Cukong Tambang Emas Tahura Lolos
Cukong Tambang Emas Tahura Lolos
|
[caption id="attachment_43065" align="alignleft" width="300" caption=".bp.blogspot.com (ilustrasi)"]
[/caption]
MARTAPURA, BANGKAPOS.com-- Cukong pertambangan emas di Hutan Tanaman Rakyat (Tahura) Sultan Adam berhasil lolos dari penertiban tim BP Tahura Sultan Adam. Diduga jaringan yang rapi dan mengenal mendan membuat cukong itu berhasil lolos sebelum tim penertiban tiba di lokasi.
Sehingga untuk penangkapan aktor intelektual pertambangan emas di Hutan Tanaman Rakyat (Tahura) Sultan Adam belum membuahkan hasil.
Namun daftar nama yang dipergang tim, cukong yang lolos tersebut diketahui sebagai pemodal besar. Dua di antaranya warga Kabupaten Banjar.
Seperti yang diketahui, aktivitas tambang tradisional di kawasan Tahura berlangsung karena disokong dana besar dari pemodal atau cukong tersebut.
Tim BP Tahura bersama pihak kepolisian telah berupaya untuk menangkap cukong tersebut namun selalu kandas.
"Susah untuk menangkap basah cukong ini. Saat didatangi ke rumah dan ke lokasi, selalu tidak ada. Meski begitu bersama tim dari Polda Kalsel kita tetap berupaya menangkap mereka," ujar Kepala BP Tahura Sultan Adam, Achmad Ridhani, Rabu (19/1/2010).
Menurut Ridhani dua cukong yang tinggal di Kabupaten Banjar telah dihancurkan alat pertambangannya dengan harapan mereka tidak beroperasi lagi.
Tim intelejen disebar untuk mengumpulkan informasi di mana keberadaan cukong tersebut bersembunyi.
Tim, kata dia, juga menemukan kawasan yang marak aktivitas penambang emas yang masuk dalam daerah Sungai Pullin. Penemuan berawal ketika tim melihat kondisi air sungai itu sangat keruh.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata terdapat penambangan emas tersembunyi di kawasan itu.
"Lokasi pertambangan sangat tersembuny. Hanya bisa ditempuh dengani kelotok kecil," katanya.
Menurut Ridhani, tim BP Tahura kini sedang merancang teknis dan pola baru untuk menertibkan pertambangan liar yang sangat dikeluhkan warga itu. (banjarmasinpost/kur)
[/caption]
MARTAPURA, BANGKAPOS.com-- Cukong pertambangan emas di Hutan Tanaman Rakyat (Tahura) Sultan Adam berhasil lolos dari penertiban tim BP Tahura Sultan Adam. Diduga jaringan yang rapi dan mengenal mendan membuat cukong itu berhasil lolos sebelum tim penertiban tiba di lokasi.
Sehingga untuk penangkapan aktor intelektual pertambangan emas di Hutan Tanaman Rakyat (Tahura) Sultan Adam belum membuahkan hasil.
Namun daftar nama yang dipergang tim, cukong yang lolos tersebut diketahui sebagai pemodal besar. Dua di antaranya warga Kabupaten Banjar.
Seperti yang diketahui, aktivitas tambang tradisional di kawasan Tahura berlangsung karena disokong dana besar dari pemodal atau cukong tersebut.
Tim BP Tahura bersama pihak kepolisian telah berupaya untuk menangkap cukong tersebut namun selalu kandas.
"Susah untuk menangkap basah cukong ini. Saat didatangi ke rumah dan ke lokasi, selalu tidak ada. Meski begitu bersama tim dari Polda Kalsel kita tetap berupaya menangkap mereka," ujar Kepala BP Tahura Sultan Adam, Achmad Ridhani, Rabu (19/1/2010).
Menurut Ridhani dua cukong yang tinggal di Kabupaten Banjar telah dihancurkan alat pertambangannya dengan harapan mereka tidak beroperasi lagi.
Tim intelejen disebar untuk mengumpulkan informasi di mana keberadaan cukong tersebut bersembunyi.
Tim, kata dia, juga menemukan kawasan yang marak aktivitas penambang emas yang masuk dalam daerah Sungai Pullin. Penemuan berawal ketika tim melihat kondisi air sungai itu sangat keruh.
Setelah dilakukan penelusuran ternyata terdapat penambangan emas tersembunyi di kawasan itu.
"Lokasi pertambangan sangat tersembuny. Hanya bisa ditempuh dengani kelotok kecil," katanya.
Menurut Ridhani, tim BP Tahura kini sedang merancang teknis dan pola baru untuk menertibkan pertambangan liar yang sangat dikeluhkan warga itu. (banjarmasinpost/kur)