Tribunners
Evaluasi Pembelajaran Berbasis Objektivitas
Kesimpulannya adalah memberikan nilai secara objektif akan berdampak pada naiknya kualitas pendidikan
Oleh: Agus Taruno, M.Pd. - Kepala SMPN 2 Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah
TAHUN ajaran yang sebentar lagi berakhir menimbulkan harapan dan kecemasan bagi beberapa peserta didik. Harapan peserta didik dalam berakhirnya tahun ajaran adalah peningkatan nilai rapor mereka. Selain harapan, peserta didik juga dihantui rasa kecemasan karena takut nilai rapornya turun.
Bagi guru, tentu saja menjadi tantangan tersendiri dalam mengolah nilai yang sudah direkap dari awal semester. Selain merekap nilai, guru-guru juga merekap hasil daftar hadir siswa yang bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk naik kelas atau tidak.
Sulit juga memberikan nilai kepada siswa, terutama jika ada nilai siswa yang tidak memenuhi persyaratan untuk naik kelas. Banyak juga guru yang terpaksa mendongkrak nilai siswa dengan pertimbangan lainnya seperti tingkat partisipasi di kelas yang tinggi dan perilaku yang baik selama mengikuti pembelajaran di kelas.
Pemberian nilai secara objektif bagi siswa adalah bagaimana memberikan rasa adil terhadap nilai siswa yang mengikuti pembelajaran. Ada siswa yang rajin masuk namun nilainya pas-pasan, ada siswa yang terkadang tidak mengikuti ujian namun nilai hariannya besar dan tidak jarang hal tersebut membuat guru menjadi sangat subjektivitas dalam pemberian nilai.
Yang pasti adalah nilai rapor sumbernya bisa dari beberapa hal, contohnya adalah nilai latihan siswa, nilai harian siswa berupa pengamatan sikap dan perilaku selama belajar dan nilai ujian anak yang dikombinasikan dan dihitung sesuai dengan peraturan yang ada.
Ada beberapa hal juga yang perlu diperhatikan dalam pemberian nilai anak. Jangan sampai anak yang rajin, anak yang selalu mengerjakan tugas dan mendapatkan nilai yang di atas ketuntasan, ketika pembagian rapor mendapatkan nilai yang lebih kecil dibandingkan anak yang secara disiplin kehadiran dan disiplin mengerjakan tugas lebih rendah daripada anak yang rajin tadi. Perlu ketelitian dari para guru untuk menentukan besaran nilai pada setiap anak.
Masalah akan muncul jika penilaian tidak objektif. Masalahnya adalah jika ada anak yang protes mengapa nilainya kecil dan guru tidak memiliki catatan terhadap riwayat nilai siswa, maka kredibilitas dan integritas guru tersebut dipertanyakan.
Kemudian ada juga yang memberikan nilai sesuai kedekatan, sesuai hubungan sosial dan sesuai dengan isi hati si guru. Hl tersebut harus dihindari demi menciptakan penilaian yang objektif dan sesuai dengan kemampuan anak.
Terkadang karena anak guru di sekolah tersebut, ada guru yang segan memberikan nilai kecil kepada anak guru tersebut dengan alasan takut dibenci dan takut dikonfrontasi oleh anak guru tersebut. Lalu, ada juga yang segan memberikan nilai kecil kepada siswa yang merupakan tetangga atau keluarga dari guru tersebut karena alasan hubungan kekerabatan dan hubungan tetangga yang takut rusak.
Intinya, dalam mengevaluasi pembelajaran anak yang berupa pemberian nilai rapor kepada anak, guru harus memiliki catatan yang lengkap terkait proses pembelajaran anak. Setiap mengajar, guru harus membawa jurnal pembelajaran dan modul ajar yang digunakan pada hari itu.
Di jurnal pembelajaran yang isinya berupa daftar hadir, format penilaian formatif, sumatif, proses dan sebagainya, guru bisa merekam segala kemajuan proses pembelajaran siswanya di kelas. Jika catatan lengkap, maka guru bisa dengan percaya diri menunjukkan bukti dari mana hasil nilai siswa. Jangan lagi memberikan nilai sesuai selera guru tanpa catatan yang relevan.
Mungkin penilaian yang subjektivitas bisa dilakukan untuk menambahkan nilai anak yang membantu mengharumkan nama sekolah. Misalnya siswa yang mengikuti lomba antarkabupaten dan mendapatkan juara pertama namun di sekolah nilainya pas-pasan, guru bisa menambah nilainya agar sedikit di atas kategori pas-pasan.
Kesimpulannya adalah memberikan nilai secara objektif akan berdampak pada naiknya kualitas pendidikan, memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar lebih giat lagi. Selain itu akan menjaga muruah dan kredibilitas guru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20250616_Agus-Taruno.jpg)