Polisi Tak Akan Lagi Tilang Pengendara di Jalan, Ternyata Alasannya Karena Hal Ini
Polisi Tak Akan Lagi Tilang Pengendara di Jalan, Ternyata Alasannya Karena Hal Ini.
Penulis: Evan Saputra CC | Editor: Evan Saputra
BANGKAPOS.COM - Polisi Tak Akan Lagi Tilang Pengendara di Jalan, Ternyata Alasannya Karena Hal Ini.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman menyampaikan, polisi tidak akan menilang pengendara secara manual di jalan-jalan usai penerapan menerapkan Cakra Presisi pekan depan.
"Nanti kami sudah tidak ada lagi hubungan atau kontak dengan masyarakat. Karena, kalau penegakan hukum masih kontak dengan masyarakat, maka nilai negatif akan ada pada kami,” kata Latif di Polda Metro Jaya, Jumat (17/1/2025).
Dalam penerapan Cakra Presisi, polisi akan memaksimalkan penegakkan hukum melalui kamera pengawas atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) yang dipasang di beberapa wilayah.
Pelanggar akan mendapatkan notifikasi melalui pesan singkat WhatsApp setelah satu menit tertangkap E-TLE Statis maupun E-TLE Mobile.
Pemilik kendaraan yang menerima notifikasi E-TLE melalui WhatsApp harus melakukan klarifikasi melalui laman http://etle-pmj.id. Setelah mengisi data seperti nomor polisi kendaraan, nomor telepon, kode referensi, dan lainnya, pelanggar akan menerima kode bayar yang harus dibayarkan.
“Jika pelanggar tidak mengklarifikasi, kami akan memblokir nomor polisi kendaraan mereka,” jelas Latif.
“Pemilik kendaraan akan mengetahui bahwa kendaraannya terblokir saat melakukan proses STNK di Samsat,” tambah dia.
Diiberitakan sebelumnya, Ditlantas Polda Metro Jaya akan menerapkan Cakra Presisi mulai pekan depan untuk meningkatkan penegakan hukum lalu lintas secara digital.
Penerapan Cakra Presisi ini dilatarbelakangi oleh penerapan E-TLE Statis dan E-TLE Mobile yang belum maksimal dalam menegakkan hukum bagi pelanggar lalu lintas.
Pelanggar yang tertangkap oleh E-TLE Statis atau E-TLE Mobile masih memerlukan penyortiran oleh anggota Ditlantas Polda Metro Jaya.
“Karena itu, kemampuan anggota kami dalam menyortir jumlah pelanggaran yang ter-capture sangat terbatas,” ujar Latif.
Latif juga mengatakan, dengan proses validasi manual, pengiriman surat tilang atau "surat cinta" ke rumah pelanggar tidak akan efektif.
“Tentunya kami di sini dalam menggunakan konfirmasi, kami dibatasi oleh anggaran DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran),” ujar Latif.
“Jadi, rata-rata kami dalam satu tahun dengan anggaran DIPA sekitar Rp 3 miliar sekian, kami hanya mampu mengirimkan (surat tilang) kepada sekitar 600.000 (pelanggar).” tambah dia.
Hingga 2024, Polda Metro Jaya memiliki 132 E-TLE Statis dan 10 E-TLE Mobile. Pada 2025, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta akan menghibahkan 40 E-TLE Mobile untuk mendukung penerapan Cakra Presisi.
Melalui penerapan Cakra Presisi, Ditlantas Polda Metro Jaya menargetkan pengiriman surat tilang untuk 120 juta pelanggaran.
(Kompas/Tribunnews)
| Pernah Dipenjara Tak Bikin Kapok, Residivis Edarkan Sabu di Desa Sempan Diringkus Polisi |
|
|---|
| Polres Basel Tetapkan Dua Tersangka Kasus Pengeroyokan Dokter, Satu Oknum Polisi |
|
|---|
| Video : Polres Bangka Barat Tangani Dugaan Pelanggaran Etik Oknum Bripda, dari Laporan Asusila |
|
|---|
| Sosok Aipda Robig Zaenudin Dipindah ke Nusakambangan, Diduga Kendalikan Jaringan Narkoba Dalam Lapas |
|
|---|
| Sakit Hati Tak Diberi Pinjam Motor, Adik Nekat Bawa Kabur Motor Kakak Sendiri |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/pengendara-kena-tilang-polisi_20161118_103354.jpg)