Rhoma Irama Tewas Dibacok, Ucapan Duka Mengalir di Twitter
Rhoma menjadi korban akibat bentrokan di kampusnya setelah dibacok senjata tajam di kepalanya, leher, dan perut.
BANGKAPOS.COM - Rhoma Irama kini telah tiada. Dia tewas meregang nyawa di kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Bima, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (6/1/2016).
Rhoma menjadi korban akibat bentrokan di kampusnya setelah dibacok senjata tajam di kepalanya, leher, dan perut.
Ucapan duka pun mengalir melalui media sosial Twitter.
Akun @DJoxin berkicau, “Turut berduka cita.”
Akun @SayurAsem berkicau, “RIP RHOMA ...”
Setelah membaca ucapan duka tersebut, Anda jangan kaget jika Rhoma Irama yang tewas adalah si Raja Dangdut.
Nama tersebut merujuk pada seorang mahasiswa berusia 22 tahun, semester kelima, Fakultas Bimbingan dan Konseling Pendidikan di kampus pencetak calon guru.
Hanya nama yang sama, orangnya beda.
Dikutip dari berbagai sumber, sebelum Rhoma tewas, terjadi penganiayaan mahasiswa junior oleh mahasiswa senior.
Penganiayaan tersebut memicu aksi balas dendam dan korban lalu mengajak kerabatnya menyerang balik.
Bentrokan pun tak terhindarkan di kampus.
Pelaku dari kedua kubu terlibat aksi saling kejar, saling lempar, dan membawa senjata tajam.
Akibat aksi saling lempar, kaca jendela di kampus pecah.
Oma, sapaan Rhoma tak mau bentrokan berlanjut.
Dia yang sedang mengikuti ujian di ruang kelas pun tiba-tiba keluar ruangan dan berusaha melerai.
Ternyata pelaku tak terima dilerai oleh Oma.
Pelaku pun kembali ke rumah mengambil senjata tajam.
Di kampus, Oma pun dibacok.
Pelaku kini sedang dikejar polisi.