Dua Orang Ini Tak Mampu Memeluk Pohon Meranti
Dino dan Kamal tak mampu mempertemukan kedua tangan mereka saat bersama-sama memeluk sebatang pohon meranti yang menjulang
BANGKAPOS.COM, BELITUNG -- Dino dan Kamal tak mampu mempertemukan kedua tangan mereka saat bersama-sama memeluk sebatang pohon meranti yang menjulang tinggi di kawasan hutan produksi Gunung Duren, Desa Lilangan Kecamatan Gantung, Minggu (24/6/2012).
Pohon besar tersebut berada di antara tegakan pohon meranti di lokasi pemurnian dan pembenihan tanaman hutan jenis meranti.
"Ndak dapat ooo..meluk bedua aja, ape agik sendiri. Tangan aku dengan tangan belau (Kamal) saja ndak ketemu. Ade sekitar 90 sentimeter lebih diameter batang meranti ini. Di dalam sanak masih ade yang lebih dari ini," ujar Dino semabari bersusah payah memeluk tegakan pohon meranti di depannya bersama Kamal kepada bangkapos.com.
Dino adalah staf Dinas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Belitung Timur (Beltim), sedangkan Kamal merupakan warga setempat yang dipercaya sebagai penjaga kawasan pemurnian dan pembenihan meranti.
Luas lokasi pemurnian dan pembenihan meranti sekitar 800 hektar berada di dalam kawasan hutan produksi (HP) Gunung Duren yang memilik luas 24 ribu hektar lebih. Di sini terdapat tegakan pohon meranti yang cukup rapat dan menjulang, dengan ketinggian dari permukaan tanah hingga ke cabang pertama mencapai sekitar 20 meter lebih, dan hingga ke ranting atas lebih dari 35 meter.
Seksi Rehabilitasi Hutan Distanhut Beltim Jauhari yang ikut dalam peninjauan ini mengatakan, penyebaran tegakan pohon meranti di lokasi tersebut secara umum pohon meranti jenis meranti merah atau dengan nama latinya Shorea Ovalis.
Pohon meranti dilokasi ini, diperkirakan berumur mencapai puluhan tahun dan tetap terjaga kelestariannya, sebab sebagai sumber benih dari tanaman hutan jenis pohon meranti.
"Belum dihitung secara pasti jumlah tegakan pohon meranti di sini. Namun kita sudah memasang patok, untuk mengamankan kawasan ini sebagai lokasi pemurnian dan pembenihan meranti dengan luas sekitar 800 hektar," ungkap Jauhari.