Jumat, 10 April 2026

Jaringan 5G Segera Hadir di Indonesia, Ini Tiga Operator yang Lolos Seleksi

Jaringan 5G Segera Hadir di Indonesia, Ini Tiga Operator yang Lolos Seleksi

Penulis: M Zulkodri CC | Editor: M Zulkodri
IST/DOK TELKOMSEL
Direktur Planning and Transformation Telkomsel Edward Ying, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia DR. IR. Ismail MT, Acting CEO Telkomsel Heri Supriadi, dan Direktur Sales Telkomsel Ririn Widaryani saat melakukan uji coba video call dengan menggunakan jaringan 5G pertama di Indonesia, Batam (28/11). 

BANGKAPOS.COM --Kita ketahui jaringan 5G sudah santer terdengar pada akhir 2020 lalu.

Setidaknya GSMA Intelligence mencatat pada September 2020 ada 101 operator seluler yang tersebar di 45 negara menawarkan layanan 5G.

Sementara itu, 77 operator telah mengumumkan peluncuran layanan seluler 5G.

Khusus di Asia Pasifik, ada 9 negara yang meluncurkan layanan 5G secara komersial, 12 lainnya telah secara resmi mengumumkan rencana peluncuran.

Terus Indonesia kapan?

Terlebih di tengah pademi covid-19 seperti saat ini jaringan internet sangat dibutuhkan.

Rupanya hal tersebut juga menjadi pertimbangan dari pemerintah indonesia untuk menghadirkan jaringan 5G di tahun ini (2021).

Hal ini dikatakan Dirjen informasu dan komunikasi publik kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Widodo Muktiyo 

" Kita berupaya menghadirkan 5G ke Indonesia pada tahun depan (2021) tanpa melupakan pemerataan jaringan 4G di sejumlah desa yang belum terlayani," ujarnya seperti dilansir dari Kominfo

Diakui Widodo untuk menghadirkan jaringan 5G tidak semudah saat peralihan dari 3G ke 4G. Sebab menghadirkan teknologi 5G ini butuh lompatan besar.

"Kita juga sudah membentuk gugus tugas untuk mempersiapkan lompatan besar ini satunya melalui lelang frekuensi 2,3 GHz," ucapnya,

Kabar terakhir, ada tiga operator yang lolos seleksi penggunaan pita frekuensi radio 2,3 Ghz rentang 2.360 – 2.390 Mhz,

yaitu PT Smart Telecom Tbk (Smartfren), kedua adalah PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel), dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri).

Head of Strategic Engagement GSMA Asia Pasific Kevin Henry mengatakan desakan publik terhadap koneksi internet yang lebih cepat dan latensi yang rendah di masa pandemi makin tinggi. 

Pandemi mendorong adopsi teknologi untuk menopang aktivitas bisnis/ekonomi dan koneksi keseharian menjadi lebih efisien.

Sumber: bangkapos.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved