Jumat, 10 April 2026

Fidel Castro Rekrut Bekas Perwira Nazi

Fidel Castro merekrut para mantan anggota Nazi SS Waffen untuk melatih pasukannya pada puncak krisis rudal Kuba.

Editor: fitriadi
zoom-inlihat foto Fidel Castro Rekrut Bekas Perwira Nazi
AFP
Fidel Castro ketika menyampaikan pidato di Kuba pada Oktober 1962.
BANGKAPOS.COM, HAVANA - Fidel Castro merekrut para mantan anggota Nazi SS Waffen untuk melatih pasukannya pada puncak krisis rudal Kuba. Demikian menurut sejumlah file intelijen Jerman yang kini tak lagi masuk kategori rahasia.

Pemimpin komunis itu juga berusaha untuk membeli senjata-senjata dari para pedagang senjata yang terkait dengan kaum ekstrem kanan Jerman. Hal itu menunjukkan betapa dia siap berkolaborasi dengan musuh ideologisnya demi mencegah invasi AS.

Sejumlah dokumen yang dirilis minggu ini oleh Bundesnachrichtendienst (BND), badan intelijen luar negeri Jerman, mengungkapkan sejumlah informasi yang dikumpulkan Jerman 50 tahun lalu pada hari-hari puncak kegentingan krisis rudal Kuba.

Dokumen-dokumen itu mengungkapkan, Castro secara pribadi menyetujui rencana untuk menyewa para mantan perwira Nazi untuk melatih tentara revolusioner Kuba. Castro menawarkan gaji empat kali lebih besar dari gaji rata-rata di Jerman dan kesempatan untuk memulai hidup baru di Havana.

Dokumen-dokumen itu, yang berasal dari Oktober 1962, menunjukkan bahwa empat mantan perwira pasukan elite Nazi diundang ke Havana. Namun laporan setelah itu mengonfirmasi bahwa hanya dua orang yang tiba di Havana.

Dokumen-dokumen tersebut juga menunjukkan bagaimana rezim Castro bernegosiasi dengan dua pedagang yang terkait dengan kaum ekstrem kanan Jerman untuk membeli pistol-pistol buatan Belgia guna mempersenjatai pasukan Kuba.

Para pejabat dinas rahasia Jerman berkesimpulan bahwa rezim Kuba ingin membebaskan diri dari ketergantungan total pada dukungan pelatihan dan persediaan Soviet

"Jelas, tentara revolusioner Kuba tidak takut terpengaruh orang-orang yang secara pribadi terkait dengan Nazisme, yang penting tujuan-tujuan mereka sendiri tercapai," kata Bodo Hechelhammer, direktur investigasi sejarah BND, dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Jerman, Die Welt.

Sejumlah dokumen itu memberikan wawasan tentang tindakan Kuba selama periode Perang Dingin yang membawa AS dan Uni Soviet ke ambang perang. Krisis Rudal selama 13 hari itu dimulai pada 16 Oktober 1962, ketika Presiden John F Kennedy mengetahui bahwa Uni Soviet menginstal rudal di Kuba, sekitar 140 kilometer dari lepas pantai Florida.

Setelah negosiasi rahasia antara Kennedy dan Perdana Menteri Soviet, Nikita Khrushchev, Amerika Serikat setuju untuk tidak menyerang Kuba jika Uni Soviet menarik rudalnya dari pulau itu.

Pekan lalu, ribuan file dari dokumen-dokumen pribadi saudara Kennedy, yaitu Robert F Kennedy, yang dirilis, memberikan informasi baru tentang krisis itu, termasuk sebuah memo tentang rencana rinci serangan angkatan udara AS terhadap situs rudal Kuba jika negosiasi itu gagal. (Telegraph)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved