Berita Bangka Selatan
Deteksi Dini Penyakit, Pemkab Bangka Selatan Cek Kesehatan Pelajar di Sekolah
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan generasi muda dengan memberikan pemeriksaan
Penulis: Cepi Marlianto | Editor: Hendra
BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung memulai program cek kesehatan gratis (CKG) di sekolah.
Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesehatan generasi muda dengan memberikan pemeriksaan kesehatan gratis di sekolah-sekolah.
Lewat program ini upaya intervensi stunting dan penyakit berbahaya dapat terdeteksi.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Hefi Nuranda mengatakan program CKG sekolah akan menjangkau seluruh satuan pendidikan baik negeri maupun swasta di daerah itu.
Mulai dari jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) hingga sekolah menengah atas (SMA) sederajat termasuk sekolah luar biasa (SLB) hingga pondok pesantren. Dengan rentang usia anak usia 7 hingga 17 tahun.
“Hari ini kita melakukan kick off CKG di sekolah. Mulai dari SD sampai SMA sederajat,” kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (21/8/2025).
Hefi Nuranda mengungkapkan program ini bertujuan untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis kepada peserta didik di sekolah sebagai upaya deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan.
Program ini dirancang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengurangi beban penyakit yang dapat dicegah. Pemerintah berinisiatif mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kesehatannya.
Pasca dimulai, program CKG di sekolah akan dilanjutkan ke sekolah-sekolah lainnya. Ditargetkan minimal setiap peserta didik di masing-masing satuan pendidikan menerima program CKG satu kali dalam setahun.
Sekaligus bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan kesehatan preventif sejak usia dini. Selain itu program CKG bisa diakses seluruh masyarakat di setiap pusat kesehatan masyarakat, mulai dari bayi baru lahir hingga lanjut usia.
“Ke depan pemerintah ingin memastikan bahwa anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Bangka Selatan kondisi kesehatannya baik. Program ini minimal bisa dilakukan satu tahun sekali,” papar Hefi Nuranda.
Di samping itu lanjut dia, pemeriksaan yang diberikan bervariasi sesuai jenjang usia. Untuk jenjang SD sederajat terdapat 13 jenis pemeriksaan, termasuk status gizi, tekanan darah, kebugaran fisik, gigi, mata, telinga, kesehatan mental dan riwayat imunisasi.
Sementara, untuk SMP sederajat, terdapat 15 jenis pemeriksaan. Di antaranya skrining talasemia dan tes kadar hemoglobin melalui pengambilan darah sederhana di ujung jari.
Selanjutnya, untuk siswa SMA sederajat terdapat 14 jenis pemeriksaan, dengan penambahan aspek pemeriksaan kesehatan reproduksi.
Tes hemoglobin (Hb) dilakukan guna memastikan anak-anak Indonesia cukup gizi dan bebas stunting atau gangguan pertumbuhan. Termasuk mencegah meningkatnya penyakit diabetes melitus (DM) dari kalangan anak-anak.
| Reformasi Hukum Dimulai dari Desa, Pemkab Basel Perkuat Paralegal Lewat Posbankum |
|
|---|
| Kronologi Detik-detik Rekan Dengar Teriakan Tolong Doli, Lihat Buih di Lokasi Perahu Terbalik Korban |
|
|---|
| Secara Manual, Ratusan Warga Delas Sisir Sungai Nyireh Cari Doli yang Hilang Diduga Diterkam Buaya |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Raih Predikat Istimewa Reformasi Hukum 2025 |
|
|---|
| Ketua Baru PWI Bangka Selatan Dilantik, Debby Vita Dewi: Peran Besar Bagi Masyarakat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Cek-kesehatan-gratis-pelajar-di-Bangka-Selatan.jpg)