Breaking News:

Kronologi dan Alasan Alex Noerdin Ditetapkan Tersangka Kasus Korupsi Rp403,8 Miliar Kerugian Negara

Alex Noerdin ditetapkan tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pembelian gas bumi oleh perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE)

Editor: M Zulkodri
DOK
Alex Noerdin saat ditahan Kejagung, Kamis (16/9/2021). 

BANGKAPOS.COM---Kabar menghebohkan ditangkapnya anggota DPR RI, Alex Noerdin yang pernah menjabat Gubernur Sumatera Selatan selama dua periode ramai jadi perbincangan masyarakat.

Hal itu lantaran, tiba-tiba mantan gubernur tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan korupsi terkait pembelian gas bumi oleh perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan tahun 2010-2019 oleh kejaksaan Agung.

Dalam konfrensi pers, Kepala Pusat penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak Alex Noerdin yang menjabat sebagai Gubernur Sumsel selama dua periode sejak 2008 hingga 2018 melakukan permintaan alokasi gas bagian negara dari Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP Migas) untuk PDPDE Sumsel.

Kemudian, Alex menyetujui kerja sama antara PDPDE Sumatera Selatan dan PT Dika Karya Lintas Nusa (DKLN) membentuk PT PDPDE Gas dengan maksud menggunakan PT PDPDE Sumsel untuk mendapatkan alokasi gas bagian negara.

Baca juga: Warung Mie Rebus Toping Daging Manusia Terungkap, yang Memakannya Akan Alami Penyakit Ini

Baca juga: Ini Alasan Indonesia Tak Berani Sentuh Papua Nugini, Padahal Satu Daratan dengan Papua

Politikus Partai Golkar itu pun langsung ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Rutan Kelas I Cipinang Cabang Rutan KPK.

Alasannya, untuk mempermudah proses penyidikan.

"Ditahan selama 20 hari, mulai hari ini (16 September) sampai 5 Oktober 2021," kata Leonard, Kamis (16/9/2021).

Selain Alex, penyidik menetapkan Muddai Madang sebagai tersangka.

Ia ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung.

Muddai Madang yang merangkap jabatan sebagai Direktur PT DKLN, Komisaris Utama PT PDPDE Gas, dan Direktur PT PDPDE Gas menerima pembayaran yang tidak sah berupa fee marketing dari PT PDPDE Gas.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved