Selasa, 7 April 2026

Mengintip Pembuatan Rempeyek Jangkrik Nan Gurih dan Krispi

Kemudian, ada yang menyarankannya untuk mengolah jangkrik menjadi bahan layak konsumsi agar nilai jualnya lebih tinggi.

Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Novita

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Jangkrik, kerap membuat seseorang merasa geli atau bahkan jijik melihatnya, apalagi menyantapnya.

Serangga ini juga terkenal sebagai pakan hewan seperti burung maupun ikan hias,

Namun di tangan Harry Prasetyo, jangkrik justru dijadikan rempeyek.

Bahkan ketika menyantapnya, seolah lupa sedang memakan jangkrik yang identik dengan suaranya yang khas.

Mulanya, Harry memang seorang peternak jangkrik di Kelurahan Rejosari, Kota Pangkalpinang. Namun sebelumnya ia hanya menjual jangkrik per kilo, mengisi suplai di beberapa toko.

Kemudian, ada yang menyarankannya untuk mengolah jangkrik menjadi bahan layak konsumsi agar nilai jualnya lebih tinggi.

Harry pun mengubah hama itu menjadi makanan renyah nan unik.

Jangkrik yang biasanya ia jual per kilogramnya Rp150 ribu, setelah diolah menjadi rempeyek, bisa menghasilkan Rp1.500.000. Satu kilo jangkrik bisa dijadikan 100 bungkus rempeyek.

Satu bungkus rempeyek dibanderol Harry seharga Rp15 ribu.

Diakuinya, untuk awal ini ia belum memiliki ide untuk pemberian nama brand rempeyek jangkriknya itu.

"Jadi setelah dikalkulasi, satu kilo jangkrik setelah diolah menjadi rempeyek ini menjadi Rp1,5 juta, setelah dipotong bahan pokok seperti tepung, jangkriknya sendiri, keuntungan Rp1,1 juta itu masih bisa dapat," tutur Harry saat ditemui Bangkapos.com di rumahnya, Selasa (15/2/2022). (Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

Sumber: bangkapos
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved