Jumat, 15 Mei 2026

Amerika Cemas, China Kuasai Logam Tanah Jarang 17 Elemen Terlangka di Dunia, Bangka Punya Stok

Logam ini digunakan digunakan dalam produk mulai dari iPhone hingga motor mobil listrik, bahkan mesin jet militer, satelit, dan laser.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Ist
Tim Subdit Tipiter Ditkrimsus saat mendatangi pabrik pengolahan mineral ikutan PT Indorec Sejahtera dikawasan Baturusa Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka Rabu (12/9/2018) 

BANGKAPOS.COM - Mineral Logam Tanah Jarang saat ini menjadi rebutan sejumlah negara maju. Amerika Serikat hingga China saat ini sedang mengumpulkannya karena merupakan bagian terpenting untuk beberapa industri.

Logam tanah jarang (rare earth) adalah salah satu bahan baku terpenting dalam beberapa industri.

Logam ini digunakan digunakan dalam produk mulai dari iPhone hingga motor mobil listrik, bahkan mesin jet militer, satelit, dan laser.

Amerika Serikat adalah salah satu negara yang sangat bergantung pada ketersediaan logam tanah jarang ini.

Dan China adalah pemasok logam tanah langka terbesar di dunia.

Mengingat adanya ketegangan antara Amerika Serikat dan China, ada kekhawatiran bahwa Beijing dapat menggunakan posisinya yang dominan sebagai pemasok logam tanah jarang dalam perang perdagangan antara kedua kekuatan ekonomi global tersebut, seperti melansir Reuters (30/5/2021).

China" data-src="https://asset-a.grid.id/crop/0x0:0x0/360x240/photo/2021/02/04/1jpg-20210204114830.jpg" data-loaded="true" />

Penampakan tambang tanah jarang di Mongolia dalam penguasaan China (Tangkap layar Reuters via Nikkei Asia)

Logam tanah jarang juga digunakan dalam baterai yang dapat diisi ulang untuk mobil listrik dan hibrida, keramik canggih, komputer, pemutar DVD, turbin angin, katalis dalam mobil dan kilang minyak, monitor, televisi, penerangan, laser, serat optik, superkonduktor, dan pemoles kaca.

Beberapa elemen tanah jarang, seperti neodymium dan dysprosium, sangat penting untuk motor yang digunakan dalam kendaraan listrik.

Beberapa mineral tanah jarang pun sangat penting dalam peralatan militer seperti mesin jet, sistem pemandu rudal, sistem pertahanan antimisil, satelit, serta laser.

Lanthanum, misalnya, dibutuhkan untuk membuat perangkat penglihatan malam.

Sementara itu, Departemen Pertahanan AS hanya menyumbang sekitar 1% dari permintaan AS, yang pada gilirannya menyumbang sekitar 9% dari permintaan global untuk logam tanah jarang, menurut laporan 2016 dari Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS kongres.

Perusahaan seperti Raytheon Co, Lockheed Martin Corp dan BAE Systems Plc, semuanya membuat rudal canggih, menggunakan logam tanah jarang dalam sistem panduan dan sensor mereka.

Apple Inc menggunakan elemen tanah jarang di speaker, kamera, dan apa yang disebut mesin "haptic" yang membuat ponselnya bergetar.

Sejak 2010, pemerintah dan industri swasta telah membangun timbunan tanah jarang dan komponen yang menggunakannya, menurut Eugene Gholz, mantan ahli rantai pasokan senior Pentagon.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved