Jumat, 10 April 2026

Berita Bangka Selatan

Viral Video 19 Detik Angin Puting Beliung di Bangka Selatan

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud), Iptu Mulia Renaldi tak menampik ihwal beredarnya video tersebut

Istimewa
Tangkapan layar angin puting beliung yang terjadi di Perairan Laut Tanjung Kubu, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Jumat (5/7/2024) sore. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Viral di media sosial video menampilkan pusaran angin yang membumbung tinggi ke langit di tengah laut Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Video dengan durasi 19 detik itu memperlihatkan angin puting beliung melanda perairan laut.

Diketahui peristiwa itu terjadi di Perairan Laut Tanjung Kubu, Kecamatan Toboali. Beruntungnya tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud), Iptu Mulia Renaldi tak menampik ihwal beredarnya video tersebut.

Menurutnya kejadian itu terjadi di Perairan Tanjung Kubu, Kecamatan Toboali dan mengarah ke wilayah Tanjung Timor.

Usai peristiwa, angin puting beliung diklaim tidak berdampak terdapat masyarakat di permukiman warga.

“Lokasi kejadian itu di Perairan Tanjung Kubu. Sementara jika dilihat dari alurnya, angin puting beliung masuk ke wilayah Tanjung Timor,” kata dia kepada Bangkapos.com, Jumat (5/7/2024) petang.

Mulia Renaldi mengungkapkan, cuaca ekstrem seperti hujan deras disertai angin kencang sudah terjadi di sebagian besar wilayah di Kabupaten Bangka Selatan sejak Kamis (4/7/2024) kemarin.

Sebagaimana prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pangkalpinang cuaca ekstrem masih akan melanda sebagian besar wilayah itu hingga beberapa hari kedepan.

Sebab itu, dirinya meminta masyarakat nelayan agar waspada terhadap gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Khususnya saat hendak melaut, mengingat potensi cuaca ekstrem masih mengintai perairan laut di daerah itu.

Dinamika cuaca yang sering terjadi sebagai dampak dari perubahan iklim banyak mempengaruhi aktivitas nelayan.

Oleh karena itu, pihaknya meminta para nelayan di daerah itu untuk waspada saat melaut. Sebab, cuaca yang terjadi saat ini masuk kategori ekstrem. Potensi cuaca ekstrem saat ini dapat terjadi kapan saja, apalagi gelombang tinggi di perairan.

“Perlu diketahui bersama bahwa untuk kondisi cuaca di seputaran wilayah hukum Polres Bangka Selatan saat ini memang tidak menentu,” jelasnya.

Ditambahkan dia, di tengah cuaca ekstrem aparat kepolisian telah melakukan edukasi kepada masyarakat nelayan dan warga yang tinggal di tepi pantai.

Khususnya melalui kegiatan patroli yang dilakukan di area perairan Bangka Selatan, maupun pemasangan spanduk. Hal ini supaya para nelayan untuk selalu berhati-hati ketika melaut.

Sumber: bangkapos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved