Jumat, 10 April 2026

Ini Selisih Harga Pasir Timah Antara Bangka dengan Malaysia

Jajaran TNI AL Lanal Kep Bangka mewaspadai penyulundupan

Penulis: deddy_marjaya | Editor: edwardi
bangkapos.com/deddy marjaya
Danlanal bersama barang bukti pasir timah yang akan diselundupkan 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Jajaran TNI AL Lanal Kep Bangka mewaspadai penyulundupan pasir timah selama bulan suci Ramadhan hingga Hari Raya Idul Fitri.

Hal ini diungkapkan oleh Danlanal Kep Bangka Belitung Kolonel Laut (P) Hendra Kusuma, Minggu (14/6/2015).

"Momen momen tertentu seperti bulan puasa dan lebaran kerap dimanfaatkan pelaku penyulundupan pasir timah memanfaatkan kelengahan aparat maka itu kita tetap mewaspadainya," kata Danlanal

Berdasarkan pengalaman dan hasil penyelidikan itulah maka sejak satu bulan belakangan sudah mulai menghimpun informasi dari masyarakat.

Hasilnya awal bulan lalu berhasil mengagalkan upaya penyelundupan pasir timah walaupun gagal menangkap para pelaku. Anggota Lanal Babel hanya berhasil mengamankan 113 kampil pasir timah seberat 5,6 ton dari atas kapal tanpa nama 10 mil dari Pantai Rebo. Barang bukti lainnya antara lain logistik, kompas, bendera Malaysia dan BBM.

"Penangkapan yang kemarin itu adalah pertanda bahwa para penyelundup mulai melancarkan aksinya," kata Kolonel Laut (P) Hendra Kusuma.

Ditambahkannya bahwa salah satu alasan aksi nekat penyelundupan pasir timah adalah selisih harga pasir timah antara di Bangka dengan Malaysia. Selisih harganya cukup menggiurkan mencapai Rp 80.000 perkilonya. Bisa dibayangkan dari selisih harga saja jika berhasil menyelundupkan pasir timah 5 ton maka keuntungan penyelundup mencapai Rp 400 juta sekali jalan. Berbagai cara penyelundup beraksi juga dipelajari agar bisa digagalkan. Termasuk titik titik yang kerap diinformasikan masyarakat menjadi pintu keluar penyelundupan pasir timah dari Pulau Bangka.

"Pasti tetap nekat berusaha menyelundupkan pasir timah jika keuntungan yang membayang didepan mata mereka begitu menggiurkan," kata Danlanal

Namun peran serta masyarakat juga sangat diharapkan dalam memberikan informasi. Sebab ada berbagai keterbatasan aparat dalam mengungkap setiap kasus kejahatan. Berbeda jika dengan masyarakat yang terkadang malah mengetahui dengan jelas.

"Peran masyarakat dalam memberikan informasi tetap dibutuhkan tidak perlu ragu akan kita lindungi mereka yang memberikan informasi," kata Danlanal.

Sumber: bangkapos.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved