Berita Pangkalpinang
Festival Pasir Padi Kembali Digelar Selama 2 Hari, Ada Parade Budaya hingga Mendirikan Telur
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Elita, Festival Pasir Padi 2025 dirancang lebih variatif dibanding tahun-tahun sebelumnya
Penulis: Andini Dwi Hasanah | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang kembali menggelar Festival Pasir Padi ke-6 yang akan dilangsungkan selama 2 hari mulai 31 Mei hingga 1 Juni 2025 mendatang.
Festival tahunan ini akan mengusung tema "Sport-Culture – Creative Economy in Harmony", sebagai upaya menyatukan kekuatan olahraga, kebudayaan, dan sektor ekonomi kreatif lokal serta menarik kunjungan wisatawan ke Pangkalpinang.
Festival Pasir Padi ke-6 akan diisi dengan berbagai macam perlombaan. Mulai dari mendirikan telur, lomba makan otak-otak tercepat, parade budaya Thong Ngin Fan Ngin Jit Jong, hingga lomba layangan hias.
Tak hanya itu, tahun ini juga akan hadir RUN to SEA Duathlon, sebuah kompetisi olahraga yang memadukan lomba lari dan sepeda, yang menjadi bagian dari inovasi baru di festival kali ini.
Menurut Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Pangkalpinang, Elita, Festival Pasir Padi 2025 dirancang lebih variatif dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Salah satu hal yang membedakan adalah hadirnya dua cabang olahraga sekaligus, sepeda dan lari yang dikemas dalam duathlon pertama di festival ini.
"Tahun ini kita mencoba menggabungkan antara sport dan culture. Budayanya kita hadirkan lewat lomba mendirikan telur di momen Peh Cun, sementara sport-nya melalui RUN to SEA Duathlon. Ini adalah kegiatan baru yang belum pernah kita lakukan di festival sebelumnya," ujar Elita kepada Bangkapos.com, Kamis (15/5/2025).
Festival ini juga akan menjadi panggung bagi pelaku UMKM melalui Bazar Ekonomi Kreatif, yang akan menampilkan berbagai produk lokal, kuliner khas, dan kerajinan tangan masyarakat Pangkalpinang.
Total hadiah yang disiapkan panitia mencapai Rp30 juta, ditambah beragam doorprize melimpah bagi peserta maupun pengunjung yang beruntung.
Meski beberapa lomba seperti makan otak-otak tercepat dan menghias layang-layang tetap menjadi agenda rutin, Elita menegaskan bahwa Festival Pasir Padi ke-6 ini tidak hanya ditujukan untuk menarik wisatawan lokal, tetapi juga menyasar kunjungan wisatawan nasional.
"Sejak awal tahun, kami sudah menggencarkan promosi melalui media sosial dan berbagai saluran informasi lainnya. Harapannya, Festival Pasir Padi ini bisa menggeliatkan sektor pariwisata dan memberi dampak pada dunia usaha, termasuk perhotelan di Pangkalpinang," tambahnya.
Elita juga berharap agar Festival Pasir Padi tak sekadar menjadi acara seremonial tahunan, melainkan mampu menjadi ajang kolaborasi antara masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah dalam membangkitkan potensi lokal yang dimiliki ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini.
"Banyak hal yang bisa didapatkan wisatawan dari Festival Pasir Padi ke-6. Selain menikmati kuliner otak-otak dan budaya lokal, mereka juga bisa ikut merasakan atmosfer sport tourism yang mulai kita kembangkan," tutur Elita.
(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)
| Jabatan Kajati Babel hingga Kajari Pangkalpinang dan Bangka Tengah Alami Pergantian |
|
|---|
| Rektor UBB Resmikan Gedung Baru dan Kukuhkan Tiga Guru Besar Perempuan di Dies Natalis ke 20 |
|
|---|
| Pagi Terik, Sore Diguyur Hujan, BMKG Pangkalpinang Sebut Ciri Khas Masa Peralihan Musim |
|
|---|
| Realisasi Pajak Daerah Pangkalpinang Capai Rp39,6 Miliar, Tembus 23,51 Persen dari Target 2026 |
|
|---|
| Resmikan Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung, Hidayat Arsani Tekankan Penguatan Identitas Bangsa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Festival-Pasir-Padi-ke-6.jpg)