Rabu, 8 April 2026

Bangka Pos Hari Ini

Perahu Nelayan Labuh Jangkar di Muara Air Kantung Sungailiat

Mael (25), nelayan perahu jaring gaek mengaku perahu jaring gaeknya sudah 2 hari tidak bisa masuk ke dalam dermaga Pelabuhan PPN Sungailiat.

Editor: Fitri Wahyuni
bangkapos.com
Puluhan perahu nelayan terpantau terjebak di laut depan Muara Airkantung Sungailiat karena tidak bisa masuk ke dalam Dermaga Pelabuhan Jelitik Kawasan PPN Sungailiat, Minggu (15/08/2021). (Bangkapos.com/Edwardi) 

BANGKAPOS.COM - Puluhan perahu nelayan terpantau terjebak di laut depan Muara Air Kantung Sungailiat karena tidak bisa masuk ke dalam dermaga Pelabuhan Jelitik Kawasan PPN Sungailiat, Minggu (15/8/2021).

Demikian juga dengan ratusan perahu yang akan pergi melaut juga tidak bisa keluar melewati mulut Muara Air Kantung, karena mulut muara ditutupi pasir sehingga alur menjadi sangat dangkal dan sulit dilewati perahu nelayan.

Apalagi kondisi saat ini air laut sedang taruk (tidak pasang‑surut), bahkan cenderung air laut surut.

Pantauan Bangka Pos Group, Minggu (15/8/2021) sekitar pukul 09.30 WIB hanya perahu speed lidah bermesin tempel yang bisa melewati alur di mulut muara. Sedangkan perahu kolek‑kolek kesulitan melewati muara, apalagi perahu nelayan bermesin dalam dan perahu jaring gaek tidak bisa lewat sama sekali.

Mael (25), nelayan perahu jaring gaek mengaku perahu jaring gaeknya sudah 2 hari tidak bisa masuk ke dalam dermaga Pelabuhan PPN Sungailiat.

"Kita terpaksa labuh jangkar di depan mulut muara, menunggu air pasang besar baru bisa masuk, namun saat ini air laut sedang taruk," katanya.

Baca juga: Pidato Kenegaraan Presiden RI, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh, Erzaldi: Semangat dan Motivasi

Diakuinya untuk membongkar ikan hasil tangkapan terpaksa dibongkar di depan mulut muara dengan diangkut menggunakan perahu kecil menuju dermaga.

"Kalau kita paksa masuk dermaga bisa membahayakan perahu, sebab perahu bisa pecah tersangkut atau kandas di pasir, lalu perahu disapu gelombang hingga pecah," ujarnya.

Diungkapkannya pada hari Kamis (12/8/2021) lalu ada satu perahu pancing memaksakan diri mau masuk ke dermaga, sewaktu di mulut muara kandas lalu disapu gelombang hingga perahunya tenggelam.

"Karena itu saat ini nelayan memilih berlabuh di laut depan mulut muara, menunggu air pasang supaya bisa masuk ke dermaga," imbuhnya.

Baca juga: Masyarakat di Kabupaten Bangka Bisa Daftar Melalui Online, Untuk Vaksinasi Dosis 1 Atau Dosis 2

Sementara itu Kepala Lingkungan (Kaling) Parit Pekir Kelurahan Sungailiat, M Rozi membenarkan kalau sudah satu minggu ini para nelayan mengeluh kesulitan untuk keluar dan masuk mulut muara Air Kantung Sungailiat, akibat abrasi pasir yang terus menutupi mulut muara.

"Saya dapat informasi katanya ada kelompok nelayan yang menuntut pihak perusahaan yang biasa mengeruk muara itu dengan alat berat ke jalur hukum, sehingga saat ini perusahaan menghentikan pengetikan muara dengan alat berat," katanya.

Ditambahkannya, namun di sisi lain ada kelompok nelayan lainnya yang tetap meminta pihak perusahaan itu agar segera mengeruk kembali muara sehingga perahu nelayan bisa keluar masuk lagi dengan lancar.

"Sore kemarin katanya sudah ada satu alat berat didatangkan lagi ke lokasi itu, namun kita belum tahu apakah akan digunakan untuk mengeruk muara atau apa," imbuhnya.

Baca juga: China Tak Bisa Bohong Lagi, WHO Temukan Lab Lain di Wuhan Dipindahkan Diam-diam Otoritas Xi Jinping

Sedangkan Kepala PT Pulomas Cabang Sungailiat, Yanto alias Acun dihubungi Bangka Pos Group via handphone tidak bisa dihubungi.

Demikian juga saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terlihat belum terbaca dan juga belum ada balasannya. (edw)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved