Sosok Salsa Hutagalung, Tantang Ahmad Sahroni Debat Soal Gaji DPR, Lulusan Terbaik HI UGM

Salsa menantang Ahmad Sahroni yang menyebut pendemo pembubaran DPR sebagai orang tolol lewat akun Instagram pribadinya @salsaer.

Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Evan Saputra
Kolase KOMPAS.com/Syakirun Ni'am | Instagram @salsaer
SALSA HUTAGALUNG -- (kiri) Ahmad Sahroni / (kanan) Salsa Hutagalung | Salsa Hutagalung tantang Ahmad Sahroni debat soal gaji DPR. Salsa Hutagalung ternyata bukan sosok sembarangan, ia merupakan lulusan terbaik HI UGM dan juara debat internasional 

Dia pernah menjuarai lomba debat internasional di Nanyang Technological University pada 2014.

Salsa juga tercatat sebagai mahasiswa berprestasi di Universitas Gadjah Mada (UGM) sebelum melanjutkan studi ke luar negeri.

Dirangkum dari akun Linkedin pribadinya, Salsa Erwina lulusan dari Universitas Gadjah Mada pada (2010-2014).

Ia mengambil jurusan Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Selama berkuliah, Salsa Erwina dikenal sebagai mahasiswi berprestasi.

Dirinya menjadi lulusan terbaik Hubungan Internasional Angkatan November dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,81 dari 4,00.

Salsa panggilan akrabnya juga meraih predikat Mahasiswa Berprestasi Tingkat Universitas Gadjah Mada tahun 2014

Perempuan yang punya hobi traveling ini meraih predikat 10 besar mahasiswa berprestasi tingkat Indonesia tahun 2014 dari Kementerian Pendidikan.

Dalam urusan debat, Salsa Erwina juga telah menorehkan prestasi hingga tingkat internasional.

Yakni juara dan pembicara Terbaik ke-3 (kategori Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing) Kejuaraan Debat Asia Bersatu, Universitas Teknologi Nanyang, Singapura pada 2014.

Kemudian dirinya juga masuk perempat final lomba debat dunia Asia Pasifik di Berlin, Jerman, pada 2012.

Perjalan Karier

Salsa Erwina mengawali karier profesionalnya pada April 2015 hingga April 2016. 

Ia pertama kali bekerja sebagai  Koordinator Keberlanjutan di perusahaan Danone, salah satu perusahaan makanan dan minuman yang berkantor pusat di Paris.

Dirinya kemudian bekerja di perusahaan iPrice Group, web pembanding harga belanja daring yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved