Jumat, 10 April 2026

171 Pelajar Daftar Program Pemali Boarding School, Pendaftaran Ditutup Besok 10 April

Program Kelas Beasiswa PT TIMAH di SMAN 1 Pemali kembali menarik minat pelajar berprestasi dari Bangka Belitung, Riau, dan ..

Dok PT Timah Tbk
ILUSTRASI -- Pelajar mendaftar Kelas Beasiswa PT Timah di SMAN 1 Pemali Tahun Ajaran 2026/2027 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Program Kelas Beasiswa PT TIMAH (Persero) Tbk untuk jenjang SMA di SMAN 1 Pemali Tahun Ajaran 2026/2027 kembali menjadi sorotan. Hingga Rabu (8/4/2026), tercatat 171 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti program beasiswa ini. Pendaftaran akan resmi ditutup pada 10 April 2026 dan dapat dilakukan melalui laman resmi spmb2026.beasiswatimah.com.

Program beasiswa PT TIMAH memberikan kesempatan bagi pelajar berprestasi yang berasal dari keluarga berpenghasilan rendah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Provinsi Kepulauan Riau, dan Provinsi Riau. Tahun ini, sebanyak 36 siswa akan diterima dalam program Kelas Beasiswa.

Calon peserta akan melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari seleksi administrasi, survei lapangan, tes potensi akademik, psikotes, wawancara, analisis psikologi klinis, validasi dokumen, hingga tes kesehatan.

Program Kelas Beasiswa PT TImah merupakan salah satu upaya strategis perusahaan dalam memberikan akses pendidikan berkualitas bagi generasi muda, khususnya di wilayah operasional perusahaan.

Melalui program ini, para peserta akan mendapatkan pembinaan akademik maupun penguatan karakter guna mempersiapkan mereka menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing.

Program yang dimulai sejak tahun 2000 silam ini telah melahirkan ratusan alumni yang saat ini telah berkiprah dalam berbagai bidang. Program ini merupakan salah satu komitmen perusahaan dalam mewujudkan generasi emas 2045.

Kepala Sekolah SMAN 1 Pemali, Eflina menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan penting yang harus dipenuhi calon peserta didik yang ingin mengikuti seleksi Kelas Beasiswa PT TImah.

Dari sisi akademik, calon peserta wajib memiliki nilai rapor minimal 75 untuk beberapa mata pelajaran tertentu yang telah ditetapkan panitia. Selain itu, peserta juga harus mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi berupa psikotes dan tes potensi akademik.

“Persiapan akademik tentu penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan emosional dan psikis mereka. Boarding school berbeda dengan sekolah reguler, apalagi anak-anak ini berasal dari berbagai daerah dan harus tinggal di asrama,” jelasnya.

Aspek kesehatan fisik juga menjadi perhatian dalam proses seleksi, mengingat siswa akan menjalani aktivitas belajar dan pembinaan secara intensif di lingkungan asrama.

Ia mengimbau para calon peserta didik untuk memiliki semangat belajar dan daya juang yang lebih tinggi dibandingkan siswa pada umumnya.

“Mereka harus sudah punya gambaran masa depan sejak awal masuk. Mau melanjutkan ke mana, cita-citanya apa, dan proses apa yang harus dilakukan selama sekolah. Itu penting sekali. Apalagi para pelajar dituntut lebih mandiri, disiplin, dan memiliki perencanaan yang jelas terhadap masa depan mereka," ucapya. (*/E88)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved