29 Tahun PLTD Merawang Jadi 'Jantung' Listrik Bangka
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Merawang Kabupaten Bangka sudah cukup berumur.
BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Merawang Kabupaten Bangka sudah cukup berumur. Sejak dibangun tahun 1984 silam, hingga kini usia pembangkit listrik ini sudah mencapai 29 tahun.
"Sampai saat ini PLTD Merawang dianggap sebagai 'jantung' listrik di pulau Bangka," ujar Humas PT PLN wilayah Bangka Belitung, Dimas, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (21/6/2013) sore.
Dimas mengatakan, saat pertama beroperasi PLTD Merawang hanya memproduksi listrik dengan kekuatan 2 Mega Watt (MW) atau sama dengan 2.000 Kilo Watt (KW) dan belum terkoneksi. Namun seiring berjalan waktu akhirnya penambahan mesin dilakukan di PLTD setempat.
Seiring itu pula diikuti pembangunan pusat listrik di kabupaten-kabupaten lain di Bangka, antara lain PLTD, PLTU bio energy atau PLTS (pembangkit listrik tenaga surya) baik milik PLN maupun pihak swasta dengan sistem jual listrik (kWh) ke PT PLN.
"Saat ini sistem pembangkitan sudah terinterkoneksi se-pulau Bangka dengan daya mampu terpasang total sebesar 108,250 MW (jika semua mesin beroperasi) dengan kondisi beberapa mesin sudah melewati masa produktif aktif," kata Dimas.
Pada bulan Mei 2013, guna menjaga performance mesin dalam menghadapi bulan puasa (Ramadhan), PLN melakukan pemeliharaan mesin Allen (3 MW) dan SWD (1 MW).
Satu unit mesin Mirrlees (5,218 MW) mengalami gangguan sehingga akan mengakibatkan pemadaman terjadwal yang tak lain bertujuan guna menutupi beban puncak pada pukul 18.00 sampai dengan 22.00 wib sebesar 105 MW.
"Hari ini kami sangat bersyukur dengan masuknya kembali mesin Allen dan SWD ke sistem pembangkitan PLN di Bangka sehingga dapat mengurangi itensitas waktu pemadaman . Ini upaya kami dalam menyelesaikan permasalahan listrik di daerah," kata Dimas.
Dimas menghimbau kepada seluruh pelanggan listrik PLN di pulau Bangka agar dapat memaksimalkan pencahayaan sinar matahari melalui jendela pada siang, dan meminimalkan pemakaian sinar atau cahaya lampu.
"Kita juga menghimbau masyarakat hemat dalam menggunakan energi listrik PLN," kata Dimas.