Buryam Taburan Tongcai atau Cakwe Sama-sama Enak
Bagi Anda penikmat bubur ayam mungkin sudah tak asing lagi dengan namanya bubur ayam bandung, bubur ayam Sukabumi
Penulis: khamelia | Editor: Hendra
Laporan Wartawan Bangka Pos, Khamelia
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bagi Anda penikmat bubur ayam mungkin sudah tak asing lagi dengan namanya bubur ayam bandung, bubur ayam Sukabumi ataupun yang akhir-akhir ini yang lagi booming bubur ayam selera bangka yang diberi label Mr Pakwo.
Yup, bubur ayam sangat cocok untuk disantap pagi hari sebagai alternatif sarapan pagi. Bubur ayam sendiri menggunakan kaldu yang terbuat dari rebusan ayam sehingga menimbulkan citarasa yang gurih. Sangat enak bila disantap hangat-hangat.
Tiap daerah tentu punya ciri khas sendiri seperti bubur ayam Mr Pakwo yang sukses mengkolaborasikan racikan bubur bangka yang sesungguhnya dengan kreasinya sendiri. Penggunaan tongcai pun menjadi ciri khas buryam Pakwo. Tongcai adalah sayuran yang terbuat dari lobak yang diasinkan, irisan tongcai berwarna kecoklatan dipercaya mampu memberikan sentuhan rasa gurih pada makanan.
"Konsep awalnya saya mau pake cakwe tapi setelah dipikir itu bukan khas kita, lalu terlintas untuk pake tongcai, eh ternyata banyak yang suka, karena tongcai ini berguna sebagai penggurih alami," tutur Pakwo kepada bangkapos.com Senin (30/03/2015).
Buryam Pakwo bebas santan dan gula, begitulah slogan yang tertulis di spanduk yang didominasi warna merah menyala. "Buryam Pakwo bermain di kuahnya total ada 15 rempah digunakan untuk memperkuat rasa kaldunya," sebutnya.
Nah keunikan buryam ini terletak pada topingnya. Setelah bubur dimasukkan ke dalam mangkuk, Pakwo dengan sigap menaburi dengan bawang goreng, ayam suwir, seledri, daun bawang, kacang kedelai goreng, tongcai dan abon sapi. Sebagai pelengkap ada telor asin, telor rebus, telor puyuh goreng, sate ati ampela dan sate jamur tiram yang jadi favorit.
Soal toping ini Pakwo termasuk pedagang yang royal, ia tak mau tanggung memberikan lebih agar pelanggan puas. "Kalo ade yang nek nambah abon, kerupuk, kacang atau tongcai agik sekuayok (bebas) tanpa tambahan biaya, ape agik bagi yang nek minum asak kawah bai minumlah sampe puas, gratis, Pakwo ne ingen kali biar orang puas, haha..," ujarnya.
Usaha yang sudah berjalan 7 bulanan ini buka mulai pukul 6 pagi sampai 12 siang. Jangan datang lewat dari jam itu karena dijamin Anda gak bakal kebagian. Buryam Pakwo dihargai Rp10.000 dan spesial Rp12.000.
Pelanggan Pakwo mulai orang biasa hingga pejabat, bahkan banyak orang luar yang pernah menyambangi gerobak buryam yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Pangkalpinang ini.
"Saya patut bersyukur di saat ekonomi lagi sulit sekarang usaha seperti ini bisa memberikan pemasukan bagi saya dan keluarga," tutur Pakwo seraya menyebutkan seapes-seapesnya setiap hari ia bisa menjual paling sedikit 50 porsi.
"Kalau tanggal tua biasanya 40-50 porsi, kalau tanggal muda, apalagi saat weekend bisa abis 80 porsi, Alhamdulillah," ucapnya.
Bicara soal bubur, bubur ayam Bandung juga mempunyai kuah dan bubur yang lebih gurih. Selain itu, bubur ayam Bandung juga mempunyai ciri khas pada kuahnya yang lebih kaya bumbu.
Kang Uung, pengelola warung bubur Parahiyangan menuturkan, usaha yang sudah berjalan cukup lama ini memiliki cukup banyak pelanggan. "Bubur Bandung ciri khasnya di cakwe, ayam suwir, taburan kacang kedelai, emping, bawang goreng, seledri dan daun bawang, kalau rasa kaldunya sudah pasti gurih," ujarnya.
Menempati ruko Jalan A Yani Dalam Pangkalpinang, bubur Bandung racikan Kang Uung bisa habis 100 porsi perhari, buka mulai pagi hingga malam. Harga bury ini cukup terjangkau mulai Rp8.000 hingga Rp10.000 (pake telor).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/bubur-ayam-pakwo.jpg)