Berita Belitung Timur
Siswi di Beltim Korban Bullying Alami Kelumpuhan, Komnas PA Babel: Harus Jadi Perhatian Serius
Korban sering diolok-olok dan pernah dipukul oleh temannya yang menarik bangkunya hingga terjatuh dan mengakibatnya kelumpuhan
Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Siswi MTs di Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur bernama Amelisya yang menjadi korban bullying atau perundungan di sekolahnya mengalami kelumpuhan.
Peristiwa siswi MTS Manggar yang mengalami kelumpuhan akibat perundungan ini mendapat perhatian serius dari Komnas Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Imelda Handayani, menyayangkan kejadian ini dan menegaskan bahwa bullying bukan sekadar candaan, melainkan tindakan yang dapat berujung fatal.
"Kami sangat menyayangkan kasus bullying seperti ini terjadi di daerah kita. Ini harus menjadi perhatian serius, jangan lagi dianggap sebagai lelucon biasa," kata Imelda, Kamis (30/1/2025).
Menurutnya, kasus yang menimpa Amelisya terjadi karena pelaku menganggap perundungan sebagai hal biasa dan terus mengulanginya.
Bahkan setelah ditelusuri, korban sering diolok-olok dan pernah dipukul oleh temannya yang menarik bangkunya hingga terjatuh.
Imelda juga menyoroti minimnya peran sekolah dalam mencegah kasus serupa. Dia menegaskan bahwa sekolah harus lebih aktif mengingatkan siswa dan berani memberikan sanksi tegas kepada pelaku bullying.
"Yang sangat kami sayangkan, belum ada tindakan tegas dari pihak sekolah, padahal kejadian ini sangat serius. Kita tidak ingin ada korban lain yang mengalami hal serupa atau lebih buruk," tegasnya.
Saat ini, keluarga korban telah melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Mengingat pelaku juga masih di bawah umur, proses hukum akan berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
"Kami terus mengadvokasi agar kasus ini dapat diselesaikan dengan baik. Namun, karena korban kemungkinan mengalami cacat fisik, kami mendorong keluarga untuk menempuh jalur hukum. Kasus bullying harus ada konsekuensi hukum bagi pelaku," kata Imelda.
Kasus ini dikatakan Imelda menjadi peringatan keras bagi semua pihak, khususnya sekolah dan orang tua, agar lebih waspada terhadap tindakan perundungan yang bisa berdampak serius pada fisik maupun mental korban. (Posbelitung.co/Bryan Bimantoro)
| Diduga Terlambat Dirujuk, Pasutri di Gantung Belitung Timur Kehilangan Bayi Pertamanya |
|
|---|
| Tiga Buruh Harian Ditangkap, Pengeroyokan di Warkop Kelapa Kampit Tewaskan Pria 31 Tahun |
|
|---|
| Ngaku Hantam Pria Pakai Batu di Warkop KD Beltim, 3 Buruh Harian Keroyok Korban hingga Tewas |
|
|---|
| 75 Mahasiswa Beltim Terima Beasiswa Rp10 Juta, Bupati Kamarudin Titip Pesan Kembali Mengabdi |
|
|---|
| Mengintip Warkop Aput yang Dinobatkan sebagai Warung Kopi Terbersih di Belitung Timur |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Siswa-Korban-Bullying-Beltim-alami-Kelumpuhan.jpg)