Tribunners
Woman’s is Shaping of Future Tourism Industry
Perempuan merupakan agen penting dalam industri pariwisata, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan, pelestarian budaya, dan lingkungan
Oleh: Zakia Ayu Lestari – Dosen Prodi Pariwisata Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung
PENGEMBANGAN pariwisata termasuk cara untuk memajukan suatu daerah agar dapat meningkatkan pendapatan serta dikenal oleh masyarakat luas sekaligus banyak orang. Pariwisata bukan lagi sekadar sektor industri yang hanya melibatkan pemandangan alam dan objek wisata. Seiring perubahan zaman, peran perempuan dalam pengembangan pariwisata makin menjadi hal yang penting. Perempuan tidak hanya menjadi peserta atau penikmat dalam aktivitas pariwisata, melainkan juga berperan aktif dalam menyumbang keberlanjutan, keberagaman, dan keunggulan sektor pariwisata.
Industri pariwisata tidak hanya menjadi tulang punggung bagi ekonomi global, dalam hal ini perempuan memiliki peran yang signifikan dan beragam. Dari pengusaha lokal hingga pemimpin dalam perusahaan-perusahaan pariwisata besar. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Griffith Institute of Tourism – Australia dan Women Communication Network pada Senin, 12 Februari 2024 mengatakan narasi perempuan di dunia pariwisata bukan sekadar kisah tentang mendobrak hambatan, tetapi juga tentang ketahanan, kreativitas, dan visi. Berkaca pada zaman dahulu, perempuan pada industri pariwisata dikenal sebagai penunjang atau bukan sebagai peran utama, karena kurang memiliki upskill dan knowledge pada bidang tertentu di industri pariwisata.
Peran perempuan bagi pengembangan pariwisata merupakan salah satu unsur yang cukup penting dalam sebuah kegiatan pariwisata. Mereka memainkan peran vital dalam melestarikan warisan budaya lokal, merawat, dan mempertahankan tradisi, serta menyediakan wawasan yang mendalam tentang sejarah serta kehidupan masyarakat setempat. Dalam hal ini, perempuan banyak yang menjadi pemandu wisata (tour guide) baik lokal maupun luar, tour leader atau pemimpin rombongan tur, perajin kerajinan tangan, dan pelaku seni yang menjembatani antara pengunjung dengan kekayaan budaya yang dimiliki destinasi. Keterlibatan perempuan dalam manajemen pariwisata membawa perspektif baru dan ide-ide inovatif yang memperkaya industri dengan pendekatan yang lebih holistik dan inklusif.
Perempuan pada umumnya memiliki peran penting tidak hanya di dalam kehidupan sehari-hari, namun di industri pariwisata dan berkontribusi secara signifikan pada pertumbuhan ekonomi sekaligus pemberdayaan perempuan di seluruh dunia. Menurut UNWTO pada tahun 2023 kontribusi perempuan melampaui angka statistik di antaranya aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Pada Women’s Day 2024 yang diselenggarakan oleh UN Tourism mengusung tema “Invest in women : Accelerate progress”. Dikutip dari UNWTO menyatakan 54,22 persen tenaga kerja pariwisata adalah perempuan dalam akun website resmi Kemenparekraf oleh Ni Wayan Giri.
Sektor pariwisata Indonesia saat ini bergerak menuju pariwisata yang berkelanjutan. Hal ini dapat dilihat dari berbagai proyek inovatif berbasis komunitas hingga inisiatif ramah lingkungan, di mana perempuan Indonesia membentuk sektor pariwisata yang merangkul keberagaman dan mendorong pemberdayaan ekonomi. Baru-baru ini dikutip dari instagram Kemenparekraf bahwa sebuah desa wisata terlahir dari gerakan perempuan yang peduli akan lingkungan hingga berkelanjutan, desa tersebut adalah Desa Wisata Bilebante.
Desa Wisata Bilebante yang berlokasi di Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, dibangun sejak tahun 2011 hingga meraih banyak penghargaan. Zaenap adalah salah satu sosok kunci keberhasilan mendorong dan memotivasi pembangunan desa wisata tersebut. Dari beliau kita mengetahui bahwa perempuan memiliki banyak sekali inovasi dan kreativitas yang dapat dilakukan.
Diketahui bahwa perempuan dapat memiliki peran dari segi ekonomi sebagai berikut:
* Tenaga kerja; mayoritas pekerja di sektor pariwisata mencapai 54 persen secara global. Di Indonesia, perempuan mendominasi sektor informal pariwisata seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
* Pemberdayaan ekonomi; pariwisata tentunya seperti yang kita ketahui bahwa memiliki peluang wirausaha yang sangat besar khususnya bagi perempuan baik di bidang kuliner, akomodasi, kerajinan tangan, dan pemandu wisata. Hal ini akan meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi mereka.
* Pengentasan kemiskinan; industri pariwisata sangat berkontribusi pada pengentasan kemiskinan, terutama bagi perempuan di daerah pedesaan. Akses terhadap peluang ekonomi pariwisata meningkatkan taraf hidup dan memberdayakan perempuan secara finansial.
Meskipun perempuan memiliki kontribusi yang signifikan, tentunya mereka juga akan menghadapi beberapa tantangan dalam industri pariwisata, seperti (1) beban kerja ganda; saya sebagai perempuan sering kali harus menyeimbangkan pekerjaan dengan tanggung jawab rumah tangga, yang dapat menghambat karier di industri pariwisata. Tentunya terkadang sebagai pelaku di industri pariwisata di saat orang-orang liburan dan harus dituntut untuk bekerja.
(2) Keterbatasan akses; perempuan terutama di pedesaan dan terpencil mungkin memiliki akses terbatas terhadap pelatihan, pendanaan, dan teknologi yang dibutuhkan untuk berkembang di industri pariwisata. (3) Kesetaraan gender; terkadang perempuan sering menerima upah yang lebih rendah, memiliki peluang promosi yang terbatas bahkan mengalami pelecehan di tempat kerja.
Perempuan merupakan agen penting dalam industri pariwisata, berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi, pemberdayaan, pelestarian budaya, dan lingkungan. Dengan mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada pada dasarnya perempuan memainkan peran yang lebih besar dan lebih signifikan dalam life of shaping the future of tourism. Dalam industri pariwisata yang dinamis dan beragam, dengan kehadiran mereka membawa perspektif baru dan inovasi. Industri pariwisata akan menjadi lebih inklusif, adaptif, berkelanjutan dan mampu menjawab tantangan-tantangan masa depan dengan lebih baik. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20240425_Zakia-Ayu-Lestari-Dosen-Universitas-Muhammadiyah.jpg)