Tribunners
Indonesia dan Malaysia Saudara yang Saling Membutuhkan
Pentingnya menjaga persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia agar menjadi negara yang sama-sama kokoh dan disegani
Oleh: Sihabuddin - Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta
PERANG di berbagai media sosial antarnetizen Indonesia dan Malaysia yang tidak pernah usai saling menjelekkan dan saling menjatuhkan seakan-akan kedua negara serumpun ini tidak pernah akur dan tidak mau saling mengalah. Fenomena percekcokan ini tentu tidak mewakili seluruh penduduk kedua negara, karena hanya dilakukan oleh segelintir penduduk dan tidak mendapatkan dukungan dari pemerintah masing-masing.
Percekcokan yang terjadi antarnetizen disebabkan oleh beberapa hal seperti olahraga, khususnya sepak bola dan bulutangkis, politik, sejarah, budaya, seni, dan sebagainya. Bahkan di antara netizen yang saling serang tersebut ada yang sampai membuat meme hinaan kepada negara yang dituju. Lebih parahnya lagi, ada yang sampai membuat akun khusus untuk menghina atau merendahkan salah satu negara. Tentu ini merupakan anomali, sebab jauh lebih banyak netizen yang tetap menjaga hubungan baik dan saling menghormati antarkedua negara di media sosial.
Fenomena di media sosial berbanding terbalik dengan di dunia nyata. Penduduk Malaysia tidak mempermasalahkan warga negara Indonesia yang ada di negaranya, baik yang mencari kerja atau urusan lain seperti bisnis, belajar, liburan dan sebagainya. Orang Malaysia menyambut ramah siapa pun yang berada di negaranya, terutama orang Indonesia sebagai negeri serumpun.
Begitu pula dengan orang Indonesia, banyak sekali orang Malaysia yang belajar di Indonesia, berlibur dan sebagainya yang merasa nyaman tinggal di Indonesia. Artis Indonesia sering mengadakan konser di Malaysia, begitu pula dengan artis Malaysia sering manggung di Indonesia. Bahkan diva Malaysia Siti Nurhaliza mengatakan “Indonesia adalah rumah kedua baginya”. Tidak hanya itu, sampai saat ini bagi generasi 80-an dan 90-an lagu-lagu genre slow rock Malaysia masih akrab di telinganya.
Fenomena percekcokan antarkedua negara di media sosial seharusnya tidak boleh terjadi mengingat kedua negara ini seperti halnya kakak adik yang sangat tidak elok jika ketidakakurannya diketahui oleh orang lain (negara lain). Apalagi, kedua negeri ini disebut sebagai negeri serumpun karena memiliki banyak kemiripan disebabkan adanya kedekatan dan kesamaan.
Indonesia dan Malaysia memiliki akar budaya yang sama, termasuk bahasa Melayu, yang menjadi bahasa nasional bagi Malaysia dan juga bahasa daerah di beberapa wilayah Indonesia serta akar dari bahasa Indonesia. Selain itu, kedua negara ini sama-sama mayoritas Islam, memiliki keterkaitan sejarah yang kuat seperti Kerajaan Sriwijaya yang beribu kota di Indonesia berkuasa sampai Malaysia dan Kesultanan Johor yang berpusat di Malaysia berkuasa sampai Indonesia. Maka dari itu, kedua negara ini hingga saat ini menjalin kerja sama di berbagai bidang seperti ekonomi, pendidikan, dan keamanan.
Jalinan kerja sama yang terjadi hingga saat ini merupakan simbiosis mutualisme antarnegara. Malaysia butuh Indonesia dan Indonesia juga butuh Malaysia. Malaysia butuh Indonesia dalam banyak hal, khususnya dalam bidang ekonomi, seperti impor komoditas dan tenaga kerja, serta dalam hal persaudaraan dan kerja sama bilateral.
Malaysia mengimpor sejumlah komoditas penting dari Indonesia, di antaranya batu bara, bahan bakar mineral, nikel, tembaga, besi dan baja, serta teh. Batu bara menjadi salah satu impor utama, dengan Indonesia sebagai produsen terbesar di dunia.
Malaysia juga menjadi pengimpor bahan bakar mineral terbesar dari Indonesia. Indonesia sebagai pemasok utama bahan baku dan Malaysia sebagai pasar ekspor utama. Selain itu, Malaysia juga butuh tenaga kerja dari Indonesia mulai dari pekerja rumah tangga, petugas medis, pekerja bangunan, hingga tenaga profesional lainnya.
Indonesia butuh Malaysia di berbagai aspek. Malaysia merupakan mitra ekonomi utama bagi Indonesia, khususnya dalam hal investasi dan perdagangan. Penanaman modal asing (PMA) dari Malaysia signifikan, dan tersebar di berbagai sektor. Malaysia merupakan importir utama sejumlah komoditas dari Indonesia, seperti batu bara, bahan bakar mineral, nikel, tembaga, besi dan baja, teh, mesin dan peralatan mekanik, serta peralatan listrik.
Selain itu, Indonesia dan Malaysia memiliki kerja sama dalam mengatasi tantangan di sektor peternakan dan kesehatan hewan. Tidak hanya itu Indonesia dan Malaysia telah melakukan kerja sama dalam pengembangan pariwisata dan sebagainya.
Maka dari itu, pentingnya menjaga persaudaraan antara Indonesia dan Malaysia agar menjadi negara yang sama-sama kokoh dan disegani di kawasan regional ASEAN dan Asia bahkan dunia. Selain itu, wajib bagi kedua negara untuk menjaga stabilitas di kawasan Regional Asia Tenggara, apalagi Indonesia dan Malaysia merupakan dua di antara lima negara pendiri ASEAN dan aktor utama dalam berbagai bidang di ASEAN.
Dengan ini, alangkah baiknya netizen Indonesia dan Malaysia berhenti berperang di media sosial karena tidak ada manfaatnya. Jangan sampai kejadian di media sosial dibawa ke dunia nyata.
Memang, fenomena netizen Indonesia dan Malaysia di media sosial merupakan hal yang kecil. Namun, jika dibiarkan bukan tidak mungkin akan makin besar seperti api dalam sekam. Lebih baik mari kita membangun persaudaraan yang lebih kokoh lagi antarnegara serumpun karena kita adalah saudara yang seharusnya saling mendukung, bukan saling menjatuhkan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20241210_Sihabuddin.jpg)