Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Puluhan Nakes RS Covid Babel Tak Bergaji Selama 4 Bulan, Sampai Pinjam Duit ke Orangtua

Tenaga kesehatan honorer di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno dikabarkan belum menerima gaji. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terpaksa pinjam

Tribunnews/Irwan Rismawan
Ilustrasi Tenaga kesehatan berjumlah 42 orang meliputi dokter, perawat dan admin yang ditugaskan bekerja di Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno ini belum menerima gaji selama 4 bulan 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tenaga kesehatan honorer di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno dikabarkan belum menerima gaji terhitung dari bulan Januari 2021.

Informasi yang diperoleh bangkapos.com, tenaga kesehatan ini berjumlah 42 orang meliputi dokter, perawat dan admin yang ditugaskan bekerja di Rumah Sakit Infeksi dan Karantina Covid-19 RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno ini.

Hal itu juga diakui satu di antara tenaga kesehatan, namun enggan disebutkan namanya.

"Iya (belum digaji-red), dari bulan Januari saat awal masuk sampai sekarang, belum menerima sepersen pun kita tenaga kesehatan dan non kesehatannya," ujarnya.

Diakui, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia harus sampai meminjam duit kepada orangtua.

"Karena tidak ada kerja lain, karena perawat susah cari kerja lain karena sudah tanda tangan kontrak. Ada di kontrak keterangan itu (besaran gaji-red) Rp2,9 Juta, tapi tidak tahu dari tiga sumber dana itu darimananya, tapi awal kita masuk dari APBD," jelasnya.

Ia bersama rekan nakes lainnya sudah mengeluhkan hal ini kepada pihak rumah sakit terkait gaji yang tak kunjung cair.

"Dapat kabar baru, sebelum lebaran dicairkan gajinya, kurang lebih dua bulan dulu dibayar. Iya belum tahu karena belum ada bukti," katanya.

Sebelumnya, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Ir Soekarno Bangka Belitung, Armayani Rusli mengatakan tenaga kesehatan di rumah sakit yang menangani pasien Covid-19 ini bekerja tanpa digaji.

"Tidak ada gaji, sekali lagi, rekan wartawan tolong diluruskan untuk tenaga kerja di rumah sakit Covid-19, yang ada hanya adalah insentif, dan insentif itu sudah ada ketentuannya yang dikeluarkan oleh menteri kesehatan dan menteri keuangan.

Halaman
12
Penulis: Cici Nasya Nita
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved