Pengusaha Ekspedisi Kaget Tarif Angkut SMU Airline Naik
Ini sangat mengejutkan kami. sebelum menaikan atau adanya perubahan tarif hendaknya kami
Penulis: Fitri Wahyuni | Editor: Iwan Satriawan
BANGKAPOS. COM, BANGKA-- Pengusaha angkutan ekspedisi merasa kaget adanya kenaikan tarif angkutan surat muatan udara (SMU).
Pemberlakuan kenaikan tarif dimulai, Rabu (9/1).
"Tadi pagi ada surat pemberitahuan kenaikan tarif angkutan SMU dan sudah mulai diberlakukan," ujar Sekretaris Asperindo Babel Sunit Gito Harjono,
Wakil Ketua Asbulah, Rabu (9/1) di Kantor Bangkapos Jalan KH Abdurrahman Siddiq Pangkalpinang.
Menurut Sunit bahwa perubahan tarif angkut menitipkan barang lewat airline, sangat mengejutkan bagi pengusaha ekapedisi.
"Ini sangat mengejutkan kami. sebelum menaikan atau adanya perubahan tarif hendaknya kami dari Asperindo diajak diskusi untuk tarif yang sesuai," ujarnya.
Bahkan kata Sunit, hendaknya juga menjelaskan kepada pengusaha ekspedisi alasan naiknya tarif angkut SMU.
Lebihlanjut dikemukakan Sunit bahwa selaku pengusaha ekspedisi memaklumi karena suatu saat tarif SMU ada mengalami kenaikan.
"Kalaupun tarif angkut SMU naik, harusnya ada negosiasi dengan kami untuk harga tarif yang masuk diakal dalam keadaan dan kondisi sekarang," kata Sunit.
Dikemukakan Sunit kenaikan tarif angkut SMU sangat membebankan pengusaha ekspedisi.
"Adanya kenaikan, mau tidak mau kami juga harus menaikan tarif ongkos kirim perkilogramnya, " jelasnya.
Disisilain Wakil Ketua Asperindo Babel, Asbulah mengemukakan kenaikan tarif angkut SMU akan berdampak dengan kenaikan tarif kirim ekspedisi.
Menurut Asbulah bahwa pengusaha ekspedisi mendukung kegiatan UMKM harus maju.
"Yang tadinya para pelaku UMKM hanya menjual di lokal, dan melalui online mereka bisa menjual keluar menggunakan jasa angkutan ekspedisi," ungkap Asbulah.
Harapan Asbulah agar tarif angkut SMU kalau ada perubahan hendaknya jangan terlalu tinggi.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/asperindo2.jpg)