Pembunuhan Kacab Bank BUMN: Dugaan Dendam Pribadi hingga Sosok Dalang |
![]() |
---|
Coreng Nama UGM, Dwi Hartono Dinonaktifkan Jadi Mahasiswa S2 Buntut Kasus Tewasnya Ilham Kacab Bank |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.